<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Heru Legowo&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://herulegowo.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://herulegowo.wordpress.com</link>
	<description>Just another ideas to share</description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 Jan 2012 14:35:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='herulegowo.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Heru Legowo&#039;s Blog</title>
		<link>http://herulegowo.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://herulegowo.wordpress.com/osd.xml" title="Heru Legowo&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://herulegowo.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Fenomena baru: Pak Dahlan Iskan</title>
		<link>http://herulegowo.wordpress.com/2012/01/10/fenomena-baru-pak-dahlan-iskan/</link>
		<comments>http://herulegowo.wordpress.com/2012/01/10/fenomena-baru-pak-dahlan-iskan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jan 2012 06:35:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Heru Legowo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opinion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herulegowo.wordpress.com/?p=1559</guid>
		<description><![CDATA[Jumat 21 Oktober 2011, jam 10.15 pagi saya duduk di seat 2A pesawat MD-90 Lion Air, mau pulang ke Jakarta. Kemarin saya diundang menghadiri peresmian Bandara Internasional Lombok, yang diresmikan oleh Presiden SBY. Pesawat sedang menunggu, karena Menteri BUMN Dahlan Iskan sedang on the way setelah mengikuti Presiden SBY meresmikan Mandalika Resort di Pantai Kuta [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herulegowo.wordpress.com&amp;blog=10840207&amp;post=1559&amp;subd=herulegowo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Jumat 21 Oktober 2011, jam 10.15 pagi saya duduk di seat 2A pesawat MD-90 Lion Air, mau pulang ke Jakarta. Kemarin saya diundang menghadiri peresmian Bandara Internasional Lombok, yang diresmikan oleh Presiden SBY. Pesawat sedang menunggu, karena Menteri BUMN Dahlan Iskan sedang on the way setelah mengikuti Presiden SBY meresmikan Mandalika Resort di Pantai Kuta Nyale Lombok.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebentar kemudian, dari jendela pesawat tampak beliau berlari dan dengan cepat menaiki tangga. Dan sebelum duduk di seat 2F, beliau berdiri dan minta maaf kepada para penumpang. Saya merasa pasti, tidak semua penumpang tahu siapa orang yang bersepatu kets dengan kemeja putih digulung setengah lengan dan meminta maaf itu. Beliau tampak sangat biasa dan tidak istimewa, sekilas dari tampilan luar sama sekali tidak tampak “potongan” sebagai seorang Menteri Negara!</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-1559"></span>Memperhatikan beliau yang tampak sangat sederhana itu, saya jadi mengingat kembali tulisan beliau yang ditulis ulang di koran Lombok Post tgl 20 Okt 2011 dibawah judul “Kisah Kasih Tak Sampai” tulisan yang kuat mengisyaratkan gambaran nyata dari judul tulisan ini. Dalam tulisan itu beliau berceritera lugas tentang rencana beliau untuk mundur dari Dirut PLN setelah 3 tahun. Pada waktu itu beliau sedang menunggu pesawat Garuda untuk boarding akan ke Eropa, tiba-tiba ada perintah dari Presiden untuk membatalkan perjalanannya. Ketika bersiap akan meletakkan jabatan yang satu, jabatan yang lebih tinggi justru mendatangi beliau. Itulah hidup.</p>
<p style="text-align:justify;">Ilustrasi dalam tulisan Pak Dahlan menjadi gambaran bagaimana beliau bekerja dengan sepenuh hati. Termasuk menyiapkan pengganti, jika harus meninggalkan PLN. Bekerja dengan sepenuh hati. Rasanya itulah hal yang muncul di permukaan setelah membaca tulisan-tulisan beliau dan bagaimana beliau mengatasi titik kritis ketika harus menjalani operasi hati di China. Hanya saja tidak semua dari kita dapat memaknainya dengan sebenarnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Bekerja dengan hati, sering berhenti menjadi sekedar menjadi <em>jargon</em>. Cukup sulit untuk diterapkan dalam kondisi nyata dalam kehidupan sehari-hari. Bekerja menjadi bagian dari eksistensi dan kebutuhan sebagai ummat manusia. Bekerja bukan hanya bertujuan untuk menghasilkan uang, tetapi bekerja demi kepuasan dan aktualisasi diri. Yang terakhir ini yang sulit. Tidak semua orang sempat masuk pada tingkatan yang terakhir ini. Memang pada kenyataannya banyak terjadi pada tahap awal saja belum terpenuhi, yaitu kebutuhan fisik. Jika ini yang ini saja belum terpenuhi, agak sulit juga masuk pada tahap berikutnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Bekerja dengan pikiran, fisik dan hati berujud sebuah akumulasi berupa totalitas dalam bekerja. Jarang orang melakukan itu. Kebanyakan orang berhitung untung-rugi yang diberikan berapa dan akan mendapat berapa? Seperti orang berdagang, kalau tidak menguntungkan ya mundur saja. Kalau itu bukan concern saya, biarkan saja, apa peduli saya?</p>
<div id="attachment_143268" style="text-align:justify;"></div>
<p style="text-align:justify;">Dari pengalaman, bekerja dengan totalitas ketika semua pikiran, fisik, mental dan hati menjadi satu akan menghasilkan daya yang luar biasa. Totalitas ini selain menyelesaikan pekerjaan lebih cepat dan tuntas juga memberikan kepuasan yang sulit diuraikan dengan kata-kata. Hanya si pelaku sendiri yang dapat merasakannya. Jadi jika kita melakukannya dengan sepenuh hati, maka sebuah totalitas akan kita peroleh bagi diri kita sendiri maupun bagi perusahaan dimana kita bekerja. Kisah kasih tak Sampai dari Pak Dahlan Iskan menjadi salah satu inspirasi agar kita bekerja dengan sepenuh hati.</p>
<div id="attachment_143268"><img class="alignright" title="13193009861121883670" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/10/13193009861121883670_300x339.73214285714.jpg" alt="13193009861121883670" width="300" height="339.73214285714" /></div>
<p style="text-align:justify;">Dan ketika semua penumpang bersiap untuk turun menunggu pintu pesawat dibuka, saya mengulurkan tangan dan menjabat tangan Pak Dahlan Iskan : “Selamat ya Pak Dahlan!” beliau menyambut tangan, saya sambil berkata : “Selamat apaaa?” terus beliau sibuk menjawab sms dan mengetikkan message di Blackberry Bold Dakota-nya.</p>
<div id="attachment_143268"></div>
<p style="text-align:justify;">Siang itu sambil menarik koper  di sepanjang koridor terminal penumpang Bandara Soekarno-Hatta, saya memperhatikan Pak Dahlan Iskan yang dijemput Direktur Personalia Umum PT. Angkasa Pura II berjalan cepat menuju ke terminal penumpang. Sesekali beliau berhenti, jongkok dan sambil menunjuk di dinding penyekat lorong terminal dengan apron.</p>
<p style="text-align:justify;">Diam-diam sebuah pemahaman baru menyelinap direlung hati saya, dari sosok Pak Dahlan Iskan. Mudah-mudahan beliau tetap sehat dan semangat mengurus 141 BUMN yang harus disehatkan dan memberi kontribusi positif kepada negara. Jika masing-masing BUMN membutuhkan waktu 2 hari saja untuk membenahinya, maka akan dibutuhkan waktu setahun baru selesai. Terlalu banyak BUMN kita barangkali?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/herulegowo.wordpress.com/1559/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/herulegowo.wordpress.com/1559/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/herulegowo.wordpress.com/1559/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/herulegowo.wordpress.com/1559/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/herulegowo.wordpress.com/1559/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/herulegowo.wordpress.com/1559/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/herulegowo.wordpress.com/1559/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/herulegowo.wordpress.com/1559/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/herulegowo.wordpress.com/1559/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/herulegowo.wordpress.com/1559/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/herulegowo.wordpress.com/1559/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/herulegowo.wordpress.com/1559/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/herulegowo.wordpress.com/1559/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/herulegowo.wordpress.com/1559/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herulegowo.wordpress.com&amp;blog=10840207&amp;post=1559&amp;subd=herulegowo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herulegowo.wordpress.com/2012/01/10/fenomena-baru-pak-dahlan-iskan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		<georss:point>-8.748056 115.167500</georss:point>
		<geo:lat>-8.748056</geo:lat>
		<geo:long>115.167500</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bf55efadde06b1dd4c4e87bd69fee4c4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">herulegowo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/10/13193009861121883670_300x339.73214285714.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">13193009861121883670</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Drini beach South of Jogya</title>
		<link>http://herulegowo.wordpress.com/2012/01/10/drini-beach-south-of-jogya/</link>
		<comments>http://herulegowo.wordpress.com/2012/01/10/drini-beach-south-of-jogya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jan 2012 06:27:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Heru Legowo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Beaches]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herulegowo.wordpress.com/?p=1544</guid>
		<description><![CDATA[Jogya selatan ternyata menyimpan begitu banyak lokasi pantai yang eksotis. Sementara ini yang sering terdengar dan dikunjungi wisatawan adalah pantai Parangtritis. Padahal begitu banyak pantai yang indah di pantai selatan Jogya yang belum banyak tersentuh oleh Dinas Pariwisata dan layak dijual ke wisatawan. Senin 26 Desember yang lalu, saya mencoba untuk mengeksplorasi pantai selatan Jogya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herulegowo.wordpress.com&amp;blog=10840207&amp;post=1544&amp;subd=herulegowo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://herulegowo.files.wordpress.com/2012/01/drini.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1571" title="Drini" src="http://herulegowo.files.wordpress.com/2012/01/drini.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a>Jogya selatan ternyata menyimpan begitu banyak lokasi pantai yang eksotis. Sementara ini yang sering terdengar dan dikunjungi wisatawan adalah pantai Parangtritis. Padahal begitu banyak pantai yang indah di pantai selatan Jogya yang belum banyak tersentuh oleh Dinas Pariwisata dan layak dijual ke wisatawan.</p>
<p style="text-align:justify;">Senin 26 Desember yang lalu, saya mencoba untuk mengeksplorasi pantai selatan Jogya. Seorang teman bilang untuk ke pantai Drini saja, masih alami dan belum banyak yang datang kesana. Jadilah. Di pagi yang cerah itu, setelah Jogya gerimis pada beberapa hari terakhir ini, kami meluncur ke pantai Drini. Dari informasi di internet, jaraknya 60 km dari Jogya. Semula saya ingin nyetir sendiri dan menikmati perjalanan ini, tetapi karena saya belum pernah kesana, maka saya minta Bowo mengantarkan kami. Dan jalanan beraspal mulus mengantarkan kami kesana.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-1544"></span>Melewati Piyungan, jalan mulai ramai. Ada Kids Fun, kompleks tempat anak-anak bermain di kanan jalan menjelang perempatan Piyungan. Dan di perempatan itu kami belok ke kanan. Sebentar kemudian jalan beraspal hotmix dan mulus mulai berkelok naik mendaki bukit. Lalu lintas mobil cukup padat, barangkali karena hari libur sehingga banyak yang berwisata.</p>
<p style="text-align:justify;">Di Bukit Bintang kami berhenti sebentar. Dari ketinggian sini kota Jogya tampak menghampar di bawah sana. Dan horizon Gunung Merapi tampak utuh dari kejauhan. Puncaknya terkoyak, barangkali karena letusan batu-baru ini. Saya membayangkan, ketika Merapi meletus dahulu, pasti sangat jelas dilihat dari sini. Pagi yang cerah dan banyak anak-anak muda yang duduk berdua menikmati keindahan disini. Melihat keindahan ini rasanya tidak ingin buru-buru pergi, tetapi perjalanan masih jauh, 40 km lagi. Ya sudah, apaboleh buat jalan lagi. Jalan aspal mulus, menuju ke Wonosari. Beberapa saat kemudian kami melewati <em>airstrip</em> Gading milik TNI-AU, disini menjadi alternatif bagi siswa penerbang TNI-AU untuk berlatih dasar-dasar terbang. Sebuah Tower pengendali lalu lintas penerbangan, dengan cat merah putih kotak-kotak tampak dari jalanan.</p>
<div id="attachment_1573" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://herulegowo.files.wordpress.com/2012/01/merapi-dr-bukit-bintang.jpg"><img class="size-full wp-image-1573" title="Merapi dr Bukit bintang" src="http://herulegowo.files.wordpress.com/2012/01/merapi-dr-bukit-bintang.jpg?w=500&#038;h=375" alt="" width="500" height="375" /></a><p class="wp-caption-text">Gunung Merapi dari bukit Bintang</p></div>
<p style="text-align:justify;">Sebentar kemudian kami memasuki Wonosari. Kota ini kecil barangkali se ukuran Wates-Kulonprogo, tetapi jalan utamanya beraspal <em>hotmix</em> dan mulus. Belok kanan menuju ke Tepus. Jalan beraspal hotmix mulai menyempit, cukup untuk dua mobil berpapasan. Dari sini masih 20 km lagi ke pantai Drini. Mulai terasa kami memasuki daerah wisata.</p>
<p style="text-align:justify;">Pantai selatan Yogya menyimpan keindahan hampir di sepanjang garis pantainya. Yang terkenal Pantai Parangtritis itu. Padahal masih banyak pantai yang belum sepenuhnya diusahakan sebagai obyek wisata. Di depan kami nanti ini ada jajaran pantai yang eksotis, Pantai Baron, Kukup, Drini, Krakal, Sundak dan masih banyak lagi yang masih alami dan belum banyak didatangi pengunjung.</p>
<p style="text-align:justify;">Menjelang sampai ke pantai, di sepanjang jalan banyak kupu-kupu kuning yang beterbangan dan tampak susah bertahan karena ditiup oleh angin pantai yang kencang. Barangkali ini musimnya ketika kepompong berubah menjadi kupu-kupu. Seperti kebanyakan pantai di selatan Pulau Jawa, ada bukit dikiri kanan jalan dengan pepohonan yang menghijau. Saya membayangkan pada musim kemarau pasti ini gersang dan kering. Dan di sebuah pertigaan yang dijaga polisi, ada baliho besar petunjuk lokasi pantai. Jika terus ke pantai Baron, kalau belok ke kiri ke Kukup, Drini, Krakal dan Sundak. Kami ambil belokan kekiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya beberapa menit kemudian, Bowo membawa mobil kami berbelok ke kanan. Pantai Drini 1 km di depan kami. Kanan kiri jalan, sawah yang hijau tampak subur. Bowo memarkir mobil dibawah pohon yang agak rindang, di depan kami deretan kapal nelayan yang sedang “parkir”. Ketika kami turun dari mobil, debur suara ombak cukup keras membentur pantai. Selamat datang di pantai Drini!</p>
<p style="text-align:justify;">Angin pantai yang cukup keras dan dingin menerpa wajah kami. Saya langsung ambil sandal, menuju ke pangai yang hanya beberapa meter dari kami parkir, dan memperhatikan sekeliling. Di sebelah kanan ada warung makanan dan minuman yang cukup sederhana. Yang dekat sekali dengan pantai ada beberap- orang yang sedang asyik menikmati pantai dengan minumannya. Di sebelah kiri ada bangunan permanen, semacam TPI tempat pelelangan ikan, dan di depannya ada ibu-ibu yang menjajakan ikan dan ada yang sedang menggoreng ikan.</p>
<div id="attachment_1577" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://herulegowo.files.wordpress.com/2012/01/drini-dari-atas.jpg"><img class="size-full wp-image-1577" title="Drini dari atas" src="http://herulegowo.files.wordpress.com/2012/01/drini-dari-atas.jpg?w=500&#038;h=375" alt="" width="500" height="375" /></a><p class="wp-caption-text">Pemandangan dari atas Pulau Drini kearah timur, gelombang laut yang bergemuruh</p></div>
<p style="text-align:justify;">Dari garis pantai di sebelah kanan ada tanjung yang menjorok ke laut dan tebingnya curam dikikis ombak. Deburan ombak begitu keras, dan gulungan ombak membentuk gunungan air yang bergerak ritmis dan artistik. Di sebelah kiri ada sebuah pulau kecil yang ketika air surut tampak menempel ke pantai. Itulah Pulau Drini. Oleh karena itu, pantai ini disebut sebagai pantai Drini. Di titik pertemuan pulau Drini dengan pantai ada sebuah tangga naik yang terbuat dari semen Dari jauh beberapa orang sedang mendaki naik keatasnya. Di depan pulau, ada teluk yang airnya tenang karena terlindung Pulau Drini. Di situ banyak orang dan anak-anak yang berendam menikmati pantai, tanpa takut dihempas gelombang laut selatan.</p>
<p style="text-align:justify;">Menceburkan diri ke pantai, segera terasa air laut berarus sangat kuat ketika ombak menyentuh bibir pantai. Sebaliknya ketika ombak kembali ke laut, pasir di pijakan kaki terasa menyusut dengan cepat dan menyedot tajam. Barangkali inilah yang menjadi ciri pantai di laut Selatan, yang beberapa kali menelan korban. Di kejauhan ombak memcah menimbulkan buih putih dan bergulung ke pantai. Sekilas jadi ingat bagaimana tsunami menyapu bersih pantai di Aceh dan Fukushima. Pasti ngeri sekali!</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah sejenak menikmati deburan ombak dan gerusan pasir di kaki. Saya beranjak ke Pulau Drini, dari sini jaraknya sekitar 400-an meter. Hari masih pagi jam 10, barangkali masih belum banyak yang datang, atau memang Drini belum se-terkenal Baron, Kukup dan Krakal, jadi belum banyak yang mendatangi.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya menaiki tangga semen yang sebagian sudah terendam air laut. Tangga semen ini melingkar dan sampai ke “puncak” pulau. Diatas puncak sini ada bekas puing balai bengong atau gazebo, tetapi sudah rusak tinggal tiang dan lantainya saja. Sayang sungguh. Padahal lokasi disini sangat strategis untuk melihat keindahan pantai selatan.</p>
<div id="attachment_1574" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://herulegowo.files.wordpress.com/2012/01/drini-pulau-1.jpg"><img class="size-full wp-image-1574" title="Drini Pulau 1" src="http://herulegowo.files.wordpress.com/2012/01/drini-pulau-1.jpg?w=500&#038;h=375" alt="" width="500" height="375" /></a><p class="wp-caption-text">Pantai yang terlindung Pulau Drini tidak ada gelombang , nyaman untuk berendam</p></div>
<p style="text-align:justify;">Dari ketinggian sini garis pantai selatan tampak hijau gelap, dihiasi buih ombak putih yang terus bergelombang menyentuh pantai. Angin bertiup keras, matahari cerah sinarnya mulai menyengat kulit. Semak-semak tidak terawat dan menutupi pandangan sehingga keindahan laut tidak sepenuhnya tampak terlihat. Rasanya perlu sentuhan dari pemerintah Kabupaten atau dari Dinas Pariwisata untuk mengelola potensi ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya tergelitik untuk mengeksplorasi lebih lanjut puncak ini. Ada jalan setapak yang menuju ka bagian lain dari pulau kecil ini. Salah satunya menuju ke dinding pulau yang terjal, dimana dibawahnya gelombang laut berdebur sangat keras membentur dinding pulau yang terjal. Berada di ketinggian ini, “diatas” gelombang yang bergelora dan di depan mata adalah garis pantai dengan buih putih yang memanjang menimbulkan sensasi tersendiri. Betapa eksotisnya pantai selatan Jogya.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya mengambil beberapa foto yang eksotis ini. Di pagi yang cerah, debur ombak yang dalam bergelora dan tiupan angin yang keras memberikan situasi tersendiri. Berada di ketinggian pulau ini, terasa mampu mengasah emosi dan kehalusan rasa. Entah mengapa ditengah alam yang lepas begini, selalu saya merasa begitu.</p>
<div id="attachment_1572" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://herulegowo.files.wordpress.com/2012/01/drini-kanan.jpg"><img class="size-full wp-image-1572" title="Drini kanan" src="http://herulegowo.files.wordpress.com/2012/01/drini-kanan.jpg?w=500&#038;h=375" alt="" width="500" height="375" /></a><p class="wp-caption-text">Tebing curam yang digerus gelombang laut selatan</p></div>
<p style="text-align:justify;">Sayang kemudian saya harus menjadi menyesal. Mengapa? Ketika foto-foto itu akan dicetak, karyawan studio foto salah men-copy dan datanya menjadi<em> corrupt</em>. Dan semua foto pulau Drini rusak. Karena kejadiannya ini di wilayah laut selatan, maka yang kemudian muncul pertanyaan sekilas, apakah ini karena daya mistis lain? Atau hanya sekedar kesalahan teknis? Saya tidak tahu, yang jelas itu benar terjadi. Foto-foto itu tidak bisa dicetak. Marah-marah kepada karyawan foto studio juga tidak ada gunanya, dan tokh tidak dapat mengembalikan foto yang diperoleh dengan susah payah itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Hal yang sama pernah terjadi ketika saya mengambil gambar di Pura Kehen di Bangli. Pura yang di-<em>claim</em> sebagai yang paling bersih di Bali. Ketika saya mengambil gambar disana, semuanya berjalan dengan baik dan lancar. Tetapi pada pagi hari ketika akan dicetak, semua foto tidak ada di kamera. <em>Miracle still happened in Bali.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Apa boleh buat, saya hanya dapat meng-<em>insert </em>foto yang diambil dengan HP, seperti yang ada sekarang ini. Mudah-mudahan itu dapat menginspirasi pembaca untuk suatu saat datang kesana. Melihat keindahan Drini &#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/herulegowo.wordpress.com/1544/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/herulegowo.wordpress.com/1544/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/herulegowo.wordpress.com/1544/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/herulegowo.wordpress.com/1544/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/herulegowo.wordpress.com/1544/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/herulegowo.wordpress.com/1544/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/herulegowo.wordpress.com/1544/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/herulegowo.wordpress.com/1544/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/herulegowo.wordpress.com/1544/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/herulegowo.wordpress.com/1544/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/herulegowo.wordpress.com/1544/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/herulegowo.wordpress.com/1544/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/herulegowo.wordpress.com/1544/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/herulegowo.wordpress.com/1544/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herulegowo.wordpress.com&amp;blog=10840207&amp;post=1544&amp;subd=herulegowo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herulegowo.wordpress.com/2012/01/10/drini-beach-south-of-jogya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		<georss:point>-6.211544 106.845172</georss:point>
		<geo:lat>-6.211544</geo:lat>
		<geo:long>106.845172</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bf55efadde06b1dd4c4e87bd69fee4c4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">herulegowo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://herulegowo.files.wordpress.com/2012/01/drini.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Drini</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://herulegowo.files.wordpress.com/2012/01/merapi-dr-bukit-bintang.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Merapi dr Bukit bintang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://herulegowo.files.wordpress.com/2012/01/drini-dari-atas.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Drini dari atas</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://herulegowo.files.wordpress.com/2012/01/drini-pulau-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Drini Pulau 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://herulegowo.files.wordpress.com/2012/01/drini-kanan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Drini kanan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Time runs so fast &#8230;</title>
		<link>http://herulegowo.wordpress.com/2012/01/08/time-runs-so-fast/</link>
		<comments>http://herulegowo.wordpress.com/2012/01/08/time-runs-so-fast/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Jan 2012 17:25:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Heru Legowo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herulegowo.wordpress.com/?p=1549</guid>
		<description><![CDATA[ Waktu bergerak dan merambat dengan kecepatan yang relatif, seiring dengan yang dirasakan masing-masing insan manusia. Sesuai dengan situasi dan emosinya. Yang sedang menunggu sesuatu, yang sedang sedih ditinggal kekasih, yang sedang sakit atau yang sedang menanggung duka nestapa, merasa bahwa waktu bergerak begitu lambat dan membosankan. Jarum jam seakan-akan berhenti dan nggak berjalan. Membuatnya tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herulegowo.wordpress.com&amp;blog=10840207&amp;post=1549&amp;subd=herulegowo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p style="text-align:justify;"> <a href="http://herulegowo.files.wordpress.com/2012/01/universe.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1550" title="Universe" src="http://herulegowo.files.wordpress.com/2012/01/universe.jpg?w=500" alt=""   /></a>Waktu bergerak dan merambat dengan kecepatan yang relatif, seiring dengan yang dirasakan masing-masing insan manusia. Sesuai dengan situasi dan emosinya. Yang sedang menunggu sesuatu, yang sedang sedih ditinggal kekasih, yang sedang sakit atau yang sedang menanggung duka nestapa, merasa bahwa waktu bergerak begitu lambat dan membosankan. Jarum jam seakan-akan berhenti dan nggak berjalan. Membuatnya tidak nyaman, kesal, gelisah dan marah.</p>
<p style="text-align:justify;">Sementara yang lain, yang sedang gembira, sukses, dan berhasil mencapai sesuatu yang diinginkannya, merasa bahwa waktu bergerak begitu cepat. Hari-hari mereka penuh dengan canda dan suka cita. Semua yang tampak di sekelilingnya tampak lebih menarik dan membuatnya lebih bersemangat.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-1549"></span>Waktu menelan apa saja, tanpa terkecuali. Tidak ada yang mampu bertahan menghadapi waktu. Sehebat apapun dan sekuat apapun sesuatu, jatuh berlutut dihadapan Sang Waktu. Waktu adalah Kala. Betara Kala yang digambarkan sebagai raksasa adalah manifestasi Sang Waktu. Konon ketika Kala mencoba menelan bumi, jadilah gerhana. Kala sungguh menakutkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Semua jatuh tersungkur dihadapan Sang Waktu. Itulah mengapa orang barat sangat menghargai waktu. <em>Time is money.</em> Keberhasilan selalu diukur dengan waktu. Ada target yang harus dicapai dengan tenggat waktu tertentu. Jika tidak ada satuan waktu untuk mencapai sesuatu, dianggap tidak bermutu. Semakin cepat semakin baik, dan yang tercepat memperoleh hadiah dan penghargaan. Dan yang lambat terlupakan, terpinggirkan, tertinggal semakin jauh.</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti itulah waktu bergerak dengan perlahan dan cepat meninggalkan kita. Tanpa terasa 2011 akan permisi meninggalkan kita. Selalu itu berarti membuat kita merenungkan kembali apa yang sudah kita selesaikan dan kita peroleh di 2011? Dan ini menjadi sangat relatif tergantung bagaimana kita menyikapi dan memaknainya.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://herulegowo.files.wordpress.com/2012/01/motivasi-hidup.jpg"><img class="size-full wp-image-1554 alignright" title="Motivasi hidup" src="http://herulegowo.files.wordpress.com/2012/01/motivasi-hidup.jpg?w=500" alt=""   /></a>Yang santai, seperti mbah Surip almarhum, berdendang dengan ringan : … <em>Bangun lagi, Tidur lagi</em> … Yang serius, sibuk menghitung pencapaiannya, sudah berapa banyak dan jumlahnya berapa? Yang masih muda, merancang cita-cita dengan cermat dan membuat target untuk memperolehnya. Yang sudah pensiun, sekarang sibuk mengisi masa kariernya yang kedua, berusaha untuk tetap sehat dan bermanfaat. Dan juga mulai menghitung hari, menyiapkan diri, memperbanyak amal ibadah dan bersiap-siap untuk menuju ke alam kelanggengan. Argonya semakin dekat dan pasti akan tiba saatnya, hanya tidak tahu kapan? Terserah kepada Yang Memberi Warna Cabai.</p>
<p style="text-align:justify;">Begitulah waktu menyergap kita semua. Tanpa terasa. Marilah merenung sejenak, dan kita syukuri semua keberhasilan dan kesuksesan kita. Sebentar kita tengok kebelakang. Banyak sudah yang kita lakukan. Keberhasilan yang membanggakan hati, dan kegagalan yang membuat kita kecewa dan sedih. Bagaimanapun keberhasilan dan kegagalan adalah bagian dari pada usaha dan jerih payah kita. Semuanya, baik yang baik dan yang buruk harus disyukuri dengan disertai introspeksi. Yang penting untuk diingat bahwa keberhasilan itu adalah bukan semata karena kerja keras kita tetapi juga atas rakhmat Allah Swt.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika gagal, berarti ada sesuatu yang harus diperbaiki dan ditingkatkan lagi, dalam segala hal. Kita akan tinjau dan evaluasi kembali cara dan metode kita yang sudah lalu. Dan yang lebih penting lagi bahwa barangkali sikap dan perilaku kita juga harus di-update, diperbaiki dan disesuaikan dengan situasi. Atau apakah yang harus kita sesuaikan untuk menghadapi tahun mendatang.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://herulegowo.files.wordpress.com/2012/01/2012.jpg"><img class="size-full wp-image-1553 alignleft" title="2012" src="http://herulegowo.files.wordpress.com/2012/01/2012.jpg?w=500" alt=""   /></a>Introspeksi dan evaluasi perlu dilakukan untuk menghadapi masa depan. <em>Survival</em> <em>of the fittest</em>! Mengingatkan kita, bahwa yang mampu bertahan adalah mereka yang selalu mampu menyesuaikan diri dengan sekelilingnya, tanpa kehilangan jati dirinya. Presiden Amerika Thomas Jefferson mengatakan : “<strong><em>In mater of style, swim with current. In matter of principle, stand like a rock</em></strong>” Jangan pernah kehilangan kepribadian dan karakter anda, dalam upaya anda untuk mencapai sesuatu!</p>
<p style="text-align:justify;">Baiklah … Marilah kita relakan 2011 dengan segala suka dan dukanya. Mari kita tinggalkan 2011, dengan segala keberhasilan dan kegagalan kita. Kita akan terus berjalan ke depan menuju target yang sudah ditentukan. Pastikan lebih dulu, bahwa anda tahu tujuan anda dengan jelas. Usahakan untuk memperolehnya dengan sepenuh daya, dan jangan lupa berdoa karena doa memiliki daya yang tak terduga diluar praduga dan predisksi anda. Jangan salah melangkah! Ambil hikmah yang telah diberikan oleh 2011.</p>
<p style="text-align:justify;">Semoga Allah Swt bersama kita semuanya.  <em>Amin Ya Robbal Alamin</em> ….</p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/herulegowo.wordpress.com/1549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/herulegowo.wordpress.com/1549/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/herulegowo.wordpress.com/1549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/herulegowo.wordpress.com/1549/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/herulegowo.wordpress.com/1549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/herulegowo.wordpress.com/1549/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/herulegowo.wordpress.com/1549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/herulegowo.wordpress.com/1549/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/herulegowo.wordpress.com/1549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/herulegowo.wordpress.com/1549/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/herulegowo.wordpress.com/1549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/herulegowo.wordpress.com/1549/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/herulegowo.wordpress.com/1549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/herulegowo.wordpress.com/1549/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herulegowo.wordpress.com&amp;blog=10840207&amp;post=1549&amp;subd=herulegowo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herulegowo.wordpress.com/2012/01/08/time-runs-so-fast/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		<georss:point>-8.748056 115.167500</georss:point>
		<geo:lat>-8.748056</geo:lat>
		<geo:long>115.167500</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bf55efadde06b1dd4c4e87bd69fee4c4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">herulegowo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://herulegowo.files.wordpress.com/2012/01/universe.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Universe</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://herulegowo.files.wordpress.com/2012/01/motivasi-hidup.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Motivasi hidup</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://herulegowo.files.wordpress.com/2012/01/2012.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">2012</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Legenda Lutung Kasarung</title>
		<link>http://herulegowo.wordpress.com/2012/01/03/1539/</link>
		<comments>http://herulegowo.wordpress.com/2012/01/03/1539/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Jan 2012 13:31:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Heru Legowo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Features]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herulegowo.wordpress.com/?p=1539</guid>
		<description><![CDATA[Tahun baru 2012 menurut penanggalan China adalah Tahun Kelinci. Persis awal tahun 1 Januari 2012 hari Minggu, saya sempatkan ke Bandung untuk melihat Drama Musikal Lutung Kasarung yang disutradai oleh Didi Petet. Ini hari terakhir, setelah dipentaskan mulai tanggal 27 Desember dan akan berakhir hari ini. Terus terang saja, nama besar Didi Petet dan publikasi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herulegowo.wordpress.com&amp;blog=10840207&amp;post=1539&amp;subd=herulegowo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://herulegowo.files.wordpress.com/2012/01/hl.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1540" title="HL" src="http://herulegowo.files.wordpress.com/2012/01/hl.jpg?w=291&#038;h=300" alt="" width="291" height="300" /></a>Tahun baru 2012 menurut penanggalan China adalah Tahun Kelinci. Persis awal tahun 1 Januari 2012 hari Minggu, saya sempatkan ke Bandung untuk melihat Drama Musikal Lutung Kasarung yang disutradai oleh Didi Petet. Ini hari terakhir, setelah dipentaskan mulai tanggal 27 Desember dan akan berakhir hari ini. Terus terang saja, nama besar Didi Petet dan publikasi yang intensif mempengaruhi saya melihat drama musikal ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Tanggal 1 Januari 2012, hari Minggu Bandung macet atau paling tidak jalan yang melalui Kebun Binatang Bandung macet. Saya butuh 1 jam dari mal Giant ke Sabuga (Sasana Budaya Ganesha) tempat drama musikal ini dimainkan.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-1539"></span>Jam 14.00 lebih sedikit acara simulai. Penonton tidak begitu penuh, saya duduk di balkon sayap kiri, kursi F1. Panggung masih tertutup, di depannya sudah siap sekelompok pemusik jumlahnya sekitar 20-an orang. Yang disebelah kiri peralatan musik modern, di tengah tampak sebuah harpa dan disebelah kanan alat musik tradisional gendang dan beberapa gamelan. Di kanan-kiri panggung ada dua layar monitor yang besar, sehingga penonton dapat mengikuti yang terjadi di pentas dengan baik.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya baca sekilas synopisnya di buku panduan. Alkisah Pasir Batang adalah sebuah negeri yang aman dan damai, subur dan makmur, dipimpin oleh Baginda Prabu Tapa Ageung. Baginda memiliki 7 puteri : Purbararang, Purbamanik, Purbaendah, Purbaleuwih, Purbadewata, Purbakencana dan Purbasari. Baginda raja menyerahkan takhta untuk sementara kepada Purbararang, sambil menunggu Purbasari dewasa untuk menjadi Ratu Pasir Batang. Tetapi sejak pimpinan beralih ke Purbararang, rakyat mulia menderita, ketidak-adilan dan keserakahan meraja-lela. Tali persaudaraan pun diantara ke 7 putri raja telah pecah. Purbasari disingkirkan ke Hutan Cupu Mandalayu.</p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa menit menunggu, kemudian panggung dibuka dan menggambarkan kemakmuran negeri Pasir Batang. Sungguh menarik gerak tari dan nyanyi yang menggambarkan kecerahan dan keceriaan rakyat Pasir Batang ini. Saya sangat menikmati ketika musik bergeser iramanya dari irama yang menggelora dan energik menjadi irama Sunda dengan pukulan gendangnya yang khas. Ismet Ruchimat dan Iman Ulle dua punggawa musik samba Sunda menata musik dengan bernas dan energik. Pentas ini mampu menggambarkan bahwa Pasir Batang benar-benar negeri yang indah makmur.</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft" title="1325547356409277084" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2012/01/1325547356409277084.jpg" alt="1325547356409277084" width="274" height="378" />Di sepanjang acara ini, pada setiap adegan rakyat Pasir Batang bersama-sama menari, menyanyi bahkan men-demo Purbararang menjadi tontonan yang asyik. Pergerakan pemain yang memenuhi panggung begitu dinamis, manis dan ciamik membentuk komposisi panggung yang memikat.</p>
<p style="text-align:justify;">Adegan beikutnya, Indrajaya yang akan menikahi Purbararang ternyata menyukai Purbasari. Indrajaya yang merasa dirinya paling tampan berusaha merayu Purbasari. Dan ketika tengah merayu Purbasari, dia dipergoki oleh kakaknya Purbaendah, Purbaleuwih, Purbamanik, Purbakencana dan Purbadewata. Tetapi, yang disampaikan ke Purbararang adalah yang sebaliknya, bahwa Purbasarilah yang mau menggoda Indrajaya.</p>
<p style="text-align:justify;">Purbararang kemudian berusaha menyingkirkan Purbasari, dengan cara memberikan lulur kecantikan kepada Purbasari. Alih-alih menjadi cantik, lulur itu justru merusak kulit dan muka Purbasari!</p>
<p style="text-align:justify;">Sementara itu Purbararang akan mengadakan pesta dan makan daging lutung. Aki Panyumpit diperintah untuk menangkap lutung untuk dijadikan santapan, jika tidak berhasil akan dipancung. Dia berhasil memperdaya Lutung Kasarung dibawa ke istana. Lutung Kasarung marah setelah tahu ternyata dia akan dijadikan santapan lalu mengamuk memporak-porandakan istana, dan dia kembali ke hutan.</p>
<p style="text-align:justify;">Purbararang yang semakin mabuk kekuasaan, dihasut oleh Indrajaya untuk memaksa Purbasari meninggalkan istana. Purbasari yang sebenarnya tidak berambisi menjadi Ratu, dipaksa meninggalkan istana. Ketika sampai di Hutan Cupu Mandalayu, Dia bertemu dengan Lutung Kasarung yang sebenarnya adalah anak Sunan Ambu penguasa negeri langit. Gubuk Purbasari atas bantuan Lutung Kasarung pun berubah menjadi istana.</p>
<p style="text-align:justify;">Sementara itu rakyat semakin menderita dipaksa memberi upeti oleh Purbararang. Hasil tanaman dan usaha dagang mereka semakin menurun dan memberatkan hidup. Akhirnya mereka bersatu, melawan dan melancarkan demo ke istana.</p>
<p style="text-align:justify;">Purbararang belum puas hanya menyingkirkan adiknya, dia ingin adiknya mati agar kekuasaan kekal berada di tangannya. Maka diutuslah Aki Panyumpit untuk membujuk Purbasari ke istana, akan diperdaya dengan mengikuti tantangan yang diberikan Purbararang. Purbasari sebenarnya tidak mau, tetapi atas dorongan Inang pengasuhnya dan Lutung Kasarung dia pun pergi ke istana.</p>
<p style="text-align:justify;">Di istana Purbararang mengajukan 3 buah tantangan, siapa yang menang berhak atas mahkota kerajaan. Dan yang kalah akan meninggalkan istana tanpa leher, alias dipancung! Lagi-lagi Purbasari ragu-ragu, tetapi Lutung Kasarung kembali meyakinkan Purbasari untuk mengikuti tantangan tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Tantangan pertama adalah tanaman padi mana yang terbaik antara yang ditanam Purbasari dan Purbararang? Tantangan kedua, tenunan kain mana yang terbaik yang ditenun diantara mereka? Yang ketika Purbasari diminta menjinakkan banteng berkulit tembaga yang ganas. Dan ketiga-tiganya dimenangkan Purbasari.</p>
<p style="text-align:justify;">Adegan yang menarik ketika Purbasari harus menundukkan banteng yang ganas. Alih-alih dengan kekuatan, Purbasari justru menyanyi dan meminta agar banteng berbelas-kasihan kepada dia dan masyarakat, dan jangan mengamuk. Si banteng pun tunduk, kemudian Purbasari sendiri yang melepaskannya dari dalam kerangkeng. Dan si banteng ganas itu menari-nari kesana kemari, diiringi rentak gendang khas Sunda yang energik. Si banteng ngebodor. Lucu! Malah sebelum keluar dari panggung, banteng itu mengangkat kedua tangannya eh kedua kaki depannya dan berteriak : “Hidup Persib!” … Ha … Ha … Ha … Penonton pun ikut bersorak riuh!</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" title="13255467851201133294" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2012/01/13255467851201133294.jpg" alt="13255467851201133294" width="512" height="306" /></p>
<p style="text-align:justify;">Purbararang yang merasa kalah disemua tantangan yang dibuatnya sendiri, akhirnya menentukan satu syarat lagi. Mana yang lebih ngganteng calon suami diantara mereka berdua! Purbasari pun panik dan tidak punya pilihan lain, terpaksa Lutung Kasarung-lah yang diajukan. Dan sudah tentu Lutung Kasarung bukan tandingan dengan ketampanan Indrajaya!</p>
<p style="text-align:justify;">Purbasari pun diseret dan akan dipancung. Lutung Kasarung tidak rela dan mengamuk membela Purbasari. Untuk mengatasi amukan ini, Indrajaya menusuk leher Lutung Kasarung dengan senjatanya. Darah pun muncrat. Di Layar panggung, bercak darah yang disorot dari LCD, ada dimana-mana. Adegan menjadi dramatis, suara erangan sekarat Lurung Kasarung menjadi dominan. Dan semua pemain berdiri diam seperti posisinya yang terakhir. Yang bergerak hanya Lutung Kasarung dan suara erangan kematiannya. Purbasari ikut menangis, menangisi dirinya, dan kematian Lutung Kasarung. Sebuah adegan yang dramatis.</p>
<p style="text-align:justify;">Sejenak kemudian, Lutung Kasarung berubah menjadi Guruminda, seorang pemuda tampan anak dari Sunan Ambu penguasa negeri langit. Selanjutnya, anda pasti tahu akhir ceriteranya.</p>
<p style="text-align:justify;">Siang itu pemeran Purbararang Astrid Fitria Sari bermain lepas dan mampu membawakan karakter Purbararang dengan baik, sebagai ratu yang cantik, dingin dan kejam. Begitu juga Rachmi Awlya bermain apik, memerankan Purbasari yang cantik, anggun, sabar dan berjiwa besar. Mereka dan seluruh pemeran mampu menjanyi dengan artikulasi yang terjaga dengan baik.</p>
<p style="text-align:justify;">Pegelaran ditutup dengan seluruh pemain dan semua yang terlibat muncul dipanggung. Irama musik Pasir Batang menjadi latar belakang, mengentak, meriah dan memberi kesan gegap gempita. Didi Petet muncul terakhir dengan udeng khas Sunda. Sebuah pertunjukan yang menarik dan apik. Selamat buat Didi Petet dan tim pendukungnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>PESAN SPIRITUAL</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Lurung Kasarung memberi pesan jelas, bahwa kesabaran selalu menghasilkan hal-hal positif. Kadangkala kelembutan lebih efektif untuk menundukkan keganasan dan kekerasan. Juga selalu masih ada kekuatan Adi kodrati yang menjadi tumpuan terakhir ketika semua daya upaya sudah dilakukan, tetapi hasilnya tidak optimal. Bahwa kasih sayang dan cinta kasih menghasilkan sesuatu yang positif.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://herulegowo.files.wordpress.com/2012/01/pasir-batang.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-1541" title="Pasir Batang" src="http://herulegowo.files.wordpress.com/2012/01/pasir-batang.jpg?w=287&#038;h=300" alt="" width="287" height="300" /></a>Dan rakyat yang tertekan dan tertindas suatu saat akan melawan balik, dan menjadi kekuatan yang tidak dapat dikendalikan oleh kekuatan dan kekerasan dari penguasa.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang kemudian menjadi renungan, mengapa dalam ceritera rakyat dan legenda, selalu ada kera yang sakti dan berbudi baik? Kera itu biasanya adalah anak Dewa. Di China ada Sun Go Kong. Di India dalam hikayat Rama-Shinta, ada Hanoman yang sebenarnya anak dari Batara Guru dengan Dewi Anjani. Hanoman menjadi penyelamat dan dia akhirnya juga menikah dengan Dewi Trijata anak Rahwana.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan jika nanti Lutung Kasarung dipentaskan lagi, saya sarankan anda menyempatkan diri untuk menyaksikan …jangan lupa loh.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/herulegowo.wordpress.com/1539/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/herulegowo.wordpress.com/1539/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/herulegowo.wordpress.com/1539/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/herulegowo.wordpress.com/1539/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/herulegowo.wordpress.com/1539/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/herulegowo.wordpress.com/1539/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/herulegowo.wordpress.com/1539/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/herulegowo.wordpress.com/1539/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/herulegowo.wordpress.com/1539/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/herulegowo.wordpress.com/1539/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/herulegowo.wordpress.com/1539/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/herulegowo.wordpress.com/1539/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/herulegowo.wordpress.com/1539/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/herulegowo.wordpress.com/1539/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herulegowo.wordpress.com&amp;blog=10840207&amp;post=1539&amp;subd=herulegowo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herulegowo.wordpress.com/2012/01/03/1539/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-8.748056 115.167500</georss:point>
		<geo:lat>-8.748056</geo:lat>
		<geo:long>115.167500</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bf55efadde06b1dd4c4e87bd69fee4c4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">herulegowo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://herulegowo.files.wordpress.com/2012/01/hl.jpg?w=291" medium="image">
			<media:title type="html">HL</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2012/01/1325547356409277084.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">1325547356409277084</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2012/01/13255467851201133294.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">13255467851201133294</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://herulegowo.files.wordpress.com/2012/01/pasir-batang.jpg?w=287" medium="image">
			<media:title type="html">Pasir Batang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Flying is easy</title>
		<link>http://herulegowo.wordpress.com/2011/12/17/flying-is-easy/</link>
		<comments>http://herulegowo.wordpress.com/2011/12/17/flying-is-easy/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Dec 2011 02:47:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Heru Legowo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Features]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herulegowo.wordpress.com/?p=1524</guid>
		<description><![CDATA[Terbang itu kayaknya mudah. Kesan itu muncul ketika saya melihat langsung simulasi terbang dengan Airbus A-330 di Pusat Latihan Garuda di Duri Kosambi. Jumat, 16 Desember 2011 yang lalu saya menghadiri undangan Garuda Indonesia meresmikan penggunaan simulator baru pesawat Airbus A-330 dan Boeing B-737-800 NG di Pusat Latihan Garuda di Duri Kosambi. Dua buah simulator [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herulegowo.wordpress.com&amp;blog=10840207&amp;post=1524&amp;subd=herulegowo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/12/simulator-a330.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1527" title="Simulator A330" src="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/12/simulator-a330.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a>Terbang itu kayaknya mudah. Kesan itu muncul ketika saya melihat langsung simulasi terbang dengan Airbus A-330 di Pusat Latihan Garuda di Duri Kosambi. Jumat, 16 Desember 2011 yang lalu saya menghadiri undangan Garuda Indonesia meresmikan penggunaan simulator baru pesawat Airbus A-330 dan Boeing B-737-800 NG di Pusat Latihan Garuda di Duri Kosambi. Dua buah simulator itu berwarna putih mulus dengan logo Garuda disampingnya, besarnya seukuran truck besar dan ditopang oleh 4 penyangga hidraulik, dan harganya kira-kira USD 20 juta.</p>
<p style="text-align:justify;">Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar dalam sambutannya menyatakan bahwa Garuda Indonesia sedang melakukan program <em>Quantum</em> <em>Leap</em>. Garuda sekarang memiliki 90 pesawat dan pada tahun 2015 nanti akan menjadi 154 buah. Pengadaan simulator ini adalah bagian dalam rangka mempersiapkan SDM Garuda untuk merealisasikan program <em>Quantum</em> <em>Leap</em> tersebut. Beliau juga berterimakasih  kepada General Electric yang menyerahkan pesanan simulator Garuda dengan waktu yang lebih cepat dari yang seharusnya. Konon kontrak ditanda-tangani baru pada bulan Juni dan pada November lalu, simulator itu sudah dipasang di Gedung B Duri Kosambi.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-1524"></span><!--more-->Dalam sambutan berikutnya Wakil Menteri Perhubungan DR. Bambang Susantono menguraikan tentang ekonomi Indonesia yang naik kelas dan mencapai peringkat level investasi. (<em>investment</em> <em>grade</em>). Oleh sebab itu beliau yakin pada tahun mendatang lebih banyak orang yang terbang. Jika tahun ini tercatat 106 juta penumpang pesawat udara, maka tahun depan jumlah itu akan bertambah lagi. Oleh karenanya penghargaan tinggi kepada Garuda  Indonesia yang giat menyiapkan SDM-nya dalam mencapai program <em>Quantum</em> <em>Leap</em>-nya. Ini berarti pelayanan penerbangan akan semakin nyaman dan aman.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah acara sambutan, Wakil Menteri Perhubungan, Direktur Utama Garuda, Direktur Operasi Garuda Capt. Ari Sapari dan beberapa tamu undangan mencoba menggunakan simulator A-330 selama 15 menit. Dari luar simulator yang berukuran hampir sama dengan yang sebenarnya itu, tampak naik turun dan bergerak-gerak diatas 4 penopang hidrauliknya. 15 menit berlalu dan para tamu VIP setelah acara seremonial penyerahan sertifikat Reaady For Training kemudian meninggalkan lokasi menujumke Gedung F untuk menyaksikan latihan crew cabin.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/12/cockpit-simulation.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1530" title="Cockpit simulation" src="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/12/cockpit-simulation.jpg?w=500&#038;h=375" alt="" width="500" height="375" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Didorong perasaan ingin tahu, saya naik ke atas dan ikut masuk melihat &#8220;cockpit&#8221; simulator tersebut. Kebetulan Bpk. Richard &#8211; Direktur Utama GMFAA &#8211; sedang duduk di <em>seat</em> sebelah kanan dan mencoba mengendalikan pesawat Airbus A-330 tersebut.  Dan begitulah, suasananya benar-benar seperti di <em>cockpit</em> pesawat.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada simulasi penerbangan itu di layar depan eh maksud saya di <em>windscreen</em> <em>cockpit</em> tampak di sebelah kiri Bandara Soekarno-Hatta, Towernya yang khas tampak dari kejauhan. Kami berada di ketinggian 4000 kaki dan sedang menurun mendekati <em>final</em> <em>approach</em> Rwy 25 R. Captain Burhan sebagai instruktur tampak sibuk memberi perintah dan arahan, sambil memencet-mencet layar monitor <em>touch</em> <em>screen</em> dibelakang Pak Richard. Dan pesawat melayang dengan anggun mendekati <em>Runway</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Captain Burhan memberi simulasi mesin sebelah kiri mati. Dan segera suara <em>warning</em> berbunyi berulang-ulang dan sebuah tombol disebelah kiri di panel atas menyala merah. Pak Richard menekan tombol dan tombol itu pun pop-out. Mesin sebelah kiri dimatikan. Pesawat terus menurun. Di <em>windscreen</em> tampak <em>runway</em> yang berwarna keabu-abuan dan <em>runway</em> <em>centre</em> <em>line</em> yang putus-putus dan berwarna putih itu seakan-akan bergerak mendekati pesawat. Sementara itu keringgian pesawat oleh komputer disebutkan berturut-turut : 400, 300, 200, 100 &#8230; <em>Retard</em> &#8230; <em>retard</em> &#8230; Dan roda pesawat menyentuh landasan. Pendaratan yang mulus Pak Richard.</p>
<div id="attachment_1534" class="wp-caption alignleft" style="width: 235px"><a href="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/12/touch-down.jpg"><img class="size-medium wp-image-1534" title="Touch down" src="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/12/touch-down.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" width="225" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Final Approach for touch down Rwy 25 R</p></div>
<p style="text-align:justify;">Pada simulasi yang lain, dilakukan pendaratan ketika cuaca berkabut dengan Cat II. Captain Burhan menekan tombol di komputer dan pemandangan di depan windscreen langsung berubah menjadi putih dan buram. Kira-kira seperti itulah keadaannya, jika kita berada di Amsterdam sekarang ini. Putih dimana-mana. Suasana itu pasti membuat jenuh, membosankan dan juga was-was. Pesawat berada di <em>final</em> <em>approach</em> <em>runway</em> sekarang. Tidak tampak apa-apa, hanya putih buram. Captain Burhan bilang nanti <em>runway</em> baru akan kelihatan pada ketinggian 100 kaki. Anda bisa membayangkan bagaimana jika itu terjadi pada keadaan yang sebenarnya?</p>
<p style="text-align:justify;">Dan benar saja pada ketinggian 100 kaki, <em>runway</em> <em>centre</em> line baru kelihatan. Gila! Jadi pilot hanya punya kesempatan sekian detik saja untuk mendarat atau membatalkan pendaratan (<em>go</em> <em>round</em>). Jadi begitu tokh Cat II ini? Kalau Cat III malah sama sekali tidak kelihatan, hanya remang-remang saja pada ketinggian 100 kaki. Ini lebih parah lagi. Pesawat mendarat dengan mulus dan <em>taxy</em> memasuki apron. Ketika sudah mendekati <em>aviobridge</em>, Captain Burhan bilang : &#8220;Jangan di rem, biar saja coba ditabrak!&#8221; Dan &#8230; ketika benar-benar menabrak, <em>windscreen</em> berubah semuanya menjadi merah! Tabrakan! Sayangnya jembatan penghubung antara simulator ke gedung tidak diangkat, sehingga sensasi gerakan pesawat tidak dapat dirasakan. Padahal simulator ini benar-benar dapat mensimulasikan semua keadaan dan situasi seperti yang sebenarnya terjadi.</p>
<div id="attachment_1531" class="wp-caption alignleft" style="width: 297px"><a href="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/12/doga-capt-ari-sapari.jpg"><img class="size-medium wp-image-1531" title="DOGA Capt Ari Sapari" src="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/12/doga-capt-ari-sapari.jpg?w=287&#038;h=300" alt="" width="287" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Capt. Ari Sapari Direktur Operasi Garuda</p></div>
<p style="text-align:justify;">Simulator ini sempurna dan memberi kesan akhirnya pekerjaan pilot hanya mengawasi komputer dan tombol-tombol yang ratusan jumlahnya si <em>cockpit</em>. Jika semuanya berjalan normal, pilot hampir dapat dikatakan tidak bekerja. Semua tugasnya sudah diambil alih oleh komputer. Anda dapat membayangkan bagaimana jika terbang long-haul selama 8-10 jam dan hanya duduk di <em>cockpit, </em>sambil terus mengawasi tombol-tombol itu. Kayaknya cukup membosankan juga ya? Pantas saja pilot gajinya besar!</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut hemat saya, pilot baru bekerja dengan sebenarnya, jika terjadi kondisi anomali atau pada situasi <em>emergency</em>. Baru disitulah pilot bekerja yang sesungguhnya. Dan tentu saja semua orang tidak ingin agar pilot bekerja pada kondisi semacam itu, bukan? <em>Training make perfect. </em>Kata-kata itu benar-benar nyata dan terjadi, di Pusat Latihan Duri Kosambi.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah itu, sebenarnya saya ingin pamit pulang, tapi Sekjen Inaca Bpk. Tengku Burhanuddin mengajak saya untuk lebih dulu ke gedung F. Ketika kami memasuki gedung ini, sedang berlangsung latihan <em>emergency</em> para <em>cabin</em> <em>crew</em>. Situasinya seperti pada pendaratan darurat di perairan (<em>ditching</em>).</p>
<p style="text-align:justify;">Ada sebuah kolam besar dan ditengahnya sudah ada perahu karet berwarna kuning kapasitas 25-an orang. Di sebelahnya ada sepotong pesawat yang tidak utuh. Diatasnya ada semburan air, barangkali simulasi pada kondisi hujan. Lampu putih diatas berkedip-kedip terus menerus dan diiringi suara mesin pesawat. Sungguh sebuah situasi yang dramatis.</p>
<p style="text-align:justify;">Para <em>cabin</em> <em>crew</em>, pramugari sudah memakai pelampung dan satu demi satu terjun lurus ke dalam kolam, mereka berenang dan naik ke perahu karet. Kemudian dengan teriakan-teriakan kecil, mereka berusaha membuka tutup pelindung perahu. Cukup sulit tampaknya, karena licin. Sementara itu dari dari lantai atas, tamu-tamu VIP menyaksikan peragaan ini. Sebentar kemudian mereka berhasil membuka penutup perahu karet dan memasangnya dengan baik. Perahu kemudian ditarik ke tepi kolam, dan mereka berbaris, bersalaman dengan tamu undangan dan berfoto bersama.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/12/perahu-karet.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1528" title="Perahu karet" src="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/12/perahu-karet.jpg?w=500&#038;h=271" alt="" width="500" height="271" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Para <em>cabin</em> <em>crew</em>, pramugari itu ternyata selain cantik juga cekatan melakukan tugas pada kondisi darurat. Rasanya cukup meyakinkan juga jika kita terbang dengan awak cabin yang cekatan seperti itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Hanya saja beberapa kawan saya  yang sering terbang di <em>business class</em>  berkata, kalau di kelas bisnis tidak ada pramugarinya yang ada ibu pramugari! Hehehe &#8230; Kalau ibu pramugari, kira-kira bisa secekatan yang diperagakan itu apa tidak yah?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/herulegowo.wordpress.com/1524/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/herulegowo.wordpress.com/1524/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/herulegowo.wordpress.com/1524/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/herulegowo.wordpress.com/1524/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/herulegowo.wordpress.com/1524/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/herulegowo.wordpress.com/1524/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/herulegowo.wordpress.com/1524/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/herulegowo.wordpress.com/1524/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/herulegowo.wordpress.com/1524/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/herulegowo.wordpress.com/1524/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/herulegowo.wordpress.com/1524/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/herulegowo.wordpress.com/1524/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/herulegowo.wordpress.com/1524/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/herulegowo.wordpress.com/1524/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herulegowo.wordpress.com&amp;blog=10840207&amp;post=1524&amp;subd=herulegowo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herulegowo.wordpress.com/2011/12/17/flying-is-easy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		<georss:point>-8.748056 115.167500</georss:point>
		<geo:lat>-8.748056</geo:lat>
		<geo:long>115.167500</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bf55efadde06b1dd4c4e87bd69fee4c4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">herulegowo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/12/simulator-a330.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Simulator A330</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/12/cockpit-simulation.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Cockpit simulation</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/12/touch-down.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Touch down</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/12/doga-capt-ari-sapari.jpg?w=287" medium="image">
			<media:title type="html">DOGA Capt Ari Sapari</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/12/perahu-karet.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Perahu karet</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pulau Ayer Yang Eksotis</title>
		<link>http://herulegowo.wordpress.com/2011/12/12/pulau-ayer-yang-eksotis/</link>
		<comments>http://herulegowo.wordpress.com/2011/12/12/pulau-ayer-yang-eksotis/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Dec 2011 14:18:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Heru Legowo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Places]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herulegowo.wordpress.com/?p=1456</guid>
		<description><![CDATA[Kepulauan Seribu hampir semua orang tahu, hanya saja barangkali karena letaknya yang dekat maka banyak yang tidak menyempatkan diri untuk mendatanginya. Termasuk saya. Sudah berjalan kemana-mana, malah yang di depan mata tidak sempat untuk didatangi. Dan datanglah kesempatan itu, Jumat 9 Desember 2011 lalu, bersama-sama teman kantor saya mendatangi salah satu pulau dari kepulauan seribu, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herulegowo.wordpress.com&amp;blog=10840207&amp;post=1456&amp;subd=herulegowo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/12/rsz-cottage-3.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1507" title="Rsz Cottage 3" src="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/12/rsz-cottage-3.jpg?w=300&#038;h=199" alt="" width="300" height="199" /></a>Kepulauan Seribu hampir semua orang tahu, hanya saja barangkali karena letaknya yang dekat maka banyak yang tidak menyempatkan diri untuk mendatanginya. Termasuk saya. Sudah berjalan kemana-mana, malah yang di depan mata tidak sempat untuk didatangi. Dan datanglah kesempatan itu, Jumat 9 Desember 2011 lalu, bersama-sama teman kantor saya mendatangi salah satu pulau dari kepulauan seribu, pulau Ayer.<br />
Kami berkumpul di demaga 16 Marina Ancol, 24 orang semuanya. Dan pada sore yang cerah, boat kami bergerak perlahan-lahan meninggalkan dermaga. 4 buah mesin Yamaha dibelakang boat menderu menimbulkan gelombang besar di belakang boat. Saya berada disamping Atun driver boat, dia bilang ombak akan sedikit besar dan waktu tempuh ke Pulau Ayer 20 menit. Di dalam boat terasa agak panas, maka saya beralih ke belakang dan duduk di luar kabin di bagian belakang boat.<br />
<span id="more-1456"></span>Sejenak kemudian Atun menambah throttle dan mesin Yamaha yang berada tepat dibelakang saya menggeram dan boat meluncur dengan cepat. Menurut Ayun kecepatan boat maksimal adalah 30 knots, biasanya hanya dijalankan dengan kecepatan 20-25 knots. Sebentar kemudian boat kami meninggalkan pintu dermaga di sebelah gedung tinggi Ancol Mansion tampak menjulang di kejauhan. Di sebelah kiri ada 3 gedung tinggi berwarna kebiruan. Laut berombak agak besar.</p>
<div id="attachment_1511" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/12/rsz-dermaga-16.jpg"><img class="size-full wp-image-1511" title="Rsz Dermaga 16" src="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/12/rsz-dermaga-16.jpg?w=500&#038;h=333" alt="" width="500" height="333" /></a><p class="wp-caption-text">Dermaga Marina Ancol</p></div>
<p style="text-align:justify;">Di kejauhan tampak siluet beberapa pulau, di kiri kanan ada beberapa kapal yang mendukung bagang diatasnya. Dulu bagang-bagang itu ditancapkan ke laut dan menetap disuatu lokasi. Sekarang nelayan sudah lebih maju. Diatas sebuah kapal berukuran sedang ditempatkan bagang yang melintang panjang. Jadi kapal itu dari jauh seperti mendukung bagang yang melintang diatasnya. Di langit, pesawat tampak berurutan turun menjelang mendarat ke Bandara Soekatno-Hatta.<br />
Tidak terasa 15 menit berlalu, dan Atun mengurangi kecepatan. Di depan kami sebuah pulau yang tidak terlalu besar tampak rimbun ditumbuhi pepohonan. Sebuah dermaga tampak kokoh di pantainya. Atun mendekatkan boat ke dermaga dan sandar dengan mulus. <em>Welcome to Ayer island.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/12/rsz-dermaga-1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1512" title="Rsz Dermaga 1" src="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/12/rsz-dermaga-1.jpg?w=500&#038;h=333" alt="" width="500" height="333" /></a><br />
Pulau Ayer merupakan pulau terdekat dari pantai Jakarta. Pada jaman dahulu menjadi pulau beristirahat Raja dan juga pernah menjadi tempat Presiden bersitirahat. Luasnya sekitar 3 kali lapangan bola. Kami turun dan check in. Saya medapat cottage di Fak-Fak 1. Lokasi, gedung, di Pulau Ayer diberi nama dengan nama Papua, seperti : Randiki, Serui, Ohsibi, Enarotali, Ayamaru, Mamberamo dsbnya. Saya tidak tahu alasannya, mengapa pengelola Ayer menamakan lokasi dan cottage dengan nama-nama di Papua.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah check in, kami diantar ke cottage masing-masing. Cecep salah satu petugas mengantarkan kami ke cottage. Ada lebih dari 30 cottage kayu yang terletak diatas laut (wooden floating cottage), juga ada beberapa cottage yang berada di daratan. Kebetulan Fak Fak 1 berada si laut. Cottage itu dibangun + 3 meter diatas air laut, akses jalan terbuat dari semacam jembatan kayu.<br />
Dari jendela Fak Fak 1 pandangan lepas ke laut, gedung-gedung tinggi di pantai Jakarta keliatan dari jauh. Beberapa kapal bagang tampak bergerak mencari lokasi yang paling sesuai. Di kejauhan ada siluet pulau, Cecep bilang itu pulau Penduduk dan Pulau Bidadari.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/12/rsz-cottage.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1514" title="Rsz Cottage" src="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/12/rsz-cottage.jpg?w=500&#038;h=333" alt="" width="500" height="333" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Setelah menaruh tas punggung, saya sempatkan berjalan mengelilingi pulau Ayer. Pulau Ayer ini memilki pohon-pohon yang tua yang pasti umurnya sudah puluhan tahun. Pohon-pohon itu dipelihara dengan baik dan diberi nama seperti di Kebon Raya Bogor. Ada sebuah landasan helikopter di dekat dermaga, hanya saja tampaknya sudah lama tidak digunakan. Ada panggung yang berbentuk seperti kapal, dan di depannya ada ruang terbuka untuk kegiatan yang diatasnya di tutup dengan tenda besar.</p>
<p style="text-align:justify;">Sekilas, pulau Ayer yang mungil ini cukup tertata dengan apik. Jalan setapak diberi pavement dari cone-block dan dengan sepeda atau jalan kaki kita bisa meng-explore setiap sudut pulau dengan mudah. Ditengah pulau ada gedung tempat karyawan Pulau Ayer tinggal, jumlahnya 100-an orang. Mereka berasal dari berbagai wilayah di Jawa.</p>
<p style="text-align:justify;">Malam harinya ada acara dari kantor. Penyanyi yang cukup seronok diatas panggung membuat acara menjadi hidup dan membuat peserta relaks. Saya mencoba menyusuri pantai Ayer malam hari. Lampu-lampu Jakarta memberi pemandangan yang eksotis. Terpencil atau memencilkan diri sendiri disini memberikan suasana tersendiri. Sejenak kami seperti lepas dari hiruk-pikuk Jakarta. Bulan terang mengambang diatas cottage, dari pantai tampak eksotis dan memperindah malam. Kecipak gelombang air laut yang menyentuh pantai, memberi irama tersendiri. Irama yang terus-menerus tanpa henti sejak jaman dahulu. Dan akan terus begitu.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/12/rsz-pantai.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1517" title="Rsz pantai" src="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/12/rsz-pantai.jpg?w=500&#038;h=333" alt="" width="500" height="333" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Pagi harinya ketika bangun tidur dan menengok ke luar jendela, pantai Ayer berkabut. Jarak pandang kurang dari 100 meter. Jadi pupuslah harapan untuk bisa melihat matahari terbit diatas Jakarta. Setelah kabut menipis, saya keluar dan berjalan mengamati pantai di pagi hari. Dari anjungan pier beberapa kapal nelayan tampak hilir mudik.<br />
Berjalan sebentar di tepi pantai sebentar, terus menuju restoran untuk sarapan. Saya memilih sarapan di dek terbuka diatas laut, diluar restoran. Jakarta tertutup tidak keliatan, sekeliling remang-remang tertutup kabut. Jadi inget di Jimbaran, bedanya kami berada sekitar 3 meter diatas laut sekarang. Sayang sekali, seandainya saja jarak pandangan clear, pasti eksotis sarapan pagi disini.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah sarapan dan cukup membiarkan makanan turun, kami mulai kegiatan berikutnya permainan air, berupa jet ski, banana boat, canoe. Saya mencoba jet ski. Tampaknya melihat teman-teman mengendalikan jet ski cukup mudah. Ahmad pelatih jet ski dari Ciamis mengajari saya bagaimana mengendalikan jet ski ini. Ternyata cukup mudah. Tombol start berwarna merah ada di stang kiri dan tombol gas yang bentuknya seperti picu senapan, ada di stang kanan.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/12/rsz-hl-jetski.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-1513" title="Rsz HL Jetski" src="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/12/rsz-hl-jetski.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a>Ahmad duduk dibelakang saya dan dengan ragu-ragu saya tarik tombol gas. Jet ski merespons dengan baik dan meluncur ke tengah laut. Sebentar kemudian saya sudah mulai bisa menguasai jet ski, seperti naik motor bebek gitulah. Dan ketika saya sudah dianggap cukup mahir, kami menepi Ahmad turun dan Dadang rekan saya naik dibelakang. Dengan yakin saya arahkan jet ski, saya tarik gas, dan jet ski meluncur dengan elegan menyusuri dan pantai Ayer. Keren banget dah.</p>
<p style="text-align:justify;">Rekan-rekan lain bermain banana boat yang ditarik dengan boat menyusuri pantai dan ketengah laut. Setiap kali akan mendarat, pengemudi boat sengaja membalikkan banana boat, dan penungganganya terpelanting masuk ke air laut. Seru! Yang lain bermain canoe. Sayangnya ombak agak besar, dan mereka tidak bisa jauh mendayung. Hanya beberapa meter di bibir pantai.<br />
Siang hari, Cecep memberitahu agar kami bisa check out jam 12.00 karena sudah ada tamu berikutnya. Jadilah setelah membersihkan diri, kami makan siang. Perahu-perahu bagang bergoyang diayun gelombang yang cukup kencang. Setelah menunggu sebentar, boat kami sudah siap di dermaga untuk kembali ke Jakarta.</p>
<p style="text-align:justify;">Jam 2 siang kami semua sudah naik ke boat. Dan perlahan-lahan boat bergerak meninggalkan dermaga Pulau Ayer. Empat mesin Yamaha menderu memecah gelombang dan meninggalkan jejak buih putih yang semakin melebar. Pulau Ayer pun menjauh dari pandangan. Kehidupan akan terus berlangsung, orang datang dan pergi, masing-masing sibuk dengan urusan dan kepentingannya masing-masing.</p>
<p style="text-align:justify;">Boat meluncur semakin cepat, membawa kami kembali menuju hiruk-pikuk Jakarta. Kembali ke alam nyata dan menjalani kehidupan seperti biasanya &#8230; Bagaimanapun Pulau Ayer menjadi salah satu alternatif untuk melupakan sejenak keruwetan dan kemacetan Jakarta. Ayer memberi kesempatan untuk melepaskan penat, lelah dan refresh &#8230;</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/12/rsz-dermaga1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1509" title="Rsz Dermaga" src="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/12/rsz-dermaga1.jpg?w=500&#038;h=333" alt="" width="500" height="333" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/herulegowo.wordpress.com/1456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/herulegowo.wordpress.com/1456/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/herulegowo.wordpress.com/1456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/herulegowo.wordpress.com/1456/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/herulegowo.wordpress.com/1456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/herulegowo.wordpress.com/1456/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/herulegowo.wordpress.com/1456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/herulegowo.wordpress.com/1456/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/herulegowo.wordpress.com/1456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/herulegowo.wordpress.com/1456/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/herulegowo.wordpress.com/1456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/herulegowo.wordpress.com/1456/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/herulegowo.wordpress.com/1456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/herulegowo.wordpress.com/1456/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herulegowo.wordpress.com&amp;blog=10840207&amp;post=1456&amp;subd=herulegowo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herulegowo.wordpress.com/2011/12/12/pulau-ayer-yang-eksotis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-8.748056 115.167500</georss:point>
		<geo:lat>-8.748056</geo:lat>
		<geo:long>115.167500</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bf55efadde06b1dd4c4e87bd69fee4c4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">herulegowo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/12/rsz-cottage-3.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Rsz Cottage 3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/12/rsz-dermaga-16.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Rsz Dermaga 16</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/12/rsz-dermaga-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Rsz Dermaga 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/12/rsz-cottage.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Rsz Cottage</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/12/rsz-pantai.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Rsz pantai</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/12/rsz-hl-jetski.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Rsz HL Jetski</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/12/rsz-dermaga1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Rsz Dermaga</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>RINJANI the sleeping beauty</title>
		<link>http://herulegowo.wordpress.com/2011/12/02/rinjani-the-sleeping-beauty/</link>
		<comments>http://herulegowo.wordpress.com/2011/12/02/rinjani-the-sleeping-beauty/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Dec 2011 08:40:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Heru Legowo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mountains]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herulegowo.wordpress.com/?p=1453</guid>
		<description><![CDATA[Gunung Rinjani dengan ketinggian 3.726 meter diatas permukaan laut merupakan gunung tertinggi ke tiga di Indonesia. Bagi masyarakat suku Sasak Lombok dan suku Bali, Gunung Rinjani dianggap sebagai tempat suci yang merupakan istana para dewa. Trek menuju ke puncaknya rumit, terjal dan sangat memakan tenaga. Oleh karenanya diakui oleh negara2 di dunia sebagai trek yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herulegowo.wordpress.com&amp;blog=10840207&amp;post=1453&amp;subd=herulegowo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1483" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/12/rinjani-menjelang-puncak3.jpg"><img class="size-medium wp-image-1483" title="Rinjani menjelang puncak" src="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/12/rinjani-menjelang-puncak3.jpg?w=300&#038;h=201" alt="" width="300" height="201" /></a><p class="wp-caption-text">Trek berpasir ke puncak Rinjani</p></div>
<p style="text-align:justify;">Gunung Rinjani dengan ketinggian 3.726 meter diatas permukaan laut merupakan gunung tertinggi ke tiga di Indonesia. Bagi masyarakat suku Sasak Lombok dan suku Bali, Gunung Rinjani dianggap sebagai tempat suci yang merupakan istana para dewa. Trek menuju ke puncaknya rumit, terjal dan sangat memakan tenaga. Oleh karenanya diakui oleh negara2 di dunia sebagai trek yang terbaik di Asia Tenggara. Menuju ke puncaknya anda harus sudah mulai berjalan sejak dari bawah. Tidak seperti gunung2 lainnya terutama yang di Jawa, di trek ini tidak ada transportasi yang memudahkan atau memperpendek jarak pendakian. Ada 3 jalur trek menuju ke puncaknya, yaitu melalui Sembalun, Senaru dan Torean. Jika anda ingin langsung ke puncak, sebaiknya mengambil jalur Sembalun. Dengan jalur ini setelah berhenti dan bermalam di Plawangan Sembalun esok paginya anda dapat langsung ke puncak. Waktu tempuh jalur ini adalah 2 hari. Alternatif lain adalah jalur Senaru, jika anda tidak ingin ke puncak dan hanya ingin melihat danau Segara Anak dari Plawangan Senaru di ketinggian 2.641 meter dpl.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-1453"></span>Jalur Torean adalah jalur lama. Penduduk menganggap jalur ini angker sehingga hanya beberapa orang yang cukup punya nyali yang berani melalui jalur ini. Penulis sempat tersesat pada perjalanan pulang dan hampir memasuki jalur ini.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">Tulisan ini menjadi nostalgia perjalanan spektakluler 5 tahun yang lalu yang barangkali tergelitik oleh Ekspedisi Cincin Api yang berlangsung baru-baru ini &#8230;</span></p>
<p style="text-align:justify;">Begitulah kami berangkat Kamis 31 Agustus 2006 jam 04.15 sore.S saya ditemani Priyono dan Wayan Arjana mengambil jalur yang tidak lazim yaitu dari Senaru &#8211; Plawangan Senaru &#8211; Segara Anak -Plawangan Sembalun &#8211; Puncak. Jalur yang sungguh sangat memakan tenaga dan membutuhkan semangat tinggi dan tak kenal lelah. Cuaca cerah dan angin bertiup sepoi ketika kami memulai langkah pertama pendakian ke Rinjani. Sudah sejak lama saya ingin menyapa puncak Rinjani, tetapi baru kali inilah Rinjani mempersilahkan kami untuk melihat puncaknya. <em>Bismillah</em> …</p>
<p style="text-align:justify;"><strong> PLAWANGAN SENARU</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/12/rinjani-rute-trek.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-1493" title="Rinjani Rute Trek" src="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/12/rinjani-rute-trek.jpg?w=230&#038;h=300" alt="" width="230" height="300" /></a>Setelah berjalan mulai jam 07.15 pagi dengan menaklukkan trek yang terjal dan rumit, akhirnya pada jam 12 sampailah kami di   Plawangan Senaru. Segara anak dibawah nampak membiru dengan Gunung Baru berdiri ditengahnya, ajaib semua kecapaian seakan lenyap begitu melihat hamparan keindahan alam yang spektakuler ini. Dengan penuh semangat  saya menaiki puncak bukit tertinggi disekitar daerah ini untuk dapat menikmati keindahan yang menakjubkan ini. Rasanya semua kepenatan dan kecapaian sejak mendaki dari bawah, hilang bersama sejuknya angin yang berhembus membelai pucuk-pucuk pepohonan pinus.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong></strong>Setelah beristirahat sejenak, meminum air sedikit. kami meneruskan perjalanan, kali ini menuruni tebing yang tegak hampir 80 derajat. Menuruni tebing perlu ektra hati-hati, sedikit salah langkah dan terpeleset maka dasar jurang dibawah akan menadahkan tangan menyambut kita. Kami justru sangat berhari-hati pada segmen trek ini. Bertiga saling mengingatkan untuk selalu berhati-hati terutama jika treknya rumit dan berbahaya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>SEGARA ANAK</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya jam 5 sore kami tiba di Danau Segara Anak.  Danau dengan luas 200 Ha ini dipercaya masyarakat menyimpan berbagai misteri dan kekuatan gaib. Masyarakat percaya disinilah komunitas mahluk gaib bermukim. Dan masyarakat juga percaya apabila Danau Segara Anak terlihat luas menandakan bahwa usia orang melihat akan panjang, sebaliknya jika nampak sempit maka usianya pendek. Pantangan ketika berada disana adalah tidak boleh melakukan hubungan suami-isteri, tidak boleh berkata kotor, jangan mengeluh, dan harus tetap sabar dalam menghadapi tantangan Segara Anak memiliki pesona tersendiri,  airnya yang tenang dinaungi bayangan Gunung Baru memberikan suasana spiritual yang dalam.</p>
<div id="attachment_1490" class="wp-caption alignleft" style="width: 312px"><a href="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/12/rijani-segara-anak1.jpg"><img class="size-full wp-image-1490 " title="Rijani Segara Anak" src="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/12/rijani-segara-anak1.jpg?w=500" alt=""   /></a><p class="wp-caption-text">Segara Anak dari Plawangan Senaru</p></div>
<p style="text-align:justify;">Beberapa orang nampak memancing di depan tenda-tenda di belakang mereka. Di tebing yang agak tinggi sekelompok mayarakat Bali sedang melakukan upacara <em>Nunas Tirta,</em> mencari air suci untuk melakukan ritual tertentu. Suara gemerincing lonceng kecil di tangan pedanda menimbulkan suasana magis tersendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Memperhatikan danau di ketinggian selalu menimbulkan rasa yang religius dan sensasi yang luar biasa. Rasanya hampir tak percaya, sekarang kami berada di tepi danau yang sebelumnya hanya pernah penulis lihat di TV dan foto di majalah. Lasadi mendirikan tenda. Setelah melepaskan lelah, kami mencoba mandi air panas dibelakang tenda kami.</p>
<p style="text-align:justify;">Mata air panas masyarakat menyebutnya <em>Aiq Kalaq</em> dipercaya masyarakat dapat menyembuhkan penyakit, juga sebagai uji coba kesaktian suatu senjata. Jika senjata dicelupkan kedalam <em>aiq kalaq</em> menjadi lengket berarti senjata tersebut tidak cukup mempunyai “tuah” Airnya panas sekali, yang membuat bingung adalah karena jika berendam airnya terasa panas, sedangkan bagian badan yang berada dimuka air terasa dingin karena tiupan angin. Akhirnya saya memaksakan diri berendam di dalam air. Panas sekali. Tetapi dibawah pancuran air panas tumpahan airnya yang mengenai kepala dan tengkuk sangat menyegarkan dan menghilangkan penat dan letih.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/12/rinjani-sembalun-lawang-11.jpg"><img class="size-medium wp-image-1497 alignleft" title="Rinjani Sembalun Lawang 1" src="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/12/rinjani-sembalun-lawang-11.jpg?w=300&#038;h=201" alt="" width="300" height="201" /></a>Malam hari,  bulan separo yang dikelilingi bintang-bintang nampak sangat terang, barangkali karena sekelilingnya sungguh gelap dan pekat. Api unggun tidak cukup kuat menyaingi sinar bulan yang jernih menyentuh pucuk-pucuk pohon pinus. Di punggung gunung Sangkareang di belakang tenda, tampak terjadi kebakaran. Penulis bertanya kepada Lasadi siapa yang membakar di tempat yang sangat tinggi itu? Lasadi hanya menjawab pelan : ”Itu pekerjaan yang “punya” gunung !” Ha ?</p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>PELAWANGAN SEMBALUN</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Jam 11.00 setelah dengan penuh hati-hati meniti tebing yang terjal, sampailah kami di Plawangan Sembalun. Matahari sangat cerah dan Rinjani bagaikan gadis cantik yang berbaring miring dengan “kepalanya” menengok dan melirik kebawah memperhatikan para pendaki yang ingin bertemu dengannya. Punggungnya dihiasi cerukan-cerukan yang curam dengan beberapa pohon pinus yang sudah mulai jarang2. Dikakinya ada sebuah gua, tapi yang tampak hanya mulutnya yang menganga. Gua susu. Konon karena bentuk batunya seperti puting, maka dinamakan begitu.</p>
<div id="attachment_1494" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/12/rinjani-tepi-danau.jpg"><img class="size-medium wp-image-1494" title="Rinjani tepi danau" src="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/12/rinjani-tepi-danau.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Wayan, Priyono Lasadi dan Jumanom masak nasi</p></div>
<p style="text-align:justify;">Lasadi &amp; Jumanom sudah dari tadi sampai, kami ketinggalan jauh. Kami segera beristirahat di bawah pohon pinus, suara angin yang bertiup kencang membentur pohon-pohon pinus menimbulkan suara menderu yang keras mendirikan bulu roma. Danau Segara Anak sudah tidak keliatan, tertutup awan putih tebal seakan-akan busa raksasa yang menghampar menutupi lembah. Di Plawangan Sembalun ada sebuah mata air. Setelah melepaskan penat kami turun, ambil air dan membersihkan badan.</p>
<p style="text-align:justify;">Air yang menetes dari mata air di ketinggian 2.639 M ini dingin, sungguh sangat segar dan nikmat. Sebenarnya ingin mandi, tetapi puluhan monyet berkerumun di sekitar mata air, mereka bersiap-siap mengambil segala sesuatu yang tertinggal. Menurut Lasadi, mereka nggak nakal, tetapi saya tetap saja tidak berani ambil resiko. Monyet-monyet itu selalu bergerak dan mencoba mendekat untuk mengambil sesuatu atau barang2 yang jauh dari jangkauan. Lasadi &amp; Jumanom mempersiapkan makan siang, ditengah keletihan yang mulai memuncak nasi panas dan mie kuah yang mereka hidangkan jadi kurang menarik, tetapi kami harus makan agar punya energi untuk naik.</p>
<p style="text-align:justify;">Sore hari, para pendaki mulai berdatangan. Aneh sungguh di ketinggian ini berkumpul pendaki dari hampir dari semua bangsa, mereka berasal dari Amerika, Inggris, Denmark, Belanda, Austria, Perancis, Belgia, Australia dan Jepang. Menjelang matahari tenggelam mereka bersiap di tepian tebing dengan kamera masing-masing.</p>
<div id="attachment_1489" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/12/rinjani-sembalun-lawang-sunset-rsz.jpg"><img class="size-full wp-image-1489" title="Rinjani Sembalun Lawang sunset rsz" src="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/12/rinjani-sembalun-lawang-sunset-rsz.jpg?w=500&#038;h=331" alt="" width="500" height="331" /></a><p class="wp-caption-text">Plawangan Sembalun, titik di sebelah matahari adalah Gunung Agung di Bali</p></div>
<p style="text-align:justify;">Matahari bergerak turun, hamparan awan menjadi latar depan dan  disebelah kirinya nampak puncak Gunung Agung di Bali. Begitu matahari tenggelam kesenyapan langsung menyergap Plawangan Sembalun. Angin gunung menderas menimbulkan suara menderu yang mendirikan bulu roma. Dan situasi sekeliling berubah menjadi temaram dan syahdu. Berbeda dengan di perkotaan, karena tidak ada lampu-lampu, perubahan siang ke malam menjadi sangat kontras dan sangat nyata. Gelap dan dingin mulai menyergap. Saya bergegas memasuki tenda, sambil minta Lasadi untuk menyiapkan minuman panas.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>MENUJU PUNCAK</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dari beberapa pendaki yang sudah berhasil ke atas, rata-rata diperlukan waktu 3 jam, dari posisi Plawangan Sembalun. Awalnya dengan kami merencanakan untuk ke puncak jam 2 malam, dengan harapan jam 7 sudah akan sampai di puncak. Angin gunung bertiup kencang menimbulkan suara gemerasak ketika membentur pohon pinus, menimbulkan perasaan kecil di ketinggian 2.639 meter. Bulan separuh bersinar sangat terang dengan taburan bintang yg sangat indah di sekelilingnya. Fenomena yang sangat fantastis, karena tidak ada secuilpun lampu buatan manusia, kecuali beberapa api unggun yang dibuat pendaki untuk menghangatkan badan atau sekedar membuat mie untuk persiapan naik.</p>
<p style="text-align:justify;">Dibalik tenda dengan pakaian rangkap 5 : jaket penahan dingin dan berada didalam kantong tidur penulis masih juga kedinginan. Kain tenda bergetar keras karena tiupan angin, suaranya masih tetap mengecutkan hati. Jam 2 malam penulis keluar tenda menyiapkan diri dengan semua peralatan, lampu, air, kamera dan lainnya. Siangnya penulis sempat minta Lasadi untuk membuat tongkat untuk jalan ke puncak.</p>
<p style="text-align:justify;">Jam 02.30 dini hari rombongan pertama dari bawah dengan beberapa bule dengan pemandu mulai bergerak naik. Saya dengan beberapa pendaki mengikuti dari belakang. Begitu lepas dari tenda, para pendaki langsung berhadapan dengan dengan trek yang keras, medan yang sulit, terjal dan keras. Sebenarnya setelah beberapa puluh langkah, saya sudah mau beristrirahat lebih dahulu tetapi dibelakang saya anak2-anak muda yang masih kuat dan bertenaga, jadi malu kalau harus berhenti sebentar.</p>
<div id="attachment_1488" class="wp-caption alignleft" style="width: 331px"><a href="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/12/rinjani-menjelang-puncak-wayan1.jpg"><img class="size-full wp-image-1488 " title="Rinjani menjelang puncak wayan" src="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/12/rinjani-menjelang-puncak-wayan1.jpg?w=500" alt=""   /></a><p class="wp-caption-text">Puncak Rinjani bersama Wayan dan Priyono</p></div>
<p style="text-align:justify;">Alhamdulillah matahari timbul di ufuk timur, muncul dari balik kalderanya Gunung Tambora di Sumbawa. Paling tidak sebentar lagi tidak kedinginan, namun angin gantian bertiup kencang. 500 m menjelang puncak, saya mulai harus mengempos semangat. Treknya berupa pasir berbatu. Setiap kali diinjak permukaannya turun dan melorot kebawah. Sungguh sangat memakan tenaga. Saya sudah tidak mau melihat ke puncak karena rasanya nggak jalan-jalan. Saya melihat jam dan membuat target sendiri, sebuah batu kira2 100 meter harus bisa dicapai dalam 15 menit. Eh, ketika 15 menit berlalu, jaraknya tidak berkurang dan batu itu rasanya masih juga ada ditempatnya. Perlahan tetapi pasti, setiap 5 langkah dengan dibantu tongkat penulis berhenti. Syukurlah Lasadi telah membuat sebuah tongkat penopang yang sungguh sangat membantu.</p>
<p style="text-align:justify;">Di belakang penulis Brian 27 tahun dari Amerika, dari langkahnya sebenarnya dia sudah akan menyerah. Barangkali melihat kenekadan penulis dia tetap berjalan dibelakang penulis. Temennya yang sama-sama naik dan sudah mulai turun meragukan Brian dan bertanya : <em>“Are you sure you wanna continue to go up?”</em> Brian menunjuk penulis dan berkata : <em>“Yes, I still have a friend”</em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>PUNCAK RINJANI</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Jam 07.45 setelah menghentakkan semua tenaga dan semangat dan nafas yang hampir putus, tibalah kami di puncak. Saya segera melakukan sujud syukur dan tiba-tiba saja rasa haru merasuk dan menguasai dengan kuat. Di usia 51 tahun Allah Swt masih memperkenankan penulis untuk melihat sebagian kecil dari karyaNya dan semakin menyadarkan penulis bahwa sebenarnya manusia bukanlah apa-apa dihadapanNya! Membutuhkan 3 malan dan 4 hari untuk sampai disini, padahal ini baru Lombok hanya sebagian kecil dari Indonesia. Bagaimana dibandingkan dengan alam semesta?</p>
<div id="attachment_1484" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/12/rinjani-the-summit1.jpg"><img class="size-full wp-image-1484" title="Rinjani the-summit" src="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/12/rinjani-the-summit1.jpg?w=500&#038;h=332" alt="" width="500" height="332" /></a><p class="wp-caption-text">Akhirnya, di puncak Rinjani gunung ke tiga tertinggi di Indonesia</p></div>
<p style="text-align:justify;">Saya tertunduk dan berlutut, kemudian bersujud. Semua kesombongan dan kehebatan luruh di depan alam yang maha hening ini. Diatas sini, saya bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa. Tanpa terasa air mata menitik dan penulis menyerukan takbir di puncak Rinjani, 3,726 m diatas permukaan laut ! Perasaaan ini sungguh mengharu-biru dan menguasai emosi begitu kuat. Luar biasa.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah lepas dari perasaan itu, kemudian saya memperhatikan sekeliling. Langit biru bersih, karena awan berada jauh dibawah. Puncak Rinjani tidak begitu luas, <span style="text-decoration:underline;">+</span> hanya 5 X 10 meter. Gunung Baru dibawah keliatan coklat kemerahan seakan muncul dari permukaan air Segara Anak yang airnya nampak biru kehitaman. Dilatar depan ada rengkahan gunung dengan tebing yang terjal, dan di sebelah utara 2 buah pulau nampak keliatan jelas ditepian pantai utara Lombok. Memperhatikan dasar kepundan Rinjani keliatan jauh dibawah menimbulkan citra mengerikan, jika membayangkan seandainya tergelincir kesana.</p>
<p style="text-align:justify;">Di ketinggian ini saya bertemu Mr. Shim dari Tokyo. Yang mengagetkan beliau berusia 61 tahun ! Hebat benar di usia se tua itu, kakek Shim masih segar, tegar, optimis dan nampak bahagia berada di puncak Rinjani. Ternyata masih ada yang lebih tua dari saya dan berada disini dalam kondisi fisik yang lebih baik. Hebat Mr. Shim.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>PERJALANAN TURUN</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Setelah berhasil ke puncak, kami segera turun ditengah sengatan sinar matahari pagi dan tiupan angin yang kencang menusuk kulit. Sebaiknya memang jangan berlama2 di puncak. Kami sungguh <em>excited</em> dapat menyentuh puncak Rinjani. Ketika turun barangkali karena terlampau, yakin kami tersesat masuk jalur ke Torean, untunglah kami segera cepat ambil keputusan untuk kembali, kalau tidak barangkali kami hilang di jalur Torean yang angker itu!</p>
<div id="attachment_1487" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/12/rinjani-segara-anak-r.jpg"><img class="size-full wp-image-1487" title="Rinjani Segara-anak R" src="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/12/rinjani-segara-anak-r.jpg?w=500&#038;h=332" alt="" width="500" height="332" /></a><p class="wp-caption-text">Segara Anak dari 500 meter menjelang puncak Rinjani</p></div>
<p style="text-align:justify;">Rinjani, sebagian warga menganggapnya sebagai penunggu pulau Lombok, dan mereka melakukan upacara ritual yang mereka percayai akan menyelamatkan Lombok dan lingkungannya. Bagaikan gadis cantik yang masih tidur, rasanya masih banyak yang dapat dilakukannya. Sampai suatu saat dia “terbangun” menarik dunia pariwisata dan mengundang semakin banyak orang yang datang mengunjunginya.</p>
<p style="text-align:justify;">Mudah-mudahan &#8230;.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/herulegowo.wordpress.com/1453/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/herulegowo.wordpress.com/1453/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/herulegowo.wordpress.com/1453/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/herulegowo.wordpress.com/1453/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/herulegowo.wordpress.com/1453/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/herulegowo.wordpress.com/1453/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/herulegowo.wordpress.com/1453/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/herulegowo.wordpress.com/1453/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/herulegowo.wordpress.com/1453/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/herulegowo.wordpress.com/1453/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/herulegowo.wordpress.com/1453/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/herulegowo.wordpress.com/1453/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/herulegowo.wordpress.com/1453/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/herulegowo.wordpress.com/1453/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herulegowo.wordpress.com&amp;blog=10840207&amp;post=1453&amp;subd=herulegowo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herulegowo.wordpress.com/2011/12/02/rinjani-the-sleeping-beauty/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		<georss:point>-8.748056 115.167500</georss:point>
		<geo:lat>-8.748056</geo:lat>
		<geo:long>115.167500</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bf55efadde06b1dd4c4e87bd69fee4c4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">herulegowo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/12/rinjani-menjelang-puncak3.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Rinjani menjelang puncak</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/12/rinjani-rute-trek.jpg?w=230" medium="image">
			<media:title type="html">Rinjani Rute Trek</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/12/rijani-segara-anak1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Rijani Segara Anak</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/12/rinjani-sembalun-lawang-11.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Rinjani Sembalun Lawang 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/12/rinjani-tepi-danau.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Rinjani tepi danau</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/12/rinjani-sembalun-lawang-sunset-rsz.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Rinjani Sembalun Lawang sunset rsz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/12/rinjani-menjelang-puncak-wayan1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Rinjani menjelang puncak wayan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/12/rinjani-the-summit1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Rinjani the-summit</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/12/rinjani-segara-anak-r.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Rinjani Segara-anak R</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>The Spiritual Side of Golf</title>
		<link>http://herulegowo.wordpress.com/2011/12/02/the-spiritual-side-of-golf/</link>
		<comments>http://herulegowo.wordpress.com/2011/12/02/the-spiritual-side-of-golf/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Dec 2011 05:57:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Heru Legowo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herulegowo.wordpress.com/?p=1258</guid>
		<description><![CDATA[Saya bukan pemain GOLF. Tapi terus berusaha untuk dapat memahami filosofinya. Banyak yang berkata GOLF is Games of Love and Feeling. Seyogyanya aplikasinya berangkat dari dua kata penuh makna tersebut : LOVE &#38; FEELING. Love pada pemahaman saya adalah sesuatu yang abstract &#38; intangible, tetapi menyentuh langsung hati nurani. Demikian juga halnya Feeling. Feeling tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herulegowo.wordpress.com&amp;blog=10840207&amp;post=1258&amp;subd=herulegowo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/12/golf.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1502" title="Golf" src="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/12/golf.jpg?w=500" alt=""   /></a>Saya bukan pemain GOLF. Tapi terus berusaha untuk dapat memahami filosofinya. Banyak yang berkata GOLF is Games of <em>Love and Feeling</em>. Seyogyanya aplikasinya berangkat dari dua kata penuh makna tersebut : LOVE &amp; FEELING.<em> Love</em> pada pemahaman saya adalah sesuatu yang abstract &amp; intangible, tetapi menyentuh langsung hati nurani. Demikian juga halnya <em>Feeling</em>. <em>Feeling</em> tidak bisa dipaksakan dan dipengaruhi orang lain. <em>Feeling is really come out from your own deep heart</em>. Hanya anda sendiri yang mengerti dan memahami keberadaannya. Hanya anda sendiri yang tahu dengan jujur, apakah anda melakukan sesuatu dengan atau tanpa kedua hal tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi permainan yang mengandalkan <em>Love &amp; Feeling</em> ini sungguh luar biasa! Seyogyanya permainan ini tidak mengenal segala sesuatu yang bertentangan dengan dua hal tersebut. Anda harus mendasarkan semuanya berdasarkan cinta dan perasaan. Ini benar-benar luar biasa. Oleh sebab itu, banyak terjadi <em>deal-deal</em>, pertemanan, relationship, <em>contact businesss</em> yang terjadi di <em>fairway</em>, di lapangan golf. Dari arena yang berada pada situasi <em>Love &amp; Feeling</em>, pasti akan terjadi hal-hal positif yang menjadi manfaat bagi semua yang bermain; dan yang melakukannya dengan cinta dan perasaan.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-1258"></span>Dalam hal pukulan, golf juga mencerminkan kepribadian masing-masing. Keikhlasan, ketulusan selain konsentrasi dan latihan juga ikut menentukan keberhasilan suatu pukulan. Meskipun demikian, tangan Tuhan masih juga menentukan pada permainan golf ini. Sebagai contoh : bagaimana pun hebat dan kerasnya seorang golfer berlatih, ternyata <em>Hole in One</em> bukan semata-mata hasil dari suatu latihan. Saya belum pernah dengar (mudah-mudahan saya salah) bahwa Tiger Woods pernah mendapatkan pukulan Hole in One. Golfer se kaliber Tiger Woods pun belum pernah memperoleh hole in one!</p>
<p style="text-align:justify;">Secara spiritual permainan Golf bagaikan perjalanan kehidupan kita. Jika kita berbuat baik, tidak macam-macam, berlatih baik, konsentrasi, maka hasilnya akan maksimal. Target yang paling rendah adalah Par. Jika anda berlatih terus dan konsentrasi penuh, maka anda akan mendapkan<em> Birdie</em> atau bahkan <strong><em>Eagle</em></strong>. Tetapi jika anda kurang latihan, tidak konsentrasi, atau anda seorang pemain pro (protokoler = yang hanya bermain karena menemani boss anda), maka pukulan anda akan OB, bola golf anda akan masuk ke bunker atau ke kolam penghalang yang ada di fairway di depan mata kita. Dalam kehidupan sehari-hari kurang lebih juga begitu. Anda banyak memukul tetapi hasilnya sedikit! Introspeksilah.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/12/golf-bola.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-1503" title="GOLF bola" src="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/12/golf-bola.jpg?w=300&#038;h=217" alt="" width="300" height="217" /></a>Pada sisi yang lain, <em>Hole ini One</em> juga ibarat perjalanan hidup seseorang. Dari <em>tee-off</em> (awal kelahiran), sampai dengan hole (liang lahat); hanya berlangsung dalam sekali pukulan. Tanpa ada masalah yang berarti. Sekali pukul dan anda mendapatkan hadiah yang luar biasa! Jika Allah Swt merestui, walaupun anda tidak jago-jago amat, maka hanya dalam sekali pukul bola anda akan masuk ke lubang! Dan anda akan mendapat hadiah yang jumlahnya atau bentuknya mengagetkan! Itu adalah hadiah dari sebuah keberuntungan. Itu adalah hadiah langsung dari Allah Swt, bukan semata-mata karena pukulan anda!!!</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi bersyukurlah anda yang bermain dengan cinta dan perasaan. Semoga Allah SWT merestui dan meridhai anda semuanya. Amin.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/herulegowo.wordpress.com/1258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/herulegowo.wordpress.com/1258/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/herulegowo.wordpress.com/1258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/herulegowo.wordpress.com/1258/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/herulegowo.wordpress.com/1258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/herulegowo.wordpress.com/1258/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/herulegowo.wordpress.com/1258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/herulegowo.wordpress.com/1258/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/herulegowo.wordpress.com/1258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/herulegowo.wordpress.com/1258/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/herulegowo.wordpress.com/1258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/herulegowo.wordpress.com/1258/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/herulegowo.wordpress.com/1258/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/herulegowo.wordpress.com/1258/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herulegowo.wordpress.com&amp;blog=10840207&amp;post=1258&amp;subd=herulegowo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herulegowo.wordpress.com/2011/12/02/the-spiritual-side-of-golf/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-8.748056 115.167500</georss:point>
		<geo:lat>-8.748056</geo:lat>
		<geo:long>115.167500</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bf55efadde06b1dd4c4e87bd69fee4c4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">herulegowo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/12/golf.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Golf</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/12/golf-bola.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">GOLF bola</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>From Selaparang to Lombok International Airport</title>
		<link>http://herulegowo.wordpress.com/2011/10/15/from-selaparang-to-lombok-international-airport/</link>
		<comments>http://herulegowo.wordpress.com/2011/10/15/from-selaparang-to-lombok-international-airport/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Oct 2011 11:30:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Heru Legowo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Airports]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herulegowo.wordpress.com/?p=1430</guid>
		<description><![CDATA[Friday, 30 September 2011 became a historic day for the airport of Selaparang, and in fact, a historic day for Lombok and NTB in general. From 18:00 hours that day the Selaparang Airport was officially closed to all flights. This airport was to be moved to Lombok International Airport which is located in the south [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herulegowo.wordpress.com&amp;blog=10840207&amp;post=1430&amp;subd=herulegowo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/10/ami-the-old-tower.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1432" title="AMI---the-old-Tower-" src="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/10/ami-the-old-tower.jpg?w=163&#038;h=240" alt="" width="163" height="240" /></a>Friday, 30 September 2011 became a historic day for the airport of Selaparang, and in fact, a historic day for Lombok and NTB in general. From 18:00 hours that day the Selaparang Airport was officially closed to all flights. This airport was to be moved to Lombok International Airport which is located in the south of Praya, precisely in the vicinity of three villages Tanak Awu, Pujut and Penujak in Central Lombok. Its location is 40 km from  Selaparang.</p>
<p style="text-align:justify;">I accidentally came on this last day of Selaparang Airport Lombok. What an opportunity, it became the final landing for me in Selaparang. As someone who had once co-managed Selaparang, there was an established emotional bond between me and this a small but artistic airport.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-1430"></span>So on that sunny morning, the weather was nice, as the stewardess announced the airplane would soon be landing at the airport Selaparang, through the window of a Boeing, I looked out. To the left were the three islands that became a visible trade-mark of Lombok, namely the Gili Air, Gili Meno and Gili Trawangan. Having a stunning west coast, I sincerely think that Lombok is more beautiful than Bali. With the road that is located on a hill side by side with a blue beach below, Lombok always manage to force passers-by to stop and take pictures. More especially as one looks into the winding shore, great white sand with non-stop waves. Easily, there is a distinct sensation of being amidst such beauty.</p>
<p style="text-align:justify;">Garuda Indonesia Boeing 737-800 NG Flight GA430, registration number PK-GEM, smoothly landed onto Runway 10. As I got out of the plane and walked down the stairs onto the apron, the Tower of Selaparang relics of the past showed of a look, still as dignified. Unique for Indonesia, Selaparang&#8217;s Tower stairs are located outside, and not inside the building Tower, probably as proof of architecture of a heritage long passed.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/10/ami-the-banner.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-1435" title="AMI-the-banner" src="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/10/ami-the-banner.jpg?w=500" alt=""   /></a>On the apron, several passengers took pictures of themselves standing in front of the posted signage of Selaparang Airport and in front of the terminal where a blue banner notified everyone that starting from 18.00 hours that day, Selaparang Airport would cease operations and beginning October 1, 2011, the airport would move to Lombok International Airport.</p>
<p style="text-align:justify;">I wandered briefly at the tiny airport, respecting the busyness that would soon cease. Soon, there would be no more Selaparang Airport, its history will soon be over. How sad.</p>
<p style="text-align:justify;">Later that afternoon, with the officials and staff Selaparang Airport, I made time to go watch the last flight that took off from the airport Selaparang. Boeing 737-800 NG moved from its parking stand. Swiftly the plane taxied toward the runway, I could feel so real inside me, how Airport Selaparang felt like dying, unavoiding the end point.</p>
<div id="attachment_1434" class="wp-caption aligncenter" style="width: 478px"><a href="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/10/ami-the-last-flight-garuda1.jpg"><img class="size-full wp-image-1434   " title="AMI-the-last-flight-Garuda" src="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/10/ami-the-last-flight-garuda1.jpg?w=500" alt=""   /></a><p class="wp-caption-text">The last light and the last flight of Garuda will leaving shortly</p></div>
<p style="text-align:justify;">As the dim afternoon sun began to fade, the last plane, the Garuda, taxying passed the Selaparang Airport Tower. At the airport apron, I can see that almost everyone of the officers were out of their stations, spilling onto the apron, busy with each HP cameras and photographing the historic end of a beloved airport. Among them, there was Director of Airport Technic Mr. Bambang Tjahyono Directorate General of Transportation together with his staff, busily photographing and directing the camera to the plane as it took off. Very concerned with the transfer of this airport, he was a person who worked hard to make the transfer process of the airport ran smoothly.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/10/peta-lombok.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1451" title="Peta Lombok" src="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/10/peta-lombok.jpg?w=500" alt=""   /></a>That afternoon under the darkening twilight, promptly at 17:50 Captain Aji Saputro piloted a Garuda Indonesia Boeing 737-800 Boeing PK-GEL to take off on airport runway of  Selaparang for the last time. I could feel the sadness as I observed a small airport and beautiful such as this, ending its responsibility, after more than 50 years of functioning as a change-agent between the air and ground modes of transportation, the traffic of people and goods as well as the gateway of NTB Lombok.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Moving Procession</strong><strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;">In the evening at 19:00 hours, there was a small ceremony, acting as the release process of emigration to the new airport. In front of the VIP Room there was a stage backdrop of &#8220;Boyongan Selaparang Airport Lombok International Airport&#8221;. In the event, the Deputy Mayor of Mataram gave a farewell speech and then pulled out the traditional spear as a symbol of heritage of Airport Selaparang emigration to a new location. After the procession, we celebrated in firecrackers and fireworks party at the VIP Room page.</p>
<p style="text-align:justify;">That night, the sky above the Selaparang Airport was colored &#8211; iridescent sound of firecrackers exploded one after another. Then, the symbolic spear heritage was taken in a convoy of cars, meandering joyfully toward the long-BIL. Along the way, more firecrackers and fireworks were shot into the air, making it all so lively.</p>
<div id="attachment_1436" class="wp-caption aligncenter" style="width: 490px"><a href="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/10/bil-terminal-pax-night.jpg"><img class="size-full wp-image-1436  " title="BIL-Terminal-Pax-night" src="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/10/bil-terminal-pax-night.jpg?w=500" alt=""   /></a><p class="wp-caption-text">LIA Terminal Passenger at night</p></div>
<p style="text-align:justify;">At 9 pm the parade of motors entered the Lombok International Airport. An amazingly lengthy procession, where the front car all the way until the police guards at the tail, were all lined right in front of Passenger Terminal; the rearmost car then drove off the highway and into the airport entrance.</p>
<p style="text-align:justify;">The mosque in front of the existing Airport gave a special greeting. The Central Lombok Regent Suhaili welcomed the traditional spear, which he regarded as heirloom, and put it majestically in a bowl. This was said to symbolize how the people of Central Lombok were now ready to accept the transfer from Mataram airport to the new location today.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>The first landing</strong><strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;">On the Saturday, October 1, 2011 it was sunny and slightly cloudy blue sky above the village of Penujak. Once again, another truly historic day for NTB especially Central Lombok. That day saw the first flight landing into the Lombok International Airport. At 10:13 hours a Boeing B-New Generation 737-800, registration PK-GEL flight number GA-432A landed for the first time on the Earth of Central Lombok. Captain Setia Budi landed the plane smoothly from Runway 13.</p>
<div id="attachment_1438" class="wp-caption aligncenter" style="width: 490px"><a href="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/10/bil-the-first-garuda-landed1.jpg"><img class="size-full wp-image-1438  " title="BIL-the-first-Garuda-landed" src="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/10/bil-the-first-garuda-landed1.jpg?w=500" alt=""   /></a><p class="wp-caption-text">The first Boeing B-737 NG garuda Indonesia landed at LIA</p></div>
<p style="text-align:justify;">Previously at the briefing, it was planned to conduct an actual low-pass at the location where the plane landed but it did not immediately make a motion to fly low over the runway, before turning in to land. For some reason this plan was canceled. Well, probably because the plane was carrying the Governor of NTB, Director General of Civil Aviation Harry Bhakti, Director General of Tourism, the Mayor of Mataram and several other high officials.</p>
<p style="text-align:justify;">Dust billowed strongly when the plane wheels first hit the runway, yet then the Garuda plane glided smoothly with grace. Upon entering the apron, the aircraft engine bursts off such dust that might have been caused by smoke not being fully cleaned. The plane parked in front of the aerobridge, but did not use it because the welcoming ceremony was to be held at the apron by the Regent of Central Lombok.</p>
<div id="attachment_1442" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/10/bil-main-gate.jpg"><img class="size-full wp-image-1442" title="BIL-main-gate" src="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/10/bil-main-gate.jpg?w=500&#038;h=273" alt="" width="500" height="273" /></a><p class="wp-caption-text">The main gate of Lombok International Airport</p></div>
<p style="text-align:justify;">In his welcoming address, the Regent of Central Lombok guaranteed operational security of the Lombok International Airport. He explained that his ancestors had once predicted that one day in Central Lombok, there would be many perched <strong><em>Kediye</em></strong> <strong><em>Bantong</em></strong> &#8211; dragonflies and there it was, that very day, a kind of animal like Kediye Bantong actually landed on the soil of Central Lombok.</p>
<p style="text-align:justify;">Governor of NTB also guaranteed to provide airport security operations in Central Lombok. With diplomacy he said that in this world there was actually no area with completely safety, security and zero interference. If anything, then all can be controlled by legal means, through consensus, agreement and discussion to find a way out and the solution. Hopefully the commitment of the rulers of this area can actually be implemented in the field, so the management of PT Lombok International Airport, Angkasa Pura I, can run the airport operations with ease.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Airport Operations</strong><strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Outside the terminal, the combined security of Air Force, Police, Army and Security Airports were working hard to secure the airport. This was really an unusual once-a-lifetime event, therefore the public and residents around the airport tried to get as close as possible to be able to see firsthand the Garuda Indonesia Boeing. People came and crowded around the airport, making the security guards work extra hard.</p>
<p style="text-align:justify;">And it came to pass, the Passenger Terminal turned into a night market. The public piled, crammed and the passenger terminal was overflowing with traditional master peddlers selling various goods. In no time, the passenger terminal of BIL became the new traditional market, where people sold peanuts, soft drinks, roasted corn, balloons and some even selling durian &#8230; such buzz! The concentration of officers was focused onto keeping the people to not enter the Airside. It was no easy task. In front of the terminal, the curb-side parking cars were lining irregularly.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/10/bil-check-in-counter1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1449" title="Check-In-counter of Lombok International Airport" src="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/10/bil-check-in-counter1.jpg?w=500&#038;h=326" alt="" width="500" height="326" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">The distance to Mataram Lombok International Airport is 35 km, to Senggigi 45 km. This became an operational constraint at the beginning of the airport operations. Airport employees must travel a considerable distance to work. Fortunately DAMRI provide buses regularly, operating from Senggigi to LIA. The buses are a viable alternative that allows transportation modes. It costs IDR 10.000 and for the early stage this is quite affordable too. And since the charge of an airport taxi in LIA is by the meter, it was apparent that the Buses were taking the larger market share than what was originally intended for. This has grown into a new problem, waiting for a solution soon.</p>
<p style="text-align:justify;">Excited to view it all, I climbed onto the tower of air traffic controller using the elevator, to see from here how panoramic and expansive the coverage of the airport was. The tower, nearly 50-meter-high, stands sleek and efficient. The room in the Tower is relatively narrow. From the radio, I could hear the sound of a Wings airplane from Surabaya reporting its position, going through airport Selaparang with an altitude of above 4,500 feet, the distance was 16 miles from BIL. From up here, even though the water dam of Jai Stone looked discouragingly brownish, I could sense a soothing feel. Mount Rinjani was proudly posted at 11 o&#8217;clock of the Tower, and in the west the sun was brightly moving down onto the next hill.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Settlement of Infrastructure</strong><strong></strong></p>
<div id="attachment_1439" class="wp-caption alignright" style="width: 196px"><a href="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/10/bil-the-slim-tower.jpg"><img class="size-medium wp-image-1439" title="BIL-the-slim-Tower" src="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/10/bil-the-slim-tower.jpg?w=186&#038;h=300" alt="" width="186" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">The Control Tower</p></div>
<p style="text-align:justify;">In the early phase of Lombok International Airport (LIA) operations, much remains to be resolved. Later it would be inaugurated by President Susilo Bambang Yudhoyono. The schedule was set to be held in mid October 2011. Inter-agency coordination must continue to be done to make this LIA actually be able to function as the gateway of Lombok and NTB.</p>
<p style="text-align:justify;">Road access into the airport has not been fully completed, in some segments of the planned two lane road, much is not done and many are still in the stage of completion. Street lighting in the center median of the road in front of the airport is also not in full operational. The darkness gives the impression that as an international airport it is not yet optimal.</p>
<p style="text-align:justify;">LIA still needs much improvement. Another thing that is not less important is the demand of local people to come work at the airport, and to get a portion of the trickling down effect of the existence of the airport in their neighborhood. This may become quite complicated for the public relations manager of the airport. It should be addressed wisely so as not to cause friction that makes the safety factor to be undermined.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/herulegowo.wordpress.com/1430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/herulegowo.wordpress.com/1430/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/herulegowo.wordpress.com/1430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/herulegowo.wordpress.com/1430/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/herulegowo.wordpress.com/1430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/herulegowo.wordpress.com/1430/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/herulegowo.wordpress.com/1430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/herulegowo.wordpress.com/1430/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/herulegowo.wordpress.com/1430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/herulegowo.wordpress.com/1430/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/herulegowo.wordpress.com/1430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/herulegowo.wordpress.com/1430/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/herulegowo.wordpress.com/1430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/herulegowo.wordpress.com/1430/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herulegowo.wordpress.com&amp;blog=10840207&amp;post=1430&amp;subd=herulegowo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herulegowo.wordpress.com/2011/10/15/from-selaparang-to-lombok-international-airport/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-8.748056 115.167500</georss:point>
		<geo:lat>-8.748056</geo:lat>
		<geo:long>115.167500</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bf55efadde06b1dd4c4e87bd69fee4c4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">herulegowo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/10/ami-the-old-tower.jpg?w=204" medium="image">
			<media:title type="html">AMI---the-old-Tower-</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/10/ami-the-banner.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">AMI-the-banner</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/10/ami-the-last-flight-garuda1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">AMI-the-last-flight-Garuda</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/10/peta-lombok.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Peta Lombok</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/10/bil-terminal-pax-night.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">BIL-Terminal-Pax-night</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/10/bil-the-first-garuda-landed1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">BIL-the-first-Garuda-landed</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/10/bil-main-gate.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">BIL-main-gate</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/10/bil-check-in-counter1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Check-In-counter of Lombok International Airport</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/10/bil-the-slim-tower.jpg?w=186" medium="image">
			<media:title type="html">BIL-the-slim-Tower</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ta Prohm the magnificent temple of Cambodia</title>
		<link>http://herulegowo.wordpress.com/2011/08/11/ta-prohm-the-magnificent-temple-of-cambodia/</link>
		<comments>http://herulegowo.wordpress.com/2011/08/11/ta-prohm-the-magnificent-temple-of-cambodia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Aug 2011 13:06:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Heru Legowo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Places]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herulegowo.wordpress.com/?p=1380</guid>
		<description><![CDATA[Friday, March 25, 2011 at 09.30 am after visiting Angkor Wat, Nom Rin my guide, took me to the temple of Ta Prohm. The temple became famous as the location of the filming of Tom Raider with Angelina Jolly as Lara Croft, or maybe Tom Raider became famous because the film was taken at the [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herulegowo.wordpress.com&amp;blog=10840207&amp;post=1380&amp;subd=herulegowo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1399" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/08/ta-phrom-entrance.gif"><img class="size-medium wp-image-1399" title="Ta-Phrom-entrance" src="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/08/ta-phrom-entrance.gif?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">One of the entrance gate</p></div>
<p style="text-align:justify;">Friday, March 25, 2011 at 09.30 am after visiting Angkor Wat, Nom Rin my guide, took me to the temple of Ta Prohm. The temple became famous as the location of the filming of Tom Raider with Angelina Jolly as Lara Croft, or maybe Tom Raider became famous because the film was taken at the Ta Prohm site?</p>
<p style="text-align:justify;">Only about 15 minutes from Angkor Wat, we entered the location of Ta Prohm, (Ta = old wise man, Prohm = temple). This Buddhist temple is very famous for its dozens of Spung trees growing above its old walls. The Spung trees have already been there for hundreds of years lending an impression of being exotic, dramatic and mystical at the same time.</p>
<p style="text-align:justify;">Ta Phrom temple is located one kilometer from the ancient city of Angkor Tom. The temple was built by King Jayawarman VII as a Mahayana Buddhist monastery and university. The main picture on the temple is Prajnyaparamita as the goddess of wisdom, which is modeled by the mother of the King.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-1380"></span>Unlike most temples at Angkor area, Ta Prohm is left the same condition when found. The Spung trees that grow above the ruins of temples of Ta Phrom makes this temple the most popular for tourists.</p>
<p style="text-align:justify;">Rin Nom and I, entered through the gate and through a hallway lined with trees Spung. From a distance we looked the front side of the temple is overgrown with Spung trees. A Spung tree stands and looks solid with its roots gripping the ruins of the temple stones. For a moment I was stunned, so it is true that image? The scenery in front of me  making me hardly to believe it. That must have been happening for decades, even centuries.</p>
<div id="attachment_1402" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/08/spung-ta-phrom1.gif"><img class="size-full wp-image-1402" title="Spung-&amp;-Ta-Phrom1" src="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/08/spung-ta-phrom1.gif?w=500&#038;h=375" alt="" width="500" height="375" /></a><p class="wp-caption-text">Another magnificent Spung tree</p></div>
<p style="text-align:justify;">Moving into the temple, more Spung trees is growing above the ruins of the temple, and temple walls, with roots protruding greater than man&#8217;s body. Groups of tourists mostly come from China and Japan, and all busy taking photos. It&#8217;s really hard to find a pause, in order to get photos without tourists in front of it.</p>
<p style="text-align:justify;">One of Ta Prohm entrance gate, covered by Spung roots,looks very exotic, mystical and dramatic. The view was incredible! Suddenly I know and understand why Spung trees allowed to remain so, and not cleared up from the walls of the ruins of Ta Prhom. There&#8217;s even an old tree Spung which very tall and it cannot withstand the load of it stems and leaves. This tree saved by the steel rods embedded in concrete platform.</p>
<p style="text-align:justify;">There is not so much seen in Ta Prohm, but the Spung realyb incredible. The temple collapsed nearly 60 percent. Some restoration efforts are underway. Dozens or hundreds of stones marked before replaced. The entrance is restored according to original drawings. There is a gate that is still under reparation, construction and being rebuilt. It seem like quite difficult, take a lot of skill, patience and it must be costly. But it seems very well managed in the last old century.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>HISTORY OF TA PROHM</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ta Prohm was built during King Jayawarwan to VII in 1186 was dedicated to The King parents. Originally named Rajavihara and adjoining tomb built for his mother. The tomb is historically, coated with bronze, decorated with hundreds of stones ruby, emerald and diamond embedded in the walls.</p>
<div id="attachment_1415" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/08/akar-pohon-spung-landscape.jpg"><img class="size-full wp-image-1415" title="Akar-pohon-Spung-landscape-" src="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/08/akar-pohon-spung-landscape.jpg?w=500&#038;h=375" alt="" width="500" height="375" /></a><p class="wp-caption-text">The Spung over ta Prohm wall</p></div>
<p style="text-align:justify;">The drawings and note at the stone relics of the temple is inhabited mentioned more than 12.500 people, including 18 high priests, 2,200 monks and 615 dancers. King Jayawarman II ordered a community consisting of thousands of people to take care of Ta Prohm is. All activities carried out starting from religious activities, maintaining the temple and prepare the food supply. In the development time, the monks and the dancers must be separated. Because you should not put sugar ants near it, right? King Jayawarman the VII well known as King of the famous &#8220;Monument Builders&#8221; there is 15-20 temples built in his time, no other king who can do that at that time.</p>
<p style="text-align:justify;">Ta Prohm was found in 1947 by researchers from France. When he found, the temple covered with the Spung trees growing all around the temple. The Spung stay there for  more than 200 years and keep gowing up to know. Spung trees grew all around the temple, on rock temple, covered temple gates and overlap one to another.</p>
<div id="attachment_1418" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/08/bayon-tangga.jpg"><img class="size-full wp-image-1418" title="Bayon-tangga" src="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/08/bayon-tangga.jpg?w=500&#038;h=375" alt="" width="500" height="375" /></a><p class="wp-caption-text">The Bayon temple has more than 200 faces of King Jayawarman VII</p></div>
<p style="text-align:justify;">During the rise of Hindu, Ta Prohm destroyed by the King Jayawarman VII successor. He ordered to remove all the Buddhist symbol of the walls of Ta Prohm. Some of the walls were destroyed by elephants. Ta Prohm was experiencing destruction. Rin Nom  also mentioned that during wartime, people took the iron in the temple walls, taken as a weapon. It makes several temples including Ta Prohm collapsed and shattered.</p>
<p style="text-align:justify;">Time passed quickly, at 12 noon I had been at the airport because my flight will fly back to Saigon at 14.00. After a while, we rushed out. we still have another temple to visit.  Actually there are some more temples to visit and observed, but we have very little time.  Rin Nom guided me to make a short stopover in the Bayon temple.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>BAYON TEMPLE </strong></p>
<p style="text-align:justify;">The Bayon temple is located in the royal city of Angkor Tom. The temple site is around 9 km squares. We visited Angkor Tom We through the east gate. We passed the bridge at which the two sides lined up dozens of statues of Gods on the left and Asuras statue on the right. The statues were pulled Vasuki dragon as the story of <em>&#8220;the churning sea of </em><em>​​</em><em>milk&#8221;</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">When entering, the gate, I realized the existence and  the scene of the past glory. There is a broad field sports venues, art and other royal events. In front there is such a tall building stage where the king and officials. To the left was the elephant terrace, an elongated wall which all sides are carved with an elephant image in various shapes and movements. In Angkor Tom is located several temples, among others are The Baphuon and The Bayon.</p>
<div id="attachment_1406" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/08/south-gate-1.gif"><img class="size-medium wp-image-1406 " title="South-Gate-1" src="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/08/south-gate-1.gif?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">The Devas at the Angkot Tom&#039;s south gate</p></div>
<p style="text-align:justify;">The Bayon Temple is a temple with a thousand faces. Entering the temple is immediately noticeable hundreds of temples tower building, with a peak shaped in the face of King Jayawarman VII facing out to four wind directions. The face is perhaps the personification of the Bodhisattva or Lokeswara. The carving depicted a calm-faced, dignified and smiling. Surprisingly all the sculptures look like the same approach, therefore it was difficult to distinguish differences from each other.</p>
<p style="text-align:justify;">Of the more than 200 faces that were scattered in all corners of the temple, there was a sacred face, whose size is the greatest of them all. This temple was relatively small, dense, and complicated inside.</p>
<div id="attachment_1405" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/08/south-gate-21.gif"><img class="size-full wp-image-1405" title="South-Gate-2" src="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/08/south-gate-21.gif?w=500&#038;h=375" alt="" width="500" height="375" /></a><p class="wp-caption-text">The south gate of the Angkor Tom City</p></div>
<p style="text-align:justify;">At one corner tourists queued for space to sit and take pictures. I soon find out why they were so enthusiastic to find an opportunity to sit there. If you sit exactly at the spot, your face will close to the face of King Jayawarman. From a distance, it seemed like both of you are kissing!. It is really smart way Angkor’s guides to attract tourists.</p>
<p style="text-align:justify;">At 11 am, this short visit would have to be finished. I went out of the Bayon, even when I supposed to stay a little longer here. And Rin Nom took me for a quick stop to lunch at the Angkor Wat complex and to have a little rest after long walk and observe the many temples. There were some restaurants offering a variety of Khmer cuisine. The complex is owned by the state yet managed by the private sector. The Cambodian government seems to be extra careful to maintain the site of Angkor as it is rich in relics of the past. Around the complex, areas are left as forest shade and still natural.</p>
<p style="text-align:justify;">Exiting the restaurant, the natural music of insects chirping without stop, gave a special background sound like an external rhythm of the Angkor Wat complex.</p>
<p style="text-align:justify;">Finally, Rin Nom drove to the airport of Siem Reap. At the airport terminal, check-in took place quickly.  Many tourists prepared to leave. A middle-aged mother from France, was busy and looked a little panicky as the ticket in her bag went missing.</p>
<div id="attachment_1416" class="wp-caption alignleft" style="width: 235px"><a href="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/08/bayon-wajah-jayawarman-vii2.jpg"><img class="size-medium wp-image-1416" title="Bayon-wajah-Jayawarman--VII" src="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/08/bayon-wajah-jayawarman-vii2.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" width="225" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">The face of King Jayawarman VII facing to all directions at Bayon temple</p></div>
<p style="text-align:justify;">Before entering the waiting room, I have to queue up first to get the airport tax ticket. The price was USD $ 25 and it was more expensive than the one charged by Soekarno-Hatta Airport which was only IDR 150.000.-. I looked carefully to check the airport tax ticket, there were the details behind Passenger Service Charge 20.00 USD Security Charge and VAT 2.73 USD 2.27 USD.</p>
<p style="text-align:justify;">After almost 24 hours in Siem Reap,I am now sitting in the waiting lounge, checking once again my return ticket: Seat 29A, Vietnam Airlines Flight VN826.</p>
<p style="text-align:justify;">I took a deep breath, finally I made it! I was lucky enough to witness the past glory of The Khmer Kingdom. And moments later, the Boeing B-737-400 tires left off airport runway of Siem Reap. And in diminishing brownish green, the city faded away, intentionally saving mysteries of the past.</p>
<p style="text-align:justify;">See you again Siem Reap …</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/herulegowo.wordpress.com/1380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/herulegowo.wordpress.com/1380/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/herulegowo.wordpress.com/1380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/herulegowo.wordpress.com/1380/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/herulegowo.wordpress.com/1380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/herulegowo.wordpress.com/1380/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/herulegowo.wordpress.com/1380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/herulegowo.wordpress.com/1380/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/herulegowo.wordpress.com/1380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/herulegowo.wordpress.com/1380/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/herulegowo.wordpress.com/1380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/herulegowo.wordpress.com/1380/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/herulegowo.wordpress.com/1380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/herulegowo.wordpress.com/1380/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herulegowo.wordpress.com&amp;blog=10840207&amp;post=1380&amp;subd=herulegowo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herulegowo.wordpress.com/2011/08/11/ta-prohm-the-magnificent-temple-of-cambodia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-8.748056 115.167500</georss:point>
		<geo:lat>-8.748056</geo:lat>
		<geo:long>115.167500</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bf55efadde06b1dd4c4e87bd69fee4c4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">herulegowo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/08/ta-phrom-entrance.gif?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Ta-Phrom-entrance</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/08/spung-ta-phrom1.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Spung-&#38;-Ta-Phrom1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/08/akar-pohon-spung-landscape.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Akar-pohon-Spung-landscape-</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/08/bayon-tangga.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Bayon-tangga</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/08/south-gate-1.gif?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">South-Gate-1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/08/south-gate-21.gif" medium="image">
			<media:title type="html">South-Gate-2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://herulegowo.files.wordpress.com/2011/08/bayon-wajah-jayawarman-vii2.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Bayon-wajah-Jayawarman--VII</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
