Posted by: Heru Legowo | December 7, 2009

VANCOUVER AIRPORT – CANADA


Arrival Hall Vancouver Airport

Minggu 22 Nov jam 4, penulis bangun pagi, dan check out dari Hotel Istel Vancouver. Ternyata dibawah pintu sudah ada kertas 3 lembar yang dilipat, ditempeli sticker kecil bertuliskan : jika anda merasa bahwa angka dalam tagihan ini benar, maka anda boleh check out tanpa harus ke front desk. Sederhana, cepat dan tepat! Di sini baru terasa, fungsinya kartu kredit.

Penulis minta dicarikan taksi ke airport. Stewart petugas front desk berusia setengah baya, nelpon dan minta taksi. Sambil menunggu, Stewart berceritera dia lahir di Vancouver, dan katanya baru 2 kali ke luar Vancouver; itu pun hanya ke Amerika saja. Tidak berapa lama, dan dalam waktu hanya beberapa menit Black Top Taxy sudah datang. Cepat sekali.

Gerimis di Vancouver sore hari

Sopir taksinya lagi-lagi India. Namanya Avtar, usianya 59 tahun. Dia bertanya anda dari kamar 328? Kok tahu? Dia menunjuk di layar monitor di depannya. Terus bilang : “Saya tidak boleh membawa penumpang, yang tidak sesuai dengan pesanan”. Efekif sekali. Sepanjang jalan ke airport di berceritera. Dia mendapat komisi 40% dari jumlah penumpang yang dibawa. Pemilik 60%. Bensin dan pajak yang membayar pemiliknya Avtar sudah 35 tahun di Vancouver. Sekali-kali pulang ke India. Anak-anaknya lahir di sini, tetapi di rumah mereka tetap berbicara bahasa Hindi dan Punjabi.

Vancouver sepi sekali. Tidak ada mobil lewat. Lengang. Hujan gerimis masih terus turun. Ternyata November adalah bulan yang paling basah di Vancouver. Suasana mirip ketika penulis datang, 6 hari yang lalu. Lampu-lampu jalanan tampak berpendar dibalik basahnya kaca taksi. Hanya 20 menit sudah sampai di airport. 2 orang petugas porter tampak menunggu di depan pintu masuk terminal. Tapi mereka diam saja. Matanya saja yang mengharapkan unruk memakai jasanya. Tidak seperti porter kita yang sibuk menawarkan dan setengah memaksa.

Check in of Cancouver Airport

Masuk ke ruang check in, masih sepi. Di layar monitor belum terlihat flight American Airline AA282 ke Fortworth Dallas. Tetapi di layar FIDS yang besar tertulis : AA282 ETD 08.45 Counter 257-262 Gate E-79. Sip! Penulis dorong troli ke check in counter. Ternyata masih tutup. Muter-muter dulu melihat-lihat dan mengamati check in area, sambil ambil foto sedikit. Ada 286 check ini counter semuanya. Vancouver melayani 14 juta penumpang per tahun. Separuh dari Bandara Soekarno-Hatta.

Sebentar kemudian seorang laki-laki, petugas counter American Airlines, datang dan bilang : I’ll be ready in 5 minutes, and you can checked in by yourself over there, sambil menunjuk peralatan di depan check in. Penulis mencoba mengikuti petunjuknya. Memasukkan passport ke passport reader, tetapi nggak kebaca! Di layar komputer tertulis : Sorry I can’t read it, I don’t know why. Nah lu!

Kemudian petugas datang, melihat itinerary penulis sambil bertanya apakah sudah mengisi clearance, sambil menyodorkan formulir. No, I haven’t. Kalau begitu kamu isi dulu, nanti saya akan bantu kamu.

Curbside

Baiklah, sudah sekarang! Dan setelah menunggu giliran, penulis ke check in counter. Petugas ngecheck itinerary, passport dan visa. Satu bagasi bayar $15. Ha? Bagasi mbayar ya? Nggak gratis! Dibayar cash, nggak ada kembaliannya. Jadi pakai kartu kredit lagi dah. Okey beres dia berikan seat di gang, sesuai permintaan penulis seat 13D.

Kemudian, bagasi yang sudah di check in ternyata harus dibawa sendiri lagi. Beberapa langkah dari situ, ada petugas bagasi yang meminta boarding pass, kemudian memasukkan bagasi ke conveyor. Petugas lainnya men-scan boaring pass. Aneh ini. Proses yang lain sendiri, dibanding bandara lain. Beres sampai sini.

Terus kami melalui pemeriksaan security. Ketat sekali. Jaket, sepatu dan ikat pinggang dilepas. Barang-barang logam dijadikan satu di tray. Laptop diambil dan ditaruh di tray tersendiri. Penulis berjalan melalui walkthrough, tidak bunyi. Tas bawaan juga tidak disuruh dibongkar. Semuanya lancar.

Berikutnya masuk ke imigrasi. Seorang petugas perempuan ngecek apakah semua formulir sudah terisi. Dan antri lagi untuk cek passport. Di board tertulis US Customs & Border Protection. Arogansi Amerika sangat terasa disini!. Petugas disini adalah petugas Amerika, padahal ini di wilayah Negara Canada. Amerika menjaga negaranya jauh-jauh sebelum bahaya masuk di depan matanya. Gila!

Starbuck cafe

Delgado petugas imigrasi bertanya beberapa hal. Dari caranya bicara, nuansa Amerika terasa, Gayanya seperti di film-film Amerika itu. Walaupun tampak friendly, tetapi tegas. Dia bertanya mau kemana kamu? Washington & New York! Menemui siapa? Terus, Delgado men-cap passport. Have a nice flight to States. Thanks Delgado. Satu lagi petugas yang harus dilalui. Tapi dia hanya mengambil formulir daftar bawaan yang dibawa masuk ke Amerika.

Sesudah itu, masuk ke terminal. Tidak ada boarding lounge atau waiting room khusus. Ada ruangan terbuka saja di depan boarding gate. Di depan gate, diletakkan beberapa puluh kursi. Masih satu setengah jam lagi. Di sini banyak konsesioner yang berjualan. Minum kopi dulu di Starbuck dan sepotong kue untuk mengganjal perut. Kemudian menuju ke Gate E-79. Di parking stand sudah siap pesawat Boeing B757 yang akan terbang ke Dallas Fort Worth.

Boarding Gate 79 bersiap naik American Airline

Jam 08.15 pagi boarding … bismillah ….

herulegowo@yahoo.com


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: