Posted by: Heru Legowo | December 10, 2009

SEHARI DI WASHINGTON DC (1)


Di gedung KBRI Washington DC

Washington kota pemerintahan Amerika Serikat, dimana terletak Gedung Putih, Capitol, National Monument, Pentagon dsbnya. Ada 174 duta besar dari seluruh dunia, disini. Mulai dibangun 16 Juli 1760. Penduduknya 600 ribu, tetapi pada hari kerja bisa 1 juta orang didalamnya. Luasnya 177 km2, terdiri dari daratan 159 km2 dan air 18 km2. Seperti di Jakarta lah, penduduknya pada waktu malam dan siang beda jumlahnya.

Minggu 23 Nov jam 09.00 hari pertama di Washington, harus cepat memanfaatkan waktu untuk melihat Washington DC. Jemila, gadis petugas front desk Hotel Hilton menawarkan untuk menggunakan bus wisata Hop On Hop Off. Jika naik bus dua tingkat yang diatasnya terbuka ini, kita bisa turun dan naik lagi, dimana pun tempat bus stop. Harganya $35 untuk dua hari.

Penulis minta sehari saja, ternyata harganya sama saja $35. Ya sudah. Ini sebuah trik sederhana, yang ampuh untuk “memaksa” pembeli untuk mengeluarkan uang. Atau barangkali memang sehari nggak akan cukup, untuk melihat Washington DC?

Penulis menunggu di luar hotel sesuai jam yang sudah disepakati. Ternyata ada sedikit masalah. Sudah 2 kali bus lewat tetapi tidak mau berhenti. Setelah yang ke tiga lewat, petugas polisi yang berdiri membantu penulis memberhentikan bus tsb dan bertanya mengapa nggak melayani? Seru juga debat dikit, akhirnya penulis naik dan bus pun jalan.

Modul Pendarat Apollo 11 asli

Pilihan pertama, Aerospace museum! Sangat inspirasional bagi yang awam, seperti penulis ini. Usaha manusia untuk menaklukkan angkasa digambarkan dengan jelas mulai sejak Wilbur Smith bersaudara, sampai display modul pendarat Apollo 11. Yang menarik, juga ditampilkan balon udara Breitling Orbiter 3 dengan catnya yang berwarna jingga menyala. Breitling Orbiter 3 ini  memecahkan rekor mengelilingi dunia, selama 19 hari, 21 jam, 55 menit! Pada tanggal 1 Maret 1999 Bertrand Piccard dan Brian Jones berangkat dari sebuah desa di Alpen Swiss, dan mendarat tanggal 21 Maret 1999, di sebuah gurun di Mesir; setelah menempuh jarak 45.755 km. Bukan main!

Sebenarnya, maunya agak lama disini, tetapi masih ada lagi yang penting. Jadi ke luar dan naik bus lagi. Sayang hujan mulai turun. Dingin dan tangan mulai beku, harus pakai sarung tangan. Jadi nggak bisa duduk diatas yang terbuka dan bebas melihat sekeliling. Duduk dibawah saja, dekat jendela dan lebih hangat. Sayang hujan. Dan motret dari balik kaca yang basah juga nggak bagus. Apaboleh buat.

Lincoln Memorial

Berikutnya turun di Union Building. Disini sopir istirahat, sopirnya bilang yang ingin terus silahkan menggunakan bus di depannya. Jadilah, penulis masuk ke gedung. Didalamnya ternyata tenoat restoran, mall, perkantoran dsbnya. Terus masuk ke dalam. Eh ternyata stasiun utama Amtrak (Kereta Api Amerika) disini. Nggak tampak seperti stasiun. Rapi banget. Kayak terminal airport saja. Ada boarding gate-nya, yang diatas pintunya tertulis kota tujuan. Kalau ada waktu, harus dicoba naik kereta. Besok saja kalau pulang dari New York, naik kereta saja ah.

Setelah beristirahat sejenak, dan makan siang, kembali ke depan gedung nyari bus lagi. Kali ini sopirnya agak lucu. Dia bilang kita akan “terbang” di ketinggian 420 feet, dengan kecepatan maksimal 40 mil/jam, dan paling lambat 0 mil/jam. Di depan gedung Capitol, gedung Parlemen Amerika, penulis memaksa turun, walaupun hujan gerimis agak deras. Kapan lagi, kan? Setelah ambil gambar dan berjalan ke tengah lapangan di depan gedung. Baru tahu, ternyata gedung ini terletak segaris dengan National Museum,! Lurus. Seperti Kraton Jogya dan Tugu, gitu deh.

Kata John Appono, rekan penulis dari Ambon, yang kuliah sambil “ngoran”. John mengantar Koran dari jam 2-4 pagi tiap hari ke 300 pelanggan. Kata dia, sebenarnya ada 4 bangunan utama di Washington yang membentuk tanda silang, seperti tanda plus. Dimana National Museum tepat ditengahnya. Diujung-ujungnya ada : Capitol, White House, Lincoln Memorial, dan Jefferson Memorial.

National Monument Washington DC

National Monument, artinya Monas juga kan? Berbetuk balok, tinggi menjulang dan lancip diatasnya, kita bisa naik ke atasnya pakai lift, tapi antrinya panjang banget. Konon, tidak ada bangunan yang boleh lebih tinggi dari Monas-nya Amerika ini. Makanya, di Washington tidak ada gedung tinggi, tidak seperti di New York!

Hujan tidak reda malah tambah deras, bus yang ditunggu nggak muncul2. Akhirnya setelah mulai basah, bus datang juga. Tunjukkan tiket dan lompat kedalam …

herulegowo@yahoo.com


Responses

  1. “Seneng bisa dapat informasi dan cerita yang syarat ilmu, apalagi saya suka traveling tapi belum bisa menjangkau sampai sejauh itu, … dg membaca tulisan rasanya seperti ikut berpetualang, ditunggu tulisan2 berikutnya,.. heheheee.

  2. Wah asyik banget ya pak…keren….kira2 kapan ya aku bisa kesana ???

  3. Boleh numpang khayal… Ngebayangin seolah-olah ikut perjalanan pak Heru …


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: