Posted by: Heru Legowo | December 17, 2009

BALI DAN KEMACETAN


Bali menjadi kebanggaan kita semua. Kondisi keamanan yang semakin kondusif barangkali menjadikan daya tarik Bali semakin meningkat di dunia. Pasca demo besar-besaran di Thailand beberapa waktu yang lalu dan beberapa kekacauan di negeri gajah putih itu, membuat Bali menjadi alternatif pilihan yang semakin menarik. Indikasinya adalah semakin seringnya kegiatan yang bersifat internasional dilaksanakan di Bali. Setelah Bali Beach Game, sampai dengan pertemuan Forum International Coast Guard yang dihadiri oleh beberapa menteri beberapa minggu yang lalu; menjadi bukti nyata bahwa Bali semakin dipercaya sebagai tujuan wisata yang aman. Kondisi ini menjadi indikator pariwisata yang penting dan perlu terus dipertahankan.

Penulis sudah bertemu dengan berbagai warga negara dan wisatawan asing, yang sudah berkeliling ke seantero penjuru dunia. Jika ditanya daerah mana yang ingin sekali mereka kembali lagi? Jawabannya hampir pasti, Bali! Bali mempunyai daya tarik yang begitu kuat. Bali memiliki taksu yang luar biasa. Kelebihan yang tidak banyak dimiliki daerah wisata lain di dunia. Salah seorang rekan penulis yang keturunan India Prem Bhojwani, bahkan mengatakan Bali memiliki nilai spiritual yang tinggi. Menurut dia, dalam hikayat Ramayana ada sebuah episode dimana Jatayu berusaha merebut dewi Shinta dari Rahwana. Pada pertarungan tsb Jatayu kalah, dan tewas. Nah, darah Jatayu tsb menetes dan jatuh somewhere di Bali, tidak tahu dimana tepatnya, karena dia tidak mau menjelaskannya.

KEMACETAN

Kondisi tersebut diatas, membuat Bali padat. Jika kita perhatikan akhir-akhir ini jalan-jalan protokol dan menuju tempat-tempat wisata di Bali padat dengan lalu lintas kendaraan. Lalu lintas kendaraan di Bali sudah mulai tidak lancar. Keluar dari bandara, jalan-jalan protokol dari Bandar udara ke Nusa Dua, ke Kuta dan ke Denpasar kurang lancar. Kalau tidak mau dibilang macet.

Dewaruci

Simpul-simpul kemacetan seperti di pertigaan patung Gatotkaca di depan Candi Bentar Bandara Ngurah Rai, di pertigaan patung Ngurah Rai yang ke arah Nusa Dua, dan bundaran patung Dewa Ruci; di Kuta Square malah sudah menjadi pemandangan sehari-hari. Hampir pada setiap saat, pada jam-jam sibuk dipenuhi kendaraan yang berjalan merambat., satu-satu!

Memperhatikan hal tersebut, semua fihak pasti setuju, bahwa Bali perlu segera berbenah diri untuk mengatasi hal ini. Kondisi ini tidak dapat dibiarkan terus-menerus berjalan. Diperlukan usaha yang nyata untuk mengatasi hal ini. Pembangunan tol Serangan, menjadi sebuah alternatif pilihan yang perlu didukung sepenuhnya. Jalan tol ini diharapkan akan mengurai kemacetan yang terjadi di sekeliling wilayah Jimbaran, dan Nusa Dua.

Apalagi dengan adanya wacana perluasan terminal Bandar Udara Ngurah Rai. Perluasan ini akan menambah  kapasitas bandara ini meningkat cukup signifikan. Saat ini Bandara Ngurah Rai sudah melayani rata-rata 8 juta penumpang per tahun. Dengan perluasan ini Bandara Ngurah Rai akan mampu melayani lebih dari 20 juta penumpang per tahun, atau 2 kali lebih banyak dari kapasitasnya sekarang. Sudah tentu peningkatan kemampuan melayani penumpang yang semakin besar ini akan membuat lalu lintas kendaraan ke dan dari Bandar Udara Ngurah Rai semakin meningkat. Sementara kita tahu bahwa jalan akses ke dan ke luar bandara kurang berjalan dengan baik.

Landas pacu tunggal Bandara Ngurah Rai 3000X45 M

Ke luar bandara ke kiri menuju kearah Kuta, jalannya begitu sempit; tidak layak menjadi akses sebuah bandara internasional. Jika keluar lurus dari bandara, ada bottle neck di pertigaan Patung Gatotkaca dan di pertigaan Patung Ngurah Rai yang ke arah Nusa Dua. Simpul-simpul kemacetan ini membuat waktu tempuh menuju hotel dan tempat wisata menjadi cukup lama dan menimbulkan rasa kesal dan tidak nyaman.

Sudah saatnya kondisi ini harus diantisipasi sejak dini. Barangkali semua pemangku kepentingan yang mengurusi hal ini perlu duduk bersama dan mencari prioritas jalan keluarnya. Kita punya waktu yang cukup jika kita mau berfikir dan bersikap dengan komprehensif dan positif. Dalam 3 tahun perluasan Bandara Ngurah Rai diperkirakan akan selesai. Selama waktu itu, mudah-mudahan saja akses di luar bandara, juga kita fikirkan dan dibuat terintegrasi. Dengan demikian akan ada sinkronisasi antara perluasan terminal Bandara Ngurah Rai dengan akses road di luarnya. Jika diantisipasi sejak dini, 2 hal ini akan dapat selesai secara bersamaan. Ini sungguh suatu kondisi yang ideal. Yang pasti akan menjadikan Bali menjadi the real paradise. Mudah-mudahan.

THE LOST PARADISE

Bali dengan segala keindahan dan eksotismenya memerlukan dukungan, salah satunya adalah transportasi yang baik dan lancar. Bali tidak hanya bergantung kepada “taksu” yang dimilikinya, perlu ada upaya nyata untuk menjaga dan mendukung eksistensinya. Kecepatan untuk mencapai daerah tujuan wisata mesti dapat dijaga, agar tour-tour agent dapat memprediksi jadwalnya dengan lebih persis. Dan membuat perjalanan yang dijualnya berjalan sesuai jadwal. Hal ini tentu saja bermuara kepada kepuasan wisatawan yang dilayaninya. Dampaknya kepada Bali, jelas dan nyata.

Jika hal-hal tersebut tidak dijaga dengan baik. Bali the island of paradise, akan kehilangan daya tariknya. Yang kita khawatirkan, jika tanpa usaha yang komprehensif Bali akan menjadi the lost paradise. Suatu hal yang pasti tidak kita inginkan. Oleh sebab itu menjadi kewajiban kita bersama untuk menjaga Bali dan ekistensinya, karena wisata menjadi tumpuan harapan hidup bagi banyak orang di Bali.

Mudah2an kita akan segera dapat menemukan cara untuk keluar dari situasi ini. Kebersamaan, kesepakatan dan kesepahaman perlu terus dibangun dan diwujudkan antar para pemangku kepentingan untuk bersama-sama berfikir mencari jalan keluar yang terbaik. Bersama-sama kita pasti akan dapat mencari cara terbaik demi menjaga ajeg Bali. Semoga.

herulegowo@yahoo.com


Responses

  1. iya nih, klo jam sore di simpang siur dari nusa dua bener2 mempet jalannya..
    Moga jadi buat jalan layangnya n berhenti macet..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: