Posted by: Heru Legowo | December 17, 2009

SEPOTONG SENJA DI JIMBARAN


Sore yang cerah di pantai Jimbaran ramah. Angin berhembus sepoi. Beberapa perahu nelayan menambatkan sauhnya di tepi laut. Sementara deretan perahu lainnya bersandar diatas pasir pantai. Beberapa nelayan mulai sibuk mempersiapkan peralatan dan perahunya untuk melaut nanti malam.

Di tepi pantai, di pasar; pedagang menjanjakan ikan-ikan segar hasil tangkapan nelayan. Ikan-ikan berbagai jenis, udang, cumi-cumi, kerang dan ikan laut lainnya. Segar dan menggiurkan. Bule-bule ikut juga berjubel di dalam pasar. Ngantri, memilih dan menawar ikan. 2 ekor ikan snaper merah segar, seukuran telapak tangan; harganya Rp. 50 ribu.

Jika kita tidak mau repot, di luar pasar ada yang siap membakar ikan yang kita beli. Ongkos bakar ikan dihitung dari berat ikan. Rp. 8 ribu/kg. Cukup murah. Tidak perlu repot-repot membakar sendiri. Beberapa ibu dan bapak tampak menunggu dengan sabar, ikan belanjaannya dibakar.

Sembari menunggu, seorang pedagang pisau mendekati penulis dan menawarkan pisau. Dia menjual berbagai jenis pisau. Buatan Madura, katanya terbuat dari besi rel kereta. Yang dari Jawa, dibuat dari per mobil. Juga ada buatan Bali. Pisau kecil buatan Bali panjangnya 10-an cm, harganya Rp. 5 ribu. Murah?

Sore hari di pantai Jimbaran yang ramah. Beberapa nelayan mulai sibuk mengangkat kapal beramai-ramai dan menurunkannya ke laut. Seorang nelayan yang dari logat suaranya sepertinya dari Madura sedang sibuk menyiapkan jaring ikan. Dia bilang, malam nanti akan turun melaut. Dan … akan kembali meniti buih, menyusuri kegelapan laut. Mencari sesuap nasi, menikmati kemandirian di tengah laut. Berjuang hari demi hari.

Jimbaran memberi kehidupan begitu banyak orang. Jimbaran tetap berdetak, … dan terus menghidupi sekelilingnya. Sore bergulir turun, matahari senja mulai semburat merah. Sinarnya yang memerah seakan enggan meninggalkan bumi. Sesaat lagi sang surya akan lenyap di cakrawala, memberi kesempatan kepada sang dewi bulan; untuk berganti menyirami kegelapan bumi dengan cahayanya yang lembut.

Dan kehidupan akan terus berputar di Jimbaran siang dan malam … sampai nanti.

herulegowo@yahoo.com


Responses

  1. enak tenan tuh makan di pinggir pantai di Jimbaran……kapan neh traktir aku Mas?

  2. Where there is sunset there is sunrise or reversely
    Born-Death
    Bright-Dark
    Happy-Sad
    Black-White
    Do we know the depth of those controversy?
    Let’s try away from it..Try to see it equal..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: