Posted by: Heru Legowo | December 22, 2009

THE BEAUTY OF NEW YORK (1)


Sebuah patung di dekat dermaga ferry New York

Selasa, 24 Nov 2009 jam 11.00 check out dari Hotel Hilton Washington. Sudah beres. Sore ini adalah perjalanan dengan bus Washington-New York. Rencananya akan mengunjungi New York dalam 2 hari. Sekarang nunggu Pak Rachmad dari KBRI. Agak telat dikit, karena KBRI sibuk perpisahan Duta Besar Indonesia untuk Amerika. Sebentar kemudian, smsnya masuk sudah siap parkir di pinggir jalan. Kemudian kami  meluncur keluar. Menuju ke tempat bus antara kota. Kayaknya bus pada penuh, menjelang Thanksgiving Day.

Pak Rachmad menghubungi Megabus dan melakukan transaksi pembelian tiket bus dengan kartu kredit. Harga tiket bus ke New York$25, ada tambahan $4 untuk proses booking yang mendadak. Jadi harganya $29. Berangkat jam 15.30. Sambil nunggu, beli Mc Donald dulu untuk bekal di jalan.

Jam 15.15 sebuah bus besar bertingkat 2, parkir di tepi jalan yang agak luas. Penumpang antri di pintu Megabus. Sopir yang merangkap kondektur ngecek, tiket, kode booking, atau memberikan tiket bagi yg belum. Penulis masuk setelah menunjukkan kode booking. Naik ke tingkat atas, dan duduk di tepi jendela, biar lebih luas melihat sekeliling. Dan jam 15.30 persis, Megabus berangkat. Penumpang terisi hampir 2/3 nya. Yang menarik beberapa penumpangnya, terutama anak-anak muda langsung membuka laptopnya. Ada yang nonton film, main game dan menyelesaikan tugas atau pekerjaannya.

New York's down town view

Perjalanan lancar, hanya pada beberapa rute lalu lintas sangat padat. Di highway juga padat, kendaraan 3 jalur penuh, seperti di Tol Jagorawi arah Bogor-Jakarta kalau hari Minggu sore. Begitu deh. Megabus berhenti sekali di tengah perjalanan, untuk menaikkan penumpang tambahan. Akhirnya jam 20.30 Megabus tiba di New York. Parkir di tepi jalan, dan penumpang pun turun.

Welcome to New York! Ajaib! Sampai juga akhirnya ke sini. Turun dari bus dan memperhatikan situasi sejenak. Dan melambaikan tangan, mencari taksi. Dan sebuah taksi berwarna kuning berhenti. Where are you going, man? Dan penulis meminta diantar ke Hotel Algonquin 59th Ave 44th street. Tanpa banyak tanya, sopir taksi berjalan sambil menekan tombol argo. Kira-kira 15 menit, taksi berhenti. Argonya menunjuk $6,75. Murah juga kan? Kemudian check in, dan dapat kamar nomor 1201. Alhamdulillah. Yang penting sudah dapat tempat istirahat dulu.

Setelah istirahat sebentar. Jam 22.30, sudah malam sih, tetapi harus memanfaatkan waktu semaksimal mungkin. Jadi keluar dari kamar. Mau kemana yah? Jalan aja dah pokoknya, dan jalan lurus melalui 2 blok. Eh, ternyata sampai di Times Square. Rame banget. Orang-orang berjalan hampir tanpa berhenti.

Nggak mirip dengan aslinya?

Di pojok jalan ada seorang pelukis. Berhenti sejenak, dan menyempatkan diri memperhatikan lukisannya. Dan dia menawarkan penulis untuk dilukis hanya dalam 10 menit, bayarnya $30. Ya udah iseng saja. Penulis duduk dan dia mulai sibuk melukis. Orang-orang yang lalu lalang memperhatikan penulis dan coretan pelukis. Cuek aja, tokh mereka nggak tau siapa kita kan? Hanya saja mereka pada berkomentar, melihat cara kerja pelukis tsb. It’s really, really good, man!

Kira-kira 15 menit selesai. Hasilnya? Wah, kok mirip kayak orang Amerika Latin? Ya sudah lumayan dah, untuk kenang-kenangan dari New York!  Terus berjalan lagi, melihat Times Square. Ini metropolitan yang sesungguhnya. Times Square terbentuk dari dua buah jalan yang berdekatan. Dan ruang ditengahnya yang terbentuk diantara 2 buah jalan tsb, dibiarkan menjadi lahan yang terbuka.

NYPD di Times Square

Inilah Times Square! Gedung di kanan kirinya menjulang tinggi, bertingkat ada yang lebih dari 70an. Di dinding-dinding gedung ada display yang luar biasa besar. Iklan dan himbauan pemerintah. Jadi anda bisa bayangkan, sebuah layar display yang lebarnya 2-3 tinggi gedung dan panjangnya lebih dari 25 meter. Besar sekali dan spektakuler! Yang tampak menyolok, iklan American Eagle produk pakaian. Di pojok yang strategis ada pos polisi, New York Police Division. Lampunya yang terang diatasnya berkedip-kedip, untuk menarik perhatian orang pada lokasinya.

Di tepi jalan ada kerumunan orang, penulis ikut nimbrung. Ternyata ada seorang yang mririp Jepang melukis dengan cat semprot. Cekatan sekali hanya kurang dari 5 menit, sebuah lukisan tentang panorama New York selesai dibuat. Dan dihargai $20. Dia terus membuat beberapa bentuk lukisan panorama New York dengan motif dan warna berbeda. Orang-orang bertepuk tangan meriah, setiap kali dia menyelesaikan lukisannya.

Time Square close to Mid Night

Tidak terasa sudah jam 12 malam. Times Square masih rame juga. Beberapa toko sudah tutup, walaupun lampunya masih terang benderang. Dingin mulai terasa. Tangan terbenam di saku jaket. Telinga terasa kebas, dingin banget. Sambil berjalan pulang ke hotel, iseng-iseng beli daging panggang Kebab, dan sebotol coca cola.

Lebih baik istirahat dulu, menyimpan tenaga untuk perjalanan esok hari …

herulegowo@yahoo.com


Responses

  1. I always…ALWAYS want to go to New York!!🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: