Posted by: Heru Legowo | January 10, 2010

SAN FRANCISCO (1)


Jumat 27 Nov 2009, jam 07.00 John Aponno rekan penulis, seorang mahasiswa asal Ambon, menjemput di Holiday Inn Washington. Pagi ini pulang dari Washington ke San Fransisco. Beruntung ada John. Dia mengantar penulis melewati beberapa tempat yang belum sempat dilihat : Lincoln Memorial, World War II Memorial, dan Pentagon Memorial. Sempat berfoto sebentar di lokasi dimana teroris menabrakkan pesawatnya ke gedung Pentagon yang terkenal itu.

Ketika sampai di parkir mobil Dulles International Airport, pak Rachmad dari KBRI sudah menunggu dan segera menemani penulis check in. Pesawat akan berangkat jam 08.30, transit di bandara Dallas Fort Worth, dan terus ke San Francisco. Ini penerbangan memotong benua Amerika, dari pantai timur, ke pantai barat Amerika. Perbedaan waktu antara Washington dan San Francisco, 6 jam.

Across America

Sore harinya, jam 17.20 Boeing B767 American Airlines mendarat mulus di bandara San Fransisco Internasional. Cuaca cerah suhu 12 derajat. Masih sore, tetapi sudah gelap. Bandara International San Fransisco tampak lebih necis. Karpetnya berwarna ungu kebiruan, memberi kesan elegan. Di terminal relatif sepi. Ketika kami akan mengambil bagasi, suara dari sound system memberikan peringatan, agar berhati-hati kalau ada orang yang menawarkan bantuan transportasi. Gunakan yang resmi, taksi atau bus saja!

SAN FRANCISCO INTERNATIONAL AIRPORT

Penulis menunggu bagasi. Setiap akan keluar bandara, selalu belum tenang ketika bagasi belum di tangan. Jadi konsentrasi tidak banyak untuk melihat situasi sekeliling bandara. Cari conveyor untuk memastikan dimana bagasi akan keluar. Proses bagasi cepat. Begitu turun dari pesawat, conveyor sudah berputar dan orang-orang mulai mengambil bagasinya. Berusaha ambil trolley, harus bayar $4. Nggak punya coin. Pakai kartu kredit. Ternyata nggak bisa ke baca. Bad Read ! Waduh, bawa 2 koper neh. Dan rencananya hanya satu hari di San Francisco. Besok malam kembali pulang. Ya sudah, bagasi disimpan di locker saja, lebih mudah.

Terminal San Francisco International

Ternyata lockernya di terminal internasional, di lantai 3. Jadi harus naik 2 lantai. Wah … ya sudah ndorong koper dah. OK akhirnya ketemu locker. Dua buah koper dimasukkan ke X-Ray dulu, sebelum disimpan. Di Indonesia rasanya untuk locker tidak pakai X-Ray, ya? Billy petugas Airport Travel Service memberikan receipt : Ok here we go man. You can collect it tomorrow by 9 pm, or whenever you want, I’ll be here tomorrow. Sip. Beres dah.

Ke luar cari taksi. Ternyata waktu turun kebawah kurang satu lantai, pantes kok nggak ada taksi? Di lantai ini hanya untuk penjemput dengan kendaraan khusus. Jadi turun satu lantai lagi. Sebenarnya ada kereta di dalam terminal domestic menuju ke kota, tetapi karena nggak yakin, mending naik taksi saja dah. Juga ada bus yang lebih murah, tapi belum familiar dengan rute dan lokasnya. Disamping itu waktunya juga mepet. Sebentar kemudian, sopir taksi dari China mengantar ke Renoir Hotel  45th McAllister Street. 30  menit sampai, ongkosnya $36.

Setelah proses check in, Ed petugas resepsionis memberikan kunci kamar di lantai lima, nomor 515. Yang penting nge-charge kamera dulu, agar baterenya cukup untuk besok pagi. Setelah selesai pasang kabel charger, turun ke bawah. Makan malam dulu.

MEXICAN FOOD

Jalan sebentar di sepanjang jalan hotel. Baru jam 8 malam, tapi sudah sepi. Di jalan masih ada semacam trem, bentuknya seperti bus tetapi rodanya besi. Justru ini yang menjadi landmark kota San Francisco! Sebenarnya masih terus mau jalan, tetapi sepanjang jalan lebih banyak ketemu orang berkulit hitam. Dan mereka sudah bergaya seperti night life. Agak ngeper juga.

Ya sudah, masuk dan mencoba makan di restoran kecil yang bertuliskan Mexican Food. Coba masakan Mexico dah. Nggak inget nama makanannya, tapi telur Ala Mexicana. Seporsi besar masakan terdiri dari nasi, telur omlet yang dicampur sayuran, ada tomat. Rasanya mak nyuusss, karena lapar kali ya …

Habis makan seorang gelandangan ibu-ibu tua, mendatangi : do you have any spare change? Tak banyak tanya, penulis berikan 1$. Dia bilang : thank you very much. What’s your name? You look familiar to me. I met you somewhere? My name July. Ternyata, sampai di San Fransisco ada seorang gelandangan tua yang mengaku kenal! Hehe … barangkali memang hanya trik pengemis untuk meminta uang lebih. Tapi barangkali karena wajah ini mirip India ini, jadi dia kenal hehe … Dan karena kasihan penulis beri dia $1 lagi. Dan July membungkuk semakin dalam.

Cabel car still working good in San Francisco

Pulang ke hotel lagi, jalan kaki … sekarang istirahat dulu menyimpan tenaga. Besok saja exploring San Fransisco dan sayup-sayup terngiang lagunya Scott Mckensie ….

if you’re going to San Francisco
be sure to wear some flowers in your hair
if you’re going to San Francisco
you’re going to meet some gentle people there

herulegowo@yahoo.com


Responses

  1. Pak Heru, next time bapak ke SF saya ajak naik BART (Bay Area Rapid Transport), murah meriah. Ini sistem kereta bawah tanah. Saya senang dgn gaya menulis bpk, sangat rilex, menarik, informatif dan mudah di pahami. Musti belajar dari Pak Heru.
    Keep it up Pak!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: