Posted by: Heru Legowo | January 11, 2010

SAN FRANCISCO (2)


Renoir Hotel

Sabtu pagi, 28 Nov 2009, setelah sarapan pagi, penulis minta resepsionis booking city tour. Ada beberapa turist bus. Penulis memilih yang melintasi jembatan Golden Gate yang terkenal itu. Harga tiket $35. Bayar lebih dulu di resepsionis $15; sisanya nanti dengan pengelola city tour. Bus akan menjemput jam 09.00. Sambil menunggu, penulis berjalan di sekeliling hotel. Renoir Hotel bertingkat 10, bukan hotel yang baru. Letaknya cukup strategis karena seluruh sisinya langsung berhadapan dengan jalan.

Jalan-jalan masih sepi. Di jalan utama ada rel untuk cable car. Bukan kereta gantung lho, tetapi semacam trem khusus yang menjadi ciri kota San Francisco. Pemerintah kota masih mempertahankan cable car. Semacam bus yang rodanya besi, punya rel sendiri dan digerakkan tenaga listrik ini, masih terus beroperasi. Pagi ini, matahari bersinar terang, pagi yang cerah.

Sedang mengamati hotel, jalan dan lingkungan, penulis melihat sebuah bus besar bertingkat dua membelok dan berhenti di depan hotel. Pasti ini busnya. Benar saja, ketika penulis mendekat sopirnya, dia bertanya : Mr. Heru? Dan mengajak naik ke bus. Penulis duduk di tingkat dua, agar leluasa melihat ke luar. Bus berjalan dengan perlahan, mengambil beberapa tamu di hotel lain dan di beberapa tempat. Kemudian ke travel agennya. Di situ penumpang membayar kekurangan harga tiket, dan diberi tiket berwarna warni sesuai dengan tujuan yang diinginkannya. 10 menit registrasi. Dan si Chris, sopir bus tadi yang merangkap guide berkata : Red ticket holder, please come with me. Dan penulis mengikuti dia.

Jadilah penulis bersama dengan Chris. Bus tidak penuh, hanya terisi separuh lebih. Bus mulai berjalan perlahan. Kami bergerak melalui jalan-jalan kota yang relatif masih sepi. Gedung-gedung di sisi jalan yang tertata rapi dan bersih. Chris memandu perjalanan ini. Sepanjang jalan dia terus berkata dan menjelaskan semua yang kita lewati. Hebat juga dia. Nyetir sambil terus berceritera!

Jalan yang curam dan parkir menyamping

San Francisco penduduknya lebih dari 810 ribu orang. Luasnya + 600 km2. Terletak di pantai barat Amerika dan di ujung peninsula San Francisco. Beberapa pulau : Alcatraz (inget Al Capone? Yang terkenal itu?), Treasure island, Yerba Buena island, Angle island termasuk ke dalamnya. Struktur atau kontur tanahnya mirip dengan Balikpapan. Berbukit-bukit dan dekat dengan laut. Banyak jalan-jalan yang menanjak dan bahkan ada yang cukup terjal. Pada bagian jalan ini, mobil bahkan diparkir menyamping! Bukan se arah dengan arah jalur kendaraan. Karena kalau remnya blong, mobil itu pasti langsung meluncur kebawah! Curam sekali.

Tanggal 18 April 1906, gempa yang besar meluluh-lantakkan ¾ kota San Francisco. 500 orang meninggal dan separuh lebih penduduknya kehilangan tempat tinggalnya. Tapi sekarang, San Fancisco menjadi salah satu dari 12 kota terpadat, dan PAD-nya termasuk 8 besar di Amerika.

GOLDEN GATE

Golden Gate Bridge a landmark of San Francisco

Kira-kira 20 menit, kami memasuki wilayah jembatan Golden Gate. Chris memarkir busnya di parkiran mobil di sudut pinggir jembatan Golden Gate yang sangat terkenal itu. Ajaib, nggak percaya sampai juga disini. Jembatan yang dibangun April 1937 ini panjangnya 2,7 km, lebarnya 27 M

Dan, diluar bayangan penulis, ternyata bus ini tidak menyeberang jembatan Golden Gate. Hanya parkir! Dan Chris memberi kesempatan 30 menit disini, sebelum nanti akan berjalan memutari kota lagi. Sudah sampai disini, masa nggak nyeberang jembatan ini? Tanggung amat.

Di ujung jembatan semua orang sibuk berfoto. Disamping penulis ada sepasang kekasih dari Jepang yang sibuk bergantian saling foto. Penulis menawarkan untuk memotret mereka berdua. Dan mereka pun bergaya di depan jembatan Golden Gate. Mesra. Foto itu pasti sangat berkesan bagi mereka berdua. Saat yang istimewa, ketika dua sejoli di depan Golden Gate. Mudah-mudahan mereka terus berbahagia sesampai di negaranya.

Masih ada waktu 20 menit. Harus berusaha ke tengah jembatan. Akhirnya, penulis setengah berlari menuju ke tiang pertama Golden Gate. Kapan lagi? Pulau Alcatraz di sebelah kanan jembatan, agak ketengah, terpisah dari daratan + 3-4 km. Nanti mudah-mudahan ada ferry yang kesana. Lihat Penjara Alcatraz dan baca kisahnya Alcapone. Dengan nafas terengah dan megap-megap, sampai juga di tiang pertama. Angin keras sekali. Pegang kamera saja bergoyang. Wuiihh. Jembatan Golden Gate panjangnya 2,7 km, selesai dibangun pada bulan April 1937. Jembatan ini menggantung dan disangga 2 kabel. Didalam kabel itu, ada kawat yang saling melilit. Konon kalau dijumlah panjangnya 129 km. 3 kali keliling bumi! Wah.

Dari tiang pertama jembatan Golden Gate, angin bertiup keras. Mungkin benar kata Chris, jika angin keras jembatan ini bisa bergoyang sejauh 6 meter. Di sebelah kanan kota San Francisco dan gedung-gedungnya terlihat cantik. Lengkung pantainya artistik dan di depannya Pulau Alcatraz. Sayang tidak bisa lama-lama disini. 10 menit lagi bus akan berangkat. Penulis berlari kembali ke tempat parkir.  Dan dengan terengah-engah penulis naik bis kembali. Pas waktunya.

SAN FRANCISCO DARI KETINGGIAN

The beauty of San Francisco from the above

Berikutnya Chris membawa kami ke bukit yang tertinggi di San Francisco. Dari sini pemandangan cantik sekali. San Francisco tampak abu-abu membiru. Kelompok gedung tinggi dan pantai yang kehijauan memberikan nuansa khusus. Matahari cukup terang. Sayang angin beritup cukup kencang, harus menutup kuping yang terasa, seperti diiris-iris. Seperempat jam Chris parkir disini dan kami bergeser lagi ke tempat lain.

Kali ini melingkar melewati kota dan berhenti di pantai dengan deburan ombak yang besar. Kalau keindahannya banyak pantai kita yang lebih indah dari ini. Yang berbeda ada lapangan parker yang luas, dan pantai bebas dari pedagang di pinggir pantai. Jadi pandangan ke pantai benar-benar lepas. Bus kembali bergerak kali ini mengelilingi kota. Chris membawa kami ke wilayah dimana harga rumah sangat mahal. Yang hanya dapat dijangkau oleh kalangan the haves. Rumah-rumah jaman dahulu yang tetap dipertahankan keasliannya.

Kami sempat berhenti di San Francisco Pyramid. Gedung tertinggi berlantai 101, yang bentuknya mirip piramida. Konon disitu berkantor perusahaan yang bergerak di bidang Finance. Juga berhenti sejenak di bagian jalan yang begitu terjal. Pada jalan ini kendaraan diparkir menyilang jalan, bukan sejajar seperti kebanyakan di kota-kotaa besar.

Akhirnya Chris membawa kami kembali ke kantornya. Masih jam 2 siang. Ada kesempatan untuk melihat Alcatraz. Penjara yang sangat terkenal itu, yang pernah menyimpan penjahat kelas kakap Al Capone. Sayangnya, karena ombak besar, maka seluruh boat dan ferry yang ke pulau Alcatraz dibatalkan. Waduh. Sementara alternative lain kurang menarik, karena terbatasnya waktu.

Penulis keluar dan berjalan sepanjang trotoar jalan. Masuk ke toko souvenir dan membeli cendera mata seadanya. Masuk ke Burger King, makan siang sambil menyiasati untuk mengisi waktu sore hari ini. Keluar dari Burger King, penulis melihat cable car parker dipinggir jalan. Beberapa turis tampak sedang naik dan turun. Penulis mendekat, dan bertanya kepada drivernya, Bob. Dia bilang akan menyusuri Golden Gate dan menyeberanginya. Wah pucuk dicinta ulam tiba! Penulis beli tiket di sebuah toko di pinggir jalan. Harganya $28. Dan akhirnya bersama Bob sebagai sopir dan pemandu wisatanya bus ini berjalan. Yang menarik, klakson bus ini masih menggunakan genta yang ditarik dengan tali. Suaranya khas dan menjadi tanda, dan suara genta ini seakan sebagai isyarat bagi mobil lain untuk memberi jalan, kepada bus pariwisata yang khas ini.

Bob seorang pemandu wisata yang handal. Badannya tringgi besar, tampak kuat. Seperti gambaran seorang bapak yang baik dan lucu dalam film-film Amerika. Dia menjelaskan semua hal tentang San Francisco dengan melucu, menyanyi dan membuat ceritera yang menarik.

MENYEBERANG GOLDEN GATE

Dengan semangat dan penuh kegembiraan Bob membawa kembali kami ke jembatan Golden Gate dengan rute yang lain. Di sebuah lokasi yang indah dengan latar belakang Jembatan Golden gate, sepasang pengantin sedang menyiapkan foto pre wedding. Di sebuah bukit dimana Golden Gate tampak di bawah, Bob menghentikan busnya. Dan kami turun membuat foto yang spetakuler ini.

The Cable car driver and me

Dan akhirnya kesampaian juga, niat penulis menyeberangi jembatan Golden Gate. Bus berputar dan kembali lagi menyeberangi Golden Gate dari sisi yang lain. It was a wonderful trip.

Turun dari busnya Bob, sudah jam 6 sore. Penerbangan penulis dengan Cathay Pacific ke Hongkong jam 1 malam. Masih beberapa jam untuk menikmati San Francisco.

Berikutnya penulis sengaja naik cable car-nya San Francisco. Bus yang rodanya terbuat dari besi dan berjalan diatas rel khusus di jalan raya. Duduk di dekat sopir. Tampak sopir hanya menggerakkan tuas ke depan untuk maju, dan ke belakang untuk berhenti. Konon cable car ini dibuat untuk mengurangi jumlah kecelakaan mobil di jalan. Dan sampai sekarang masih digunakan, dan dilestarikan untuk turis. Cable car menjadi salah satu daya tarik San Francisco.

Kira-kira 20 menit naik cable car ini. Cukup sudah. Harus segera sampai ke hotel untuk beristirahat sebentar dan packing. Jam 9 malam harus sudah ke airport. Jadi turun dari cable car dan berganti dengan taksi. 15 menit kemudian sampai di hotel. Setelah packing dan istirahat sebentar. Kemudian turun, check out dan pesan taksi ke bandara.

PULANG

Jam 09.30 malam sampai di airport. Dan ambil bagasi di locker. Billy menyambut dengan ramah. Please come back again, for next time sir. Penulis segera check ini dan ikut antri untuk security check. Sekalian ingin memperhatikan bagaimana Amerika memperlakukan penumpang yang akan keluar negaranya. Ternyata memang ketat sekali. Tas tentengan penulis dua kali di lewatkan kembali, melalui X-Ray. Tampaknya beberapa gantungan kunci yang mengandung logam, membuat petugas security membongkar tas tentengan penulis. Dan mengeceknya dengan teliti.

Akhirnya, penulis menunggu boarding di Gate A9. Jam 12.30 tengah malam flight CX 873 boarding. Pesawat penuh. Hampir jam 1 lewat tengah malam, jumbo jet Boeing B747-400 Cathay Pacific menjejak landasan. Masih 14 jam terbang, melintasi samudera Pasifik, menuju Hong Kong dan terus ke Bali.

Cable car

Selamat tinggal San Francisco …

All across the nation /Atraves da nação toda / such a strange vibration / Uma vibração tão estranha / People in motion / Gente movimentando /There’s a whole generation / Há uma geração inteira /with a new explanation / com uma explanação nova / People in motion people in motion …

herulegowo@yahoo.com


Responses

  1. Well-done Pak Heru – ceritanya bagus sekali.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: