Posted by: Heru Legowo | July 25, 2010

Pengembangan Bandara Ngurah Rai Bali


Bandara Ngurah Rai – Bali adalah salah satu dari 13 bandar udara dibawah pengelolaan PT. Angkasa Pura I (Persero). Bandar udara kelas utama ini memberikan kontribusi terbesar dan menjadi tulang punggung PT. Angkasa Pura I (Persero). Letaknya yang strategis menjadikan bandara ini berperan sebagai pintu gerbang udara dari Pulau Bali, yang dikenal sebagai pulau dewata – island of paradise.

Bandara Ngurah Rai Bali mengelola dan melayani 9 juta penumpang setiap tahun, terdiri dari 55 % penumpang internasional dan 45 % domestik. Luasnya hanya 285 Hektar, atau 1/6 dari Bandara Udara Internasional Soekarno-Hatta. Dari tahun ke tahun pergerakan pesawat dan penumpang menunjukkan peningkatan yang terus bertambah.

Akibatnya Bandara Ngurah Rai mulai kuwalahan menangani jumlah penumpang yang melebih dari kapasitasnya. Sebagai gambaran Terminal Penumpang Domestik yang dibangun pada era tahun 1970-an hanya memiliki kapasitas 1.5 juta penumpang setahun, tetapi sekarang sudah melayani 3 kali lipat dari kapasitasnya. Demikian juga kapasitas parkirnya, mulai kuwalahan jika musim liburan tiba.

Terminal Penumpang Internasional

Beranjak dari hal tersebut, manajemen merasa perlu untuk mengembangkan Bandara Ngurah Rai agar lebih optimal lagi menjalankan fungsinya dalam melayani permintaan pengguna jasa bandara. Wakil Presiden RI pada waktu Jusuf Kalla segera memerintahkan agar Bandara Ngurah Rai segera direnovasi. Gayung pun bersambut, maka Direksi segera menyiapkan diri untuk membangun terminal baru.

Langkah pertama, Direksi membentuk Tim untuk melaksanakan pembangunan ini. Tim ini diberi nama Proyek Pengembangan Bandar Udara Internasional Bali (PPBIB) yang diketuai oleh Ir. Sri Unon Setyasih, seorang arsitek lulusan UGM yang sudah banyak berkecimpung di teknik bandara udara.

Tahap berikutnya melakukan tender untuk menunjuk Manajemen Konstruksi. Dan terpilihlah Jaya CM sebagai pelaksana Manajemen Konstruksi, dan partner PT. Angkasa Pura I (Persero) dalam membangun terminal ini. Persiapan pun mulai dilakukan.

Tanggal 3 Juni 2009 Menteri Perhubungan pada waktu Bpk. Jusman Syafei Djamal meresmikan Patung Ngurah Rai sekaligus juga memberi tanda dimulainya Proyek Pembangunan Terminal Bandara Ngurah Rai. Proses ini ternyata tidak berlangsung mulus. Pemerintah Kabupaten Badung dan sebagian besar masyarakat Bali menginginkan agar dalam membangun Terminal Bandara, nuansa Bali dan kearifan lokal dapat dimasukkan dalam desain terminal bandara. Ini berarti desain awal yang sudah disiapkan, yang lebih menekankan fungsional dan modern, harus direvisi lagi.

Untuk mengadopsi kearifan lokal ini, maka dibentuklah Tim 11 (karena jumlah anggotanya 11 orang). Tim ini terdiri dari 3 orang PT. Angkasa Pura I (Persero), 3 orang dari Ikatan Arsitek Indonesia, 1 ahli dari Universitas Udayana, 1 orang dari Ahli Teknik dan Bangunan Gedung, 2 orang dari Pemprov Bali dan 2 orang dari Pemkab Badung.

Tim 11 bekerja keras untuk mewujudkan aspirasi masyarakat memasukkan komponen arsitektur Bali ke dalam desain terminal bandara. Setelah melakukan 5 kali pertemuan, maka Tim 11 akhirnya menghasilkan suatu bentuk desain yang siap untuk dipresentasikan kepada Bapak Bupati Badung.

RELOKASI RUMAH DINAS

Terminal Penumpang tampak depan

Pekerjaan besar Proyek Pengembangan Bandara Internasional Bali ini adalah memperbesar kapasitas terminal domestik. Terminal domestik ini akan dikembangkan menjadi 8 kali dari kapasitasnya yang sekarang, menjadi 120.000 M2. Terminal baru ini akan difungsikan sebagai terminal internasional, sementara terminal internasional yang sekarang akan diubah fungsinya menjadi terminal domestik.

Pembangunan Terminal ini akan menggusur 79 rumah dinas. Sebagian karyawan yang menempati rumah dinas harus merelakan kenyamanannya, karena rumah dinas yang ditempati akan dialih-fungsikan menjadi perluasan bandara. Sebenarnya ada 3 sekolah yang harus juga dipindahkan. SMP Angkasa, SD Negeri 04 dan TK Wipara. Dengan memaksimalkan lahan yang ada, TK Wipara harus dipindahkan karena lokasinya akan menjadi jalan akses masuk ke bandara. Sementara SD Negeri 04 dan SMP Angkasa akan dipertahankan di lokasinya yang sekarang.

PAKET PEKERJAAN

Proyek Pembangunan Bandara Udara Internasional Bali ini akan memakan waktu selama 30 bulan, dengan biaya seluruhnya Rp. 1,74 Trilyun yang diharapkan dapat dilakukan dengan self financing. PT. Angkasa Pura I (Persero) atas ijin dari Menteri BUMN akan menyiapkan segala daya dan upaya untuk merealisasikan rencana ini. Ada 7 paket pekerjaan pada proyek yang cukup prestisius ini.

PROGRES PEMBANGUNAN

Tanggal 15 Juni 2010 yang lalu, Wakil Presiden RI sudah memanggil Direksi PT. Angkasa Pura I (Persero) untuk memaparkan rencana pembangunan ini. Semua Menteri terkait ikut hadir pada presentasi tersebut, termasuk Gubernur Bali. Beliau-beliau semua sepakat dan komit, untuk segera merealisasikan rencana pembangunan ini.

Kemudian Tim 11 yang sudah selesai menjalankan tugasnya dan bersama Direktur Utama PT. Angkasa Pura I (Persero) pada tanggal 13 Juli 2010 mepresentasikan hasil desain terminal kepada Bupati Badung. Pada rapat pertemuan itu Bupai Badung hadir bersama dengan Wakil Bupati badung dan para Asisten Bidangnya, juga hadir Ketua DPRD Badung beserta para Ketua Komisi.

Terminal Penumpang tampak depan

Bupati Badung pada kesempatan itu mendukung sepenuhnya pembangunan ini dan memberikan beberapa masukan, antara lain beliau minta agar Bandara Ngurah Rai bersiap untuk menerima kegiatan internasional yang akan diadakan di Bali. Tahun 2011 akan diadakan KTT ASEAN dan pada tahun 2013 Konperensi APEC, even internasional ini akan mengundang banyak tamu dari negara asing. Sebagai tuan rumah Bali harus mempersiapkan semuanya dengan baik, dan semua itu kesibukan itu akan dimulai dari Bandara Ngurah Rai.

Tanggal 14 Juli 2010 GM Bandara Ngurah Rai bersama dengan Direktur Proyek PPBIB menghadap dan beraudiensi kepada Gubernur Bali, melaporkan hasil presentasi dengan Bupati dan rencana berikutnya. Gubernur Bali Made Mangku Pastika berpesan agar proyek segera saja dilaksanakan. Bandara Ngurah Rai sudah harus segera berbenah memperbaiki infrastrukturnya, agar dapat menjadi pintu gerbang Bali dengan baik. Proyek ini jangan ditunda lagi karena sudah menjadi kebutuhan yang mendesak.

OPERASI BANDARA

Yang akan menjadi perhatian dan harus dicermati dengan baik adalah proyek ini akan dibangun pada lokasi dimana operasional bandara juga berlangsung. Ini akan sulit dan memerlukan kerjasama dan koordinasi yang cermat. Membangun sebuah terminal, dimana pada lokasi tersebut terminal lama juga masih digunakan untuk melayani penumpang pasti bukan pekerjaan yang mudah. Apalagi tuntutan security yang ketat dalam mengamankan dan membuat streril penumpang yang akan berangkat. Belum lagi tetap menjaga kenyamanan penumpang dan pengguna jasa dari kesibukan proyek. Ini sungguh kerja keras.

Semua pihak harus menyadari dan mengerti situasi ini baik internal maupun eksternal. Walaupun demikian penulis percaya situasi ini dapat diselesaikan dengan baik melalui kesepakatan dan pengertian dari semua fihak yang terlibat didalamnya. PT. Angkasa Pura I (Persero) akan bekerja keras untuk menjaga hal ini.

Perspektif Sisi Udara

Sekarang, Proyek Pembangunan Bandara Udara Internasional Bali ini sedang menunggu rekomendasi resmi dari Bupati Badung dan Gubernur Bali. Setelah itu, rekomendasi ini akan diajukan ke Menteri perhubungan untuk mendapatkan persetujuan dan ijin pembangunan. Selanjutnya Menteri BUMN akan memberikan ijin penggunaan anggaran untuk melaksanakan proyek ini.

Mudah-mudahan segalanya akan berjalan dengan lancar dan Bali akan mendapat sebuah Bandara dengan fasilitas yang lebih baik. Jika semuanya berjalan dengan baik sesuai rencana, maka pada akhir tahun 2013 proyek ini akan selesai.

Bandara Ngurah Rai akan lebih cantik dan layak menjadi gateway to paradise.


Responses

  1. Hebaaat…sampai sejauh paket pekerjaan dan nilainya… bukan main. Sebuah sisi lain dari pengembangan bandara Ngurah Rai.

  2. Ayo dong segera renovasi BINR…
    Biar dapat 5 bintang!!

  3. Desainnya ok banget, kalo boleh tau, Perencana-nya darimana?

  4. saya sebagai alumni tk wipara ingin melihat foto terakhir sekolah tersebut sebelum digusur, kalo ada yang bisa memfoto tolong dikirimkan ke email saya.

  5. Hampir Tidak sabar Menunggunya..

  6. Wah Mantap, Kapan Jogja bisa punya bandara seperti itu ya.

  7. The GSE (ground support equipment) vehicles of SINFONIA TECHNOLOGY CO., LTD. pull aircraft, load and unload passengers and crew members, load and unload cargo, supply electric ,power, and support safe and comfortable flying in many other ways. Our vehicles, which are all designed for special uses, are relied upon not only at airports in Japan but around the world.

    Conveyor Belt Loader, Main Deck Loader, Passenger Step, Cleaning Mast Car, Towing Tractor


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: