Posted by: Heru Legowo | October 24, 2010

Eat, Pray & Love


Elizabeth Gilbert eh Julia Roberts datang berlibur ke Bali dan menemui Ketut Liyer, the medicine man. Dia diramal akan mengalami 2 kali pernikahan yang panjang dan pendek, akan kehilangan semua uangnya dan akan kembali lagi ke Bali untuk menemukan cinta keduanya.

Penulis beruntung mendapat undangan Panitia Balinale 2010 International Film Festival, untuk menyaksikan film perdana Eat, Pray & Love ini. Lobby Galeria 21 di dekat patung Dewaruci, penuh sesak. sebagian besar bule. Diantara mereka tampak Bapak Gubernur, Bupati Badung dan Bupati Gianyar sabar menunggu dipersilahkan masuk ke gedung.

Gubernur Mangku Pastika memberi sambutan ringkas, padat dan menyentuh hati. Beliau memberi tekanan bahwa jika Bali selama ini dikenal sebagai pulau dewata, island of God, juga island of paradise, island of peace and democratic. Sekarang dengan adanya film Eat, Pray & Love ini, Bali mendapat sebutan baru island of love. Ini menjadi penting, menurut beliau karena semua orang pasti membutuhkan cinta.

Gubernur Pastika tampak antusias

Pemutaran perdana ini selain dihadiri oleh Gubernur, juga disaksikan oleh Bupati Badung dan Bupati Gianyar. Pengunjung sebagian besar adalah bule. Di sebelah penulis duduk seorang Amerika dari Los Angeles. Lely sudah 2 minggu disini dan akan ke Sydney. Dia merasa Bali begitu mempesona, orangnya ramah dan friendly. Hanya saja dia bertanya, sepeda motor yang banyak di jalanan itu darimana saja datangnya. Kok nggak pernah berhenti?

Ceritera pun mengalir. Film berdasarkan novel best seller di New York Eat, Pray & Love ini berceritera tentang seorang wanita karier yang sukses yang memiliki segalanya : suami, kekayaan, karier dan financial, tetapi tetap gelisah dan dia berusaha mencari jati dirinya. Julia Robert – Lis, mencampakkan semua kemapanannya dan mengembara menuruti kehendak hatinya. Mulailah dia memuaskan selera makannya di Italia, belajar meditasi dan mengenal Tuhan di sebuah ashram di India.

Akhirnya terdamparlah Lis kembali ke Bali. Belajar yoga kepada Ketut Liyer the medicine man, membelikan rumah untuk Wayan dan menemukan cintanya pada seorang lelaki setengah baya Felipe dari Brazilia.

Mencermati film ini terasa, tidak sedalam kalau membaca novelnya. Elizabeth Gilbert benar-benar seorang novelis yang mahir membuat kalimat-kalimat yang kuat dan bermakna sangat dalam. Pantaslah kalau buku itu menjadi best seller di New York.

Pada episode Pray di India dia sanggup menggambarkan kegelisahan seorang gadis India Tulsi temannya di asharm yang takut kelilangan masa mudanya karena diminta untuk menikah. Tulsi akhirnya menikah pada usia belia, 17 tahun.

Ketut Liyer yang asli, bukan yang di film

Pada episode Love di Bali, Elizabeth Gilbert piawai mengilustrasikan kesedihan Wayan (diperankan oleh Christine Hakim) yang disiksa dan dipukuli suaminya dengan helm motor, dan akhirnya memilih bercerai; suatu hal yang langka terjadi di Bali.

Bagian lain dari ceritera yang dramatis adalah bagaimana ketika dia mengumpulkan uang untuk dapat membelikan Wayan sebuah rumah. Mulanya Lis merasa akan ditipu, Wayan yang sudah diberi uang, tidak segera membeli rumah karena harus menunggu hari baik. Jadi Wayan terkesan mengulur waktu pembelian rumah yang uangnya sudah dikumpulkan Lis dari teman-temannya di dunia.

Felipe & Liz

Bagian penutup, kisah novel ini menuju titik kulminasinya. Bagaimana Lis mencoba dan akhirnya tidak sanggup keluar dari libatan jaringan cinta yang ditebarkan Felipe, episode ini terasa sangat menyentuh dan indah. Keren banget dah.

Bahasa gambar terasa lebih langsung dan gamblang, lebih visual dan ekspresif. Namun tetap saja bahasa tulis di dalam novel terasa lebih dalam dibandingkan dengan bahasa gambar. Enggak tahu mengapa?

Attraversiamo marilah menyeberang dan menikmati Bali lebih jauh, daripada hanya melihat filmnya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: