Posted by: Heru Legowo | December 22, 2010

Boeing B773 BGW-555 crashed in Bali


Triage Area

Sebuah Pesawat Boeing 777-3003 milik perusahaan penerbangan Bali Gateway’s Airline dengan Flight Number BGW-555 dan Call Sign Gateways 555, membawa 175 penumpang terbang dari Kuala Lumpur menuju Bali. Di tengah perjalanan timbul insiden, ada asap yang timbul di dalam kabin pesawat.

Pada saat pesawat berada pada posisi 80 mil dari Bandara Ngurah Rai, Pilot menghubungi Pusat Pengendalian Lalu Lintas Penerbangan Makassar (MATSC) dan meminta pendaratan darurat di Bandara Ngurah Rai Bali. MATSC kemudian menghubungi Bali TMA West untuk memberitahukan bahwa pesawat Bali Gateway 555 akan melakukan pendaratan darurat dan meminta prioritas mendarat di Bandara Ngurah Rai, perkiraan waktu mendarat (ETA) pukul 19:05 Wita.

Setelah petugas Air Traffic Controller (ATC) di Bali West menerima informasi tersebut, segera dikoordinasikan dengan Bali APP dan ke Tower Ngurah Rai. Petugas Tower menginformasikan kejadian tersebut ke PKP-PK, Airport Duty Manager, Posko Security, PAM dan Apron Movement Control tentang kondisi pesawat Gateway 555. Petugas Bandara melalui Airport Duty Manager (ADM) menyatakan siap dengan bantuan dan Petugas PKP-PK menyatakan situasi dalam Siaga I.

Pilot meminta dipandu langsung menuju posisi 10 mil dari final Runway 27 :

“Bali Radar West this is BGW-555, B-773 position 80 miles northwest of Bali VOR passing Flight Level 250, 175 passengers on board, endurance remaining 2 hour 25 minutes. We have smoke in cabin, unknown origin. Some passengers has respiration problem. Request priority for landing, direct to final runway 27 and request medical assistances, ETA 11:05

BGW 555 crashed broke into 3 sections and on fire

Pilot membawa pesawat ke final runway 27. Beberapa saat kemudian mesin pesawat mengeluarkan api dan pesawat BGW-555 melakukan pendaratan menggunakan runway 27. Tetapi pesawat mendarat melewati touchdown zone, sedikit ditengah landasan dan pesawat overrun, lalu keluar landasan!

Fire Brigade ready in position to rescue in less than 3 minutes

Pilot berusaha mengurangi kecepatan, tetapi alih-alih berhenti, pesawat malah keluar runway. Pesawat crash dengan mesin terbakar mengeluarkan semburan api besar di selatan runway dan meledak terpecah menjadi 3 bagian. Petugas Tower dengan sigap membunyikan Crash-Bell. Kemudian memberitahu petugas PKP-PK bahwa Gateway 555 crash.

Crash Area from the NUH’s helicopter Bell 412

Scenario diatas telah dipraktekkan dan diperagakan dengan baik pada Latihan Penanggulangan Gawat Darurat Dirgantara Raharja ke 60 di Bandara Ngurah Rai, tanggal 15 Desember 2010 yang lalu. Latihan PGD kali ini dilakukan pada malam hari. Dan baru kali ini dalam sejarah penerbangan di Indonesia, Latihan PGD dilakukan pada malam hari. Selama ini latihan PGD selalu pada siang hari.

Latihan PGD kali ini juga didukung oleh sebuah helikopter sumbangan dari PT. NUH yang bertindak mengevakuasi korban yang mengalami luka berat. Captain Topan, Copilot Alex dan Rahadi ikut serta dalam kegiatan Latihan PGD ini.

Rescue team

Setelah petugas melakukan pemadaman dan evakuasi para korban dari Crash Area ke Collection Area, dengan prosedur Triage dapat data sebagai berikut : meninggal dunia 23 orang (termasuk 2 orang cabin crew), luka berat 12 orang (termasuk co-pilot), luka sedang : 22 orang, luka ringan : 28 orang, selamat = 90 orang.

Latihan PGD Dirgantara Raharja ini disaksikan oleh Ketua DPRD Propinsi Bali, Wakil Gubernur Bali, Wakil-wakil dari Pangdam dan Kapolda, juga 4 Direksi Angkasa Pura I (Persero) yang menyaksikan secara langsung peragaan Latihan PGD pada malam ini.

Mengikuti Latihan PGD Dirgantara Raharja ke 60 ini terasa sungguh dramatis dan lebih realistis. Api yang berkobar besar tampak muncul dengan indah dibalik gelapnya malam. Penulis yang berada di lokasi langsung pada waktu Gladi Resik, merasakan dengan benar emosi dan situasi yang terjadi pada kecelakaan seperti ini. Para pemeran korban telah melakukannya dengan baik dan prfoesional sehingga dapat menimbulkan situasi yang sebenarnya.

Teroris yang berusaha meloloskan diri

Keputusan untuk melaksanakan latihan PGD Dirja ke-60, PT. Angkasa Pura I (Persero) Bandara Internasional Ngurah Rai akan memastikan bahwa seluruh petugas bandara dapat menerapkan Airport Emergency Plan dengan profesional. Latihan ini menjadi sarana bagi Bandara Internasional Ngurah Rai untuk memperbaiki prosedur, melatih petugas dan menyediakan fasilitas dalam menghadapi situasi darurat yang dapat terjadi kapan saja.

Akhirnya, Latihan PGD Dirgantara Raharja ke 60 kembali menjadi ajang bagi Bandara Ngurah Rai melatih dan mengerahkan kemampuan dan potensi yang ada dalam memberikan jasa kebandarudaraan, sehingga operasional penerbangan di Bandara Ngurah Rai dapat berjalan dengan selamat, aman, dan lancar. Dan mengirimkan message yang jelas bahwa Bandara Ngurah Rai memberi jaminan kepada para pengguna jasa bandara, bahwa pelayanan penerbangan di lingkungan bandara aman, cepat dan nyaman karena didukung oleh petugas yang professional, peralatan yang memadai dan prosedur yang teruji.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: