Posted by: Heru Legowo | May 28, 2011

Kisah Jenaka Tom & Jerry


Ancam mengancam

Hubungan atau perilaku Tikus dan Kucing selalu menarik. Permusuhan diantara mereka menarik untuk disimak. Hubungan kedua binatang itu kemudian diubah oleh Studio Walt Disney menjadi cerita yang inspiratif, dalam episode Tom & Jerry. Tom si Kucing dan Jerry si Tikus. Dalam cerita Tom & Jerry, hampir selalu yang menang adalah si Tikus Jerry. Dengan kecerdikan dan sedikit faktor luck, Jerry selalu punya cara mengatasi usaha si kucing Tom yang menunjukkan kekuatan dan memaksakan kehendaknya. Dalam praktek manajemen, penulis selalu mengibaratkan boss adalah Kucing dan anak buahnya adalah Tikus. Entah mengapa, dari kebanyakan praktek manajemen yang pernah penulis alami, pada situasi tertentu hubungan boss-anak buah mirip perilaku Kucing-Tikus ini.

Dalam mencapai target dan goal yang sudah ditentukan, sang boss (barangkali karena tekanan yang disandangnya) lantas menjadi berperilaku seperti kucing! Jika sudah dikejar dead line, tenggat waktu, beliau -para boss itu- tiba-tiba suka menggeram, menyeringai menunjukkan taringnya dan memperlihatkan kuku-kukunya yang runcing menakutkan! Hih. Akibatnya, anak buahnya menjadi seperti tikus. Mereka mengkeret, takut, terus berhenti bergerak dan menunggu dengan cemas apakah kuku kucing itu akan menggaruk tubuhnya? Para anak buah itu kemudian menjadi pasif, takut salah, tidak kreatif, apalagi inovatif. Mereka seperti tikus yang waspada, menunggu gerakan si Kucing dan mencari situasi aman. Play safe! Kalau dicermati, situasi ini sungguh menarik.

Walaupun penulis pernah bercanda mengatakan bahwa sesungguhnya tugas boss jika disederhanakan hanya ada 3 yaitu : menerima tamu, tanda-tangan dan marah. Dua yang pertama wajar saja, tetapi barangkali yang terakhir itu (marah) memang harus dilakukan si boss. Kalau tidak, akan banyak tugas dan pekerjaan yang tidak selesai pada waktunya!

Jadi apa boleh buat, boss memang harus marah! Sudah sering penulis sampaikan, sebaiknya hubungan Tom-Jerry ini jangan terlalu lama dipertahankan apalagi dipertunjukkan. Kadangkala memang bukan salah si boss, yang berperilaku seperti Kucing. Barangkali anak buahnya pasif dan tidak kreatif, akibatnya si boss menjadi emosi, dan menunjukkan sifat aslinya sebagai kucing. Disini barangkali pentingnya “how to manage your boss!” Harus cerdas menyiasati suatu situasi, agar kita mampu mengambil selembar rambut dari tumpukan tepung! Masalah selesai, tanpa merusak situasi.

Hubungan boss-anak buah, seyogyanya berdasarkan azas kesetaraan yang dilandasi tanggung jawab dan komitmen dalam pelaksanaan tugas. Untuk menghindari hal ini, dibutuhkan understanding dari ke dua belah pihak. Si boss seyogyanya mengetahui kemampuan atau batas kapasitas anak buahnya. Dengan demikian, ekspektasinya dapat disesuaikan dengan kapasitas anak buahnya. Ekspektasinya di set, tidak terlampau tinggi, agar nanti si boss tidak kecewa dan menjadi marah-marah. Sebaliknya, anak buah juga harus berusaha memahami cara berfikir boss. Dia mesti dapat membaca atau paling tidak menebak keinginan boss-nya. Tidak boleh terjadi perbedaaan interpretasi yang terlalu besar dalam pelaksanaan tugas, antara si boss dan anak buah. Ini dapat berujung kepada mis-understanding, yang berakibat fatal!

Lagi-lagi anak buah mesti punya kiat : how to manage your boss! Anak buah harus memahami bahwa boss selalu memiliki need-want-expectation. Anak buah harus selalu berusaha, jika tidak dapat memenuhi ekspektasi di boss, syukur-syukur dapat memenuhi “want” nya. Paling jelek anak buah harus mampu memenuhi “need” si boss. Jika tidak, boss akan menunjukkan sifat aslinya, dan berperilaku layaknya kucing yang marah! Kalau sudah begitu, jangan kaget kalau anda akan diterkamnya, dan barangkali kukunya akan menyakiti anda. Dengan pemahaman itu, sebaiknya hubungan yang terjalin antara boss dan anak buah, bukan lagi antar Kucing dan Tikus. Seyogyanya si Tikus mengubah dirinya, menyesuaikan cara berfikirnya, agar menjadi Kucing, paling tidak Kucing kecil-lah. Jangan berbeda, karena persepsinya akan berbeda.

Jadi hubungan ini mesti diubah dan diperbaiki, bukan lagi hubungan Kucing-Tikus, tetapi antara Kucing dan Kucing Kecil! Analogi dari ilustrasi tersebut, maka dalam melaksanakan tugas sehari-hari anak buah harus memahami kondisi tersebut. Dan yang penting, anak buah harus berani men-transformasi dirinya menjadi Kucing juga, Kucing Kecil. Mereka harus mengubah cara pandangnya, menyesuaikan diri dengan need-want-expectation para boss. Anak buah harus aktif memahami kemauan boss-nya. Tidak bisa lagi hanya berdiam diri, dan hanya melakukan pekerjaan as it is, apa adanya, berkilah dan bersembunyi dengan alasan isaku iki (Jw= aku hanya bisa begini).

Namun demikian, di sisi lain, anak buah juga harus berusaha agar si boss juga menghargai atas semua upaya dan jerih payahnya. Oleh sebab itu layak juga kiranya jika anak buah menerima imbalan yang memadai atas segala jerih-payah yang sudah diberikan. Anak buah bukan Tikus lagi, yang ketakutan, lari di kejar-kejar Kucing, dan terbirit-birit mencari tempat persembunyian yang aman.

Team yang solid - saling berbagi

Anak buah berhasil mengangkat dirinya, dan akan berada pada level yang setara. Dia akan bekerja keras, cerdas dan ikhlas untuk mencapai target bersama si boss. Jika pelanggan (boss) menentukan sesuatu, maka anak buah mesti proaktif, dan tanggap untuk berbuat memuaskan pelanggan. Anak buah mesti berbuat maksimal agar pelanggan puas dengan pelayanannya dan tidak mencari orang lain untuk menyelesaikan pekerjaan. Akhir cerita happy-ending kartun Tom-Jerry.

Akhirnya mereka Tom-Jerry tidak bermusuhan lagi, dan masing-masing tidak lagi mencari kelemahannya. Mereka bekerja sama, saling dukung-mendukung menyelesaikan tugas. Mereka bersatu padu, bersinergi untuk mengatasi hal-hal yang merugikan mereka berdua. Kita bisa meniru mereka? Semoga …


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: