Posted by: Heru Legowo | December 12, 2011

Pulau Ayer Yang Eksotis


Kepulauan Seribu hampir semua orang tahu, hanya saja barangkali karena letaknya yang dekat maka banyak yang tidak menyempatkan diri untuk mendatanginya. Termasuk saya. Sudah berjalan kemana-mana, malah yang di depan mata tidak sempat untuk didatangi. Dan datanglah kesempatan itu, Jumat 9 Desember 2011 lalu, bersama-sama teman kantor saya mendatangi salah satu pulau dari kepulauan seribu, pulau Ayer.
Kami berkumpul di demaga 16 Marina Ancol, 24 orang semuanya. Dan pada sore yang cerah, boat kami bergerak perlahan-lahan meninggalkan dermaga. 4 buah mesin Yamaha dibelakang boat menderu menimbulkan gelombang besar di belakang boat. Saya berada disamping Atun driver boat, dia bilang ombak akan sedikit besar dan waktu tempuh ke Pulau Ayer 20 menit. Di dalam boat terasa agak panas, maka saya beralih ke belakang dan duduk di luar kabin di bagian belakang boat.
Sejenak kemudian Atun menambah throttle dan mesin Yamaha yang berada tepat dibelakang saya menggeram dan boat meluncur dengan cepat. Menurut Ayun kecepatan boat maksimal adalah 30 knots, biasanya hanya dijalankan dengan kecepatan 20-25 knots. Sebentar kemudian boat kami meninggalkan pintu dermaga di sebelah gedung tinggi Ancol Mansion tampak menjulang di kejauhan. Di sebelah kiri ada 3 gedung tinggi berwarna kebiruan. Laut berombak agak besar.

Dermaga Marina Ancol

Di kejauhan tampak siluet beberapa pulau, di kiri kanan ada beberapa kapal yang mendukung bagang diatasnya. Dulu bagang-bagang itu ditancapkan ke laut dan menetap disuatu lokasi. Sekarang nelayan sudah lebih maju. Diatas sebuah kapal berukuran sedang ditempatkan bagang yang melintang panjang. Jadi kapal itu dari jauh seperti mendukung bagang yang melintang diatasnya. Di langit, pesawat tampak berurutan turun menjelang mendarat ke Bandara Soekatno-Hatta.
Tidak terasa 15 menit berlalu, dan Atun mengurangi kecepatan. Di depan kami sebuah pulau yang tidak terlalu besar tampak rimbun ditumbuhi pepohonan. Sebuah dermaga tampak kokoh di pantainya. Atun mendekatkan boat ke dermaga dan sandar dengan mulus. Welcome to Ayer island.


Pulau Ayer merupakan pulau terdekat dari pantai Jakarta. Pada jaman dahulu menjadi pulau beristirahat Raja dan juga pernah menjadi tempat Presiden bersitirahat. Luasnya sekitar 3 kali lapangan bola. Kami turun dan check in. Saya medapat cottage di Fak-Fak 1. Lokasi, gedung, di Pulau Ayer diberi nama dengan nama Papua, seperti : Randiki, Serui, Ohsibi, Enarotali, Ayamaru, Mamberamo dsbnya. Saya tidak tahu alasannya, mengapa pengelola Ayer menamakan lokasi dan cottage dengan nama-nama di Papua.

Setelah check in, kami diantar ke cottage masing-masing. Cecep salah satu petugas mengantarkan kami ke cottage. Ada lebih dari 30 cottage kayu yang terletak diatas laut (wooden floating cottage), juga ada beberapa cottage yang berada di daratan. Kebetulan Fak Fak 1 berada si laut. Cottage itu dibangun + 3 meter diatas air laut, akses jalan terbuat dari semacam jembatan kayu.
Dari jendela Fak Fak 1 pandangan lepas ke laut, gedung-gedung tinggi di pantai Jakarta keliatan dari jauh. Beberapa kapal bagang tampak bergerak mencari lokasi yang paling sesuai. Di kejauhan ada siluet pulau, Cecep bilang itu pulau Penduduk dan Pulau Bidadari.

Setelah menaruh tas punggung, saya sempatkan berjalan mengelilingi pulau Ayer. Pulau Ayer ini memilki pohon-pohon yang tua yang pasti umurnya sudah puluhan tahun. Pohon-pohon itu dipelihara dengan baik dan diberi nama seperti di Kebon Raya Bogor. Ada sebuah landasan helikopter di dekat dermaga, hanya saja tampaknya sudah lama tidak digunakan. Ada panggung yang berbentuk seperti kapal, dan di depannya ada ruang terbuka untuk kegiatan yang diatasnya di tutup dengan tenda besar.

Sekilas, pulau Ayer yang mungil ini cukup tertata dengan apik. Jalan setapak diberi pavement dari cone-block dan dengan sepeda atau jalan kaki kita bisa meng-explore setiap sudut pulau dengan mudah. Ditengah pulau ada gedung tempat karyawan Pulau Ayer tinggal, jumlahnya 100-an orang. Mereka berasal dari berbagai wilayah di Jawa.

Malam harinya ada acara dari kantor. Penyanyi yang cukup seronok diatas panggung membuat acara menjadi hidup dan membuat peserta relaks. Saya mencoba menyusuri pantai Ayer malam hari. Lampu-lampu Jakarta memberi pemandangan yang eksotis. Terpencil atau memencilkan diri sendiri disini memberikan suasana tersendiri. Sejenak kami seperti lepas dari hiruk-pikuk Jakarta. Bulan terang mengambang diatas cottage, dari pantai tampak eksotis dan memperindah malam. Kecipak gelombang air laut yang menyentuh pantai, memberi irama tersendiri. Irama yang terus-menerus tanpa henti sejak jaman dahulu. Dan akan terus begitu.

Pagi harinya ketika bangun tidur dan menengok ke luar jendela, pantai Ayer berkabut. Jarak pandang kurang dari 100 meter. Jadi pupuslah harapan untuk bisa melihat matahari terbit diatas Jakarta. Setelah kabut menipis, saya keluar dan berjalan mengamati pantai di pagi hari. Dari anjungan pier beberapa kapal nelayan tampak hilir mudik.
Berjalan sebentar di tepi pantai sebentar, terus menuju restoran untuk sarapan. Saya memilih sarapan di dek terbuka diatas laut, diluar restoran. Jakarta tertutup tidak keliatan, sekeliling remang-remang tertutup kabut. Jadi inget di Jimbaran, bedanya kami berada sekitar 3 meter diatas laut sekarang. Sayang sekali, seandainya saja jarak pandangan clear, pasti eksotis sarapan pagi disini.

Setelah sarapan dan cukup membiarkan makanan turun, kami mulai kegiatan berikutnya permainan air, berupa jet ski, banana boat, canoe. Saya mencoba jet ski. Tampaknya melihat teman-teman mengendalikan jet ski cukup mudah. Ahmad pelatih jet ski dari Ciamis mengajari saya bagaimana mengendalikan jet ski ini. Ternyata cukup mudah. Tombol start berwarna merah ada di stang kiri dan tombol gas yang bentuknya seperti picu senapan, ada di stang kanan.

Ahmad duduk dibelakang saya dan dengan ragu-ragu saya tarik tombol gas. Jet ski merespons dengan baik dan meluncur ke tengah laut. Sebentar kemudian saya sudah mulai bisa menguasai jet ski, seperti naik motor bebek gitulah. Dan ketika saya sudah dianggap cukup mahir, kami menepi Ahmad turun dan Dadang rekan saya naik dibelakang. Dengan yakin saya arahkan jet ski, saya tarik gas, dan jet ski meluncur dengan elegan menyusuri dan pantai Ayer. Keren banget dah.

Rekan-rekan lain bermain banana boat yang ditarik dengan boat menyusuri pantai dan ketengah laut. Setiap kali akan mendarat, pengemudi boat sengaja membalikkan banana boat, dan penungganganya terpelanting masuk ke air laut. Seru! Yang lain bermain canoe. Sayangnya ombak agak besar, dan mereka tidak bisa jauh mendayung. Hanya beberapa meter di bibir pantai.
Siang hari, Cecep memberitahu agar kami bisa check out jam 12.00 karena sudah ada tamu berikutnya. Jadilah setelah membersihkan diri, kami makan siang. Perahu-perahu bagang bergoyang diayun gelombang yang cukup kencang. Setelah menunggu sebentar, boat kami sudah siap di dermaga untuk kembali ke Jakarta.

Jam 2 siang kami semua sudah naik ke boat. Dan perlahan-lahan boat bergerak meninggalkan dermaga Pulau Ayer. Empat mesin Yamaha menderu memecah gelombang dan meninggalkan jejak buih putih yang semakin melebar. Pulau Ayer pun menjauh dari pandangan. Kehidupan akan terus berlangsung, orang datang dan pergi, masing-masing sibuk dengan urusan dan kepentingannya masing-masing.

Boat meluncur semakin cepat, membawa kami kembali menuju hiruk-pikuk Jakarta. Kembali ke alam nyata dan menjalani kehidupan seperti biasanya … Bagaimanapun Pulau Ayer menjadi salah satu alternatif untuk melupakan sejenak keruwetan dan kemacetan Jakarta. Ayer memberi kesempatan untuk melepaskan penat, lelah dan refresh …


Responses

  1. Mantapp P’Heru, setiap perjalanan dan aktivitas berbuah tulisan yang kreatif,,,,lanjutken!!!!

  2. Asik tuh pak heru…..mantap
    Tetapi akan lebih asik lagi kalau saya diajak juga..hehehe…..
    Tks yah bos…

  3. Waduh….lagi selancar di internet tertarik ada satu Blog…akhirnya saya baca sampai selesai…ga terasa dan tidak disangka…ternyata Big Bos ku…hehehe..salam dari teman2 lapangan di soekarno hatta Pa Heru… Kapan2 Mampir ke Webku Pa… http://www.wisataseribupulau.co.Id trus satu lagi http://www.pulauseribu-resorts.com asli made-in Gapura hehehe….(promosi dikit biar kalo ke pulau seribu pakenya travelku aja hahaha)….Salam Hormat


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: