Posted by: Heru Legowo | October 21, 2012

Follow the Flow and Glow


Pemimpin selalu memiliki style dan gaya sendiri. Seseorang pemimpin akan selalu terus belajar dan dengan sadar mengasah dan memperbaiki gaya leadership-nya. Berdasarkan pengalaman lapangan, masing-masing pemimpin memiliki karakter dan gayanya sendiri. Original dan spesifik. Sebenarnya wajar saja, karena seseorang adalah sebuah pribadi yang utuh dan bukan fotocopy dari lainnya. Seorang pemimpin yang sadar akan hal tersebut, biasanya mampu muncul dan tampil sebagai dirinya sendiri dan bukan menjadi bayangan orang lain. Asli bukan fotocopy!

Pemimpin memiliki gaya yang spesifik dalam mengarahkan, mengelola dan memanfaatkan sumber daya yang ada untuk menyelesaikan tugas dan mendapatkan tujuan yang sudah ditargetkan. Hanya saja, ada teori dan kaidah-kaidah umum yang menjadi panduan untuk mengasah leadership masing-masing, sehingga kadangkala membuat seseorang terpaku untuk mengikuti kaidah itu. Padahal menurut saya, sebaiknya seorang pemimpin mengembangkan gayanya sendiri, tentu saja tanpa mengabaikan kaidah-kaidah umum tersebut.

Saya tidak akan mengulas tentang itu yang sudah banyak ditulis, diulas dan dibahas dalam buku-buku manajemen dan leadership. Sebenarnya tinggal bagaimana pemimpin menerapkan dan mengaplikasikan saja dalam praktek sehari-hari. Saya hanya akan menulis mengenai proses kecil, tetapi penting bagaimana seorang pemimpin masuk dalam sebuah lingkungan, larut didalamnya dan kemudian muncul sebagai sebuah pribadi, yang mendapat respek dari lingkungannya.

FOLLOW THE FLOW

Mengikuti arus kemana bergerak menjadi salah satu kiat seorang pemimpin dalam melakukan tugasnya. Hanya saja, dia tidak sepenuhnya larut dalam arus atau lingkungannya. Wajar saja jika sebagai suatu dinamika, arus itu biasanya bergerak lincah, liar, keras dan deras. Seorang pemimpin yang memiliki karakter akan berada didalamnya, tetapi alih-alih terbawa arus, dia justru mewarnai arus dan mengendalikannya. Dia tidak semata-mata terbenam dalam gerakan arus, tetapi dia ikut membentuk bahkan menjadi tema dasar dari arus tadi. Kelihatannya mudah diucapkan, tetapi pada kenyataannya sulit dilakukan. Untuk itu, dibutuhkan karakter kuat untuk bisa muncul dan memberi warna tersendiri yang khas dirinya, sesuai dengan karakternya.

Mengikuti arus dan tidak larut didalamnya memang pekerjaan yang tidak biasa. Butuh kemauan kuat untuk menjaga eksistensi dan mempertahankan warna diri anda, dalam arus yang membalut dan melingkupi semua lingkungan kerja anda. Disinilah seorang pemimpin akan menampakkan jati dirinya. Dia memahami arus dimana dia berada dan mengerti situasi dan kondisinya. Dia mempelajari dengan serius dan mengevaluasi dengan cermat lingkungan dimana dia berada, sebelum dia mengambil sikap dan menjaga jarak dengan hal-hal yang tidak disetujuinya. Sulit? Memang! Tapi disitulah ujian bagi seorang pemimpin untuk dapat mengambil hikmah situasi sekelilingnya.

Oleh sebab itu saya sering berkata, bahwa seorang pemimpin harus memiliki karakter dan sikap yang mandiri. Itu akan menjadi merek dirinya, menjadi ciri khas yang tidak dimiliki oleh orang lain. Semakin spesifik, seorang pemimpin biasanya memiliki banyak kiat-kiat untuk menjaga dan mempertahankan ke-khususan-nya itu. Artinya dia itu inovatif dan kreatif, sebagai cara memenuhi kebutuhannya agar tetap khusus dan spesifik. Yang sulit adalah bagaimana dia mampu masuk ke dalam arus dan lingkungannya itu, dan tetap survive dengan jati dirinya. Disitulah masalahnya. Dan tidak ada saran yang mujarab yang mampu menjelaskan bagaimana caranya, karena akan terpulang kembali kepada kadar dan kualitas leadership-nya.

Itulah mengapa saya termasuk yang percaya bahwa leadership is an art! Kepemimpinan adalah suatu seni tersendiri dan keindahannya dibentuk oleh pribadi dan karakter masing-masing pemimpin.

FLOWS AND GLOWS

Seorang pemimpin seyogyanya mampu mengikuti arus, mewarnai dan memberi nuansa tersendiri. Disadari atau tidak, itu hanya mampu dilakukan oleh seorang pemimpin yang memiliki karakter dan kepribadian yang kuat. Dia kemudian mengarus dan mempercepat dan memperkuat gerakan arus yang lama-kelamaan menjadi gerakan yang lebih kuat, kencang dan deras! Bedanya sekarang dia ada didalamnya dan terlibat langsung dalam mengendalikan arus tersebut, agar sesuai dengan muatan yang dengan sengaja dia masukkan.

Setelah dia mampu larut bersama arus, kemudian memberi warna, muatan, filosofis-nya, maka kemudian akan datang waktunya dia muncul dan tampak sebagai pribadi yang memiliki karakter utuh. Dia akan muncul dan perlahan-lahan bersinar menunjukkan jati diri yang sebenarnya. Pemimpin yang berkarakter, selalu mampu membawa situasi pada segala kondisi sesuai dengan yang dikehendakinya. Dia membentuk situasi dan bukan situasi yang menguasai dirinya.

Pasti tidak akan semudah dalam tulisan, yang tampaknya enak dan gampang dilakukan. Banyak usaha, kiat dan yang penting kemauan keras untuk menjalankan hal tersebut. Memang tampaknya sederhana : ketika anda berada dalam suatu lingkungan anda mesti segera menyesuaikan dalm lingkungan tersebut. Kalau dalam bahasa Jawa : ajur, ajer! Artinya masuk, berbaur dan menjadi bagian dari lingkungan itu. Tidak hanya itu saja, oleh karena itu Charles Darwin mengatakan : survival of the fittest! Kemampuan menyesuaikan dengan lingkungan dan bertahan untuk tetap eksis.

Hanya saja yang membedakan dengan orang kebanyakan, seorang pemimpin tidak hanya masuk ke dalam lingkungan itu, tetapi dia segera mengubah dan mengendalikan sesuai dengan karakter dan gaya leadership-nya. Tantangannya banyak! Dan untuk dikatakan berhasil, tolok ukurnya sederhana : apakah lingkungan, menerima anda seperti apa adanya? Adakah gerakan penolakan dan resistensi terhadap eksistensi anda didalam lingkungan itu? Atau bahkan kemudian muncul gerakan yang lebih ekstrim, yang berbentuk sebuah somasi?

Disinilah kualitas seorang pemimpin diuji dan dipertaruhkan. Dalam praktek sehari-hari, saya percaya anda sudah melakukan hal itu. Tinggal mengevaluasi dan mengambil beberapa pelajaran penting dari hal-hal yang anda sudah kerjakan atau akan anda rencanakan. Sebuah evaluasi penting untuk menilai dan memperbaiki hal-hal yang dirasakan masih kurang. Kemudian yang lebih penting lagi, berani dengan lapang dada mengakui dan memperbaikinya.

Akhirnya saya yakin, bagi yang sudah menjalankan dan mempraktekkan akan mudah mencerna apa yang saya maksudkan. Dan bagi yang belum atau baru mendapat kesempatan, maka catatan ini mudah-mudahan akan menjadi sekedar bahan renungan dan tambahan wawasan.

So, let’s just … Follow the Flow and Glow … someday I hope you will master it.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: