Posted by: Heru Legowo | June 3, 2013

Taman Mayura Lombok


Lombok selalu memiliki daya tarik tersendiri. Sebagai pulau yang bersebelahan dengan Bali, Lombok memiliki kesempatan untuk menerima limpahan wisatawan dari Bali. Dan sekarang dengan semakin padatnya Bali, Lombok menjadi alternatif pilihan yang menarik. Bagi saya pribadi pantai-pantai di Pulau Lombok lebih eksotis dan menarik daripada Bali. Beberapa pulau kecil atau Gili berada di dekat pantai pulau Lombok. Hanya 15-20 menit dengan boat atau kapal kecil, mudah mencapainya. Perjalanan hanya beberapa menit dengan boat ini, memberikan sensasi tersendiri. Nilai lebih pulau Lombok ini mesti diusahakan dengan maksimal agar menjadi salah satu sumber daya bagi Lombok.

Rsz Airport  LOP

Selain itu, Lombok juga sudah memiliki Bandar udara yang sangat memadai. Bandara Internasional Lombok di Praya ini mampu menerima pendaratan pesawat berbadan lebar. Buktinya, sudah mampu menjadi bandara embarkasi haji pertama tahun 2012 dan perjalanan ibadah ke rumah Allah itu telah berjalan dengan sukses. Wajar kiranya, jika kemudian bandara ini menjadi kebanggaan masyarakat Lombok, khususnya Lombok Tengah. Tinggal dipelihara dengan baik dan dijaga kebersihannya.

MALIMBU

Lombok memiliki pantai yang indah. Disepanjang pantai bagian barat dan selatan, Lombok memiliki pantai yang sangat eksotis. Disebelah barat Lombok, deburan ombak selat Lombok mencapai pantai dengan gelombangnya yang keras. Batu-batu karang di pantai menjadi sasaran gelombang yang datang silih berganti, tanpa berhenti.

Malimbu beach

Keindahan yang mempesona adalah pada lekukan pantai yang melengkung, dengan tebing-tebingnya yang menjulang tinggi di atas pantai. Pantai-pantai di Batu Bolong, Senggigi dan Malimbu memiliki keindahan eksotis yang khas seperti ini. Ketika cuaca cerah hampir pasti semua wisatawan apalagi yang baru tiba pertama kali ke Lombok, akan berhenti pada lokasi ini. Sejenak berhenti dan menikmati keindahan yang langka ini. Keindahan yang sangat sayang jika dilewatkan begitu saja. Lalu shutter release dari kamera pun akan berdetik memotret pesona ini.

Banyak kenangan berkesan dalam tercipta di sepanjang pantai ini. Sampai sekarang pun masih dan akan terus terjadi. Selain itu juga menjadi ajang memperoleh kehidupan dari para penjual kelapa muda, jagung bakar dan juga mutiara.

Rsz Adella Malimbu

PUSUK

Melewati Malimbu terus ke utara, sampai di Pemenang. Tempat meyeberang ke tiga pulau kecil yang terkenal di dunia yaitu Gili Air, Gili Meno, Gili Trawangan. Jika anda tidak punya waktu yang cukup, maka anda dapat memutar kekanan, melewati bukit dengan hutan yang cukup lebat, melalui Pusuk. Jalanan akan berkelok-kelok dengan tebing terjal di sisi kanan dan kiri. Seperti kebanyakan bukit yang berhutan, banyak kera-kera kecil berkelompok sepanjang jalan. Mereka menunggu berderet, menanti lemparan pisang, kacang atau makanan kecil lainnya dari kendaraan yang lewat.

TAMAN MAYURA

Ditengah-tengah hiruk-pikuknya Kota Mataram, ada taman yang indah dan sejuk yang tersembunyi. Taman Mayura terletak di Kelurahan Cakranegara Timur, Kecamatan Cakranegara, Kotamadya Mataram. Kira-kira sekitar 900 meter dari pusat kota Mataram. Di sebelah barat kompleks taman ini dahulu merupakan kompleks Kerajaan Cakranegara, bernama Puri Ukir Kawi. Didalamnya ada kolam yang luas dengan bangunan ditengahnya. Tiket masuk Rp. 5 ribu.

Rsz Mayura

Taman ini dibangun pada tahun 1744 oleh Raja Anak Agung Anglurah Made Karang Asem, memiliki fasilitas Kolam, Pura Jagat Nata, Pura Meru Kelepug, Bale Kambang, Bale Loji dan Bale Pererenan.

Taman Mayura berbentuk segi empat dengan ukuran kira-kira 250 MX150 M. Di tengahnya terdapat sebuah kolam dengan ukuran + 170 MX80 M. Di tengah kolam terdapat sebuah bangunan terbuka, Bale Kambang berukuran + 15 MX10 M. Di ujung timur ada sebuah Meru. Yang menarik, didepannya ada pancuran air dengan kepala naga, masing-masing 10 buah pancuran berkepala naga, disisi kiri dan kanannya. Sayang tampaknya airnya sekarang tidak mengalir dengan baik.

Rsz Pancuran Naga

Konon taman indah ini dulu namanya adalah Taman Kelepug, karena suara mata air ditengah kolam yang berbunyi kelepug-kelepug. Nama Mayura artinya burung Merak. Aslinya berasal dari bahasa Sansekerta Mayora, hanya saja lafaz Bali dan masyarakat setempat mengucapkannya menjadi Mayure.

Alkisah dahulu, di lokasi Taman Kelepug yang masih hutan yang cukup lebat, banyak ular berbisa. Ular-ular itu menganggu umat Hindu dalam melakukan upacara agama. Sang Raja kemudian meminta nasehat dari negara sahabat, kalau tidak salah Pakistan. Dan mereka menyarankan agar menaruh Burung Merak di Taman Kelepug dengan tujuan burung itu akan memakan ular-ular berbisa tersebut. Dan benarlah, setelah ada burung Merak disitu, maka jumlah ular beracun yang mengganggu ibadah umat menjadi berkurang, bahkan musnah sama sekali. Oleh karenanya, Taman Indah itu diubah namanya menjadi Taman Mayura.

Sejarah menunjukkan bahwa Taman Mayura berhubungan erat dengan sejarah keberadaan orang-orang Bali di Lombok. Pada masa itu di Lombok masih terdapat kerajaan-kerajaan kecil, seperti Mataram, Pagesangan, Pagutan dan sebagainya.

NEGARA KERTHAGAMA

Menurut Wikipedia, tahun 1838 hanya tinggal 2 kerajaan di Lombok, yaitu Singasari Sasak dan Mataram. Kedua kerajaan itu berperang, dimenangkan oleh Mataram walaupun Raja Mataram tewas dlam perang tersebut. Dua orang putera raja yang masih kecil, sempat diamankan ke Karangasem. Kemudian A.A. Gde Ngurah Karangasem dan A.A. Ketut Ngurah Karangasem, menjadi pewaris tahta Kerajaan Mataram. Pada tahun 1893 Mataram berhasil mengalahkan Singasari.

Pada pertengahan abad 19, putera mahkota Kerajaan Mataram membangun Puri di atas bekas Puri Kerajaan Singasari yang hancur. Puri tersebut selesai pada tahun 1866 dan diberi nama Singasari dan kemudian diganti menjadi Cakranegara.

Bandara Selaparang tinggal kenangan

Tahun 1894 terjadi perang melawan Belanda, yang berakhir dengan kekalahan Mataram. Pada waktu Belanda mau menghancurkan istana raja, Brandes menemukan naskah lontar Desawarnana yang ternyata adalah naskah Negarakerthagama. Naskah lontar terkenal dari jaman Majapahit ini, ditulis oleh Mpu Prapanca pada tahun 1365.

Jadi, datanglah ke Lombok. Sungguh sesuatu banget.


Responses

  1. Ternyata lombok itu indah juga pantainya, tidak kalah dgn pantai2 yg ada di bali. Mungkin suatu saat lombok akan sejajar dgn bali, dpt mjd sumber devisa dlm industri pariwisata di Indonesia.

  2. Someday I will go to lombok island…..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: