Posted by: Heru Legowo | August 2, 2013

The Miracle of Giving


GivingMemberi adalah lebih utama dari pada meminta. Dan semua agama menyarankan itu, menghimbau agar ummatnya untuk lebih banyak memberi dan bukan hanya meminta. Orang-orang bijak dan wali Allah selalu mengingatkan untuk memberikan sebagian dari rejeki kita, kepada orang-orang yang berhak. Tangan diatas lebih baik daripaa tangan dibawah. Keutamaan memberi ini, sungguh luar biasa.

Seorang ustadz di Jogyakarta bahkan dengan tegas mengatakan jangan merasa sayang untuk memberi, karena siapa pun yang memberikan rejekinya maka Allah Swt akan mengembalikannya dalam jumlah yang lebih banyak daripada yang dia berikan. Bagi orang yang awam atau sedikit pelit, ajakan itu sungguh naïf. Bagaimana mungkin sesuatu yang diberikan dan hilang, akan kembali lagi. Caranya bagaimana? Barangkali dia lupa bahwa Allah Swt Maha Segala, dan akan mengembalikan dengan cara yang dia sendiri tidak akan tahu.

Hidup ini sebenarnya bagaikan echo. Apa yang anda teriakan, akan kembali kepada anda. Semakin keras anda berteriak, maka gaungnya akan kembali kepada anda semakin keras juga. Apa yang kita tanam, pasti kita akan menuainya. Apa yang kita berikan, maka kita akan memperolehnya kembali. Sebenarnya tidak ada pemberian yang hilang. Pemberian itu akan bergerak berputar dengan cara yang tidak kita ketahui dan akan kembali lagi kepada kita. Allah Swt membuat proses yang begitu rumit, yang akal kita tidak mengetahuinya. Tetapi yang pasti pemberian itu akan kembali kepada kita dalam bentuk yang berbeda dan dalam jumlah yang lebih besar! Subhanallah …

Yang perlu difahami kembali, bahwa memberi itu bukan selalu berbentuk materi. Sesuatu yang positif yang berguna bagi orang lain, itu juga memberi. Jadi anda tidak harus kaya dulu baru dapat memberi. Ini adalah masalah niat dan kemauan. Seberapa pun banyak harta dan uang anda, jika anda tidak punya niat untuk memberi, maka anda tidak akan pernah memberi! Sebaliknya sekecil apapun uang anda, atau bahkan ketika anda tidak punya uang sekalipun; tetapi jika anda mau memberi, maka selalu saja ada jalan utuk memberi.

Ingatlah bahwa memberi tidak selalu berkonotasi dengan uang. Ketika anda membantu orang lain yang sedang susah, itu memberi. Ketika anda mengantarkan rekan yang terkena musibah ke rumah sakit, itu juga memberi. Ketika anda membantu orang tua menyeberang jalan, juga memberi. Bahkan yang paling mudah adalah, ketika anda berdoa untuk orang lain, itu adalah pemberian yang tidak kentara tetapi efeknya luar biasa. Doa anda yang tulus dan tanpa pamrih itu akan didengar Allah Swt dan akan dikembalikan kepada anda dengan jumlah yang lebih besar! Percayalah …

Jadi mulai sekarang, marilah mulai memberi. Pemberian yang tulus dan ikhlas. Janganlah memberi hanya untuk mencari pujian. Jangan memberi untuk meminta perhatian. Jangan memberi demi pamrih dan kepentingan sendiri. Ini mudah dikatakan tetapi pada prakteknya sulit dilakukan. Jika anda memberi karena sebab-sebab tersebut, memang anda akan memperoleh hasilnya. Tetapi hasilnya adalah sesuai apa yang anda maksudkan. Itu saja. Manfaat lain, dalam arti ridha dari Allah Swt tidak akan anda peroleh. Dalam Islam ini yang dikatakan sebagai riya’. Sayang sekali jika pemberian anda hanya berhenti pada kategori itu.

Akhirnya, marilah kita semua berusaha untuk terus dapat memberi. Ingatlah untuk memberi dengan tulus dan ikhlas dan tanpa pamrih. Dalam skala yang paling kecil dan mudah adalah berdoa. Berdoa agar kita semua selalu dalam SMS = Sehat, Manfaat & Semangat. Selanjutnya, setelah berusaha keras di lapangan, marilah kita berdoa bersama. Semoga perusahaan dimana anda bekerja tetap mampu survive, dan memberikan manfaat lebih banyak bagi karyawannya, bagi masyarakat dan untuk mitra kerjanya semuanya. Amin.

Semoga Allah Swt mendengar doa kita yang tulus dan ikhlas ini. Amin Ya Robbal Alamin.


Responses

  1. Dear Pa Heru, tulisan nya bagus sekali Pak sangat menyentuh untuk motivasi dalam kehidupan ini. Bravo.Pa Heru Legowo.

  2. Dear Pa Heru. Sangat menyentuh tulisan yang sangat bermakna untuk motivasi kehidupan ini. Bravo Pa Heru Legowo


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: