Posted by: Heru Legowo | July 20, 2014

Belajar dari Jerman


FIFA World Cup final - Germany v. ArgentinaJerman akhirnya menjadi juara dunia sepak bola yang ke 4 kalinya. Bagi yang menjagoi Argentina harus mengakui kenyataan ini. Tim Panser Jerman yang dimotori anak-anak muda, 6 diantaranya adalah para pemain juara dunia U-20 dan usia mereka itu rata-rata masih dibawah 25 tahun. Artinya Joachim Loew berhasil meremajakan pemainnya sekaligus membuktikan anak-anak muda itu mampu meraih juara.

Pertandingan 2X45 menit itu berjalan ketat. Jerman menguasai bola 64%. Argentina hanya 36%, tetapi jika bola sampai di kaki Lionel Messi beberapa kali menjadi ancaman serius bagi tim Jerman. Itulah mengapa akhirnya Messi mendapat trophy Golden Ball pada akhir pertandingan. Walaupun Maradona sewot dan mengatakan bahwa Messi tidakm layak mendapat Golden Ball.

Argentina sangat solid di lini tengah, Jerman kesulitan membongkar pertahanan Argentina yang memakai pola 4-4-2. Higuain mendapat umpan tidak sengaja akibat Toni Kroos salah sundul dan mengarah ke dia yang berdiri bebas. Sayang barangkali karena tidak menduga mendapat “umpan” gratis semacam itu, tendangan Higuain melebar ke sebelah kiri kiper Manuel Neuer yang sudah mengantisipasi dan berdiri pada posisi yang tepat.

Jerman juga memperoleh beberapa kesempatan, tetapi kiper Sergio Romero yang menggagalkan 2 tendangan penalti Belanda di pertandingan semi final, selalu pada posisi yang tepat menjaga gawangnya. Menguasai jalannya pertandingan dengan penguasaan bola yang lebih tinggi, tidak mudah bagi Jerman memasuki pertahan Argentina yang ketat.

Memasuki perpanjangan waktu kedudukan masih 0-0. Disinilah kejelian dan kehebatan seorang pelatih terbukti. Joachim Loew menarik Klose dan memasukkan Mario Gotze. Dari situlah awal datangnya gol yang menentukan itu.

Pada menit ke 113, ketika pertandingan tinggal 7 menit lagi Toni Kroos berlari disisi kiri dan mengirim umpan silang ke tengah lapangan. Mario Gotze ikut berlari dan menyambut umpan tarik tersebut dengan dadanya, mengontrol bola sedikit; lalu melepaskan tendangan keras dengan kaki kirinya. Kiper Romero sudah menghadang, tetapi bola Brazuca melewati tips di sisi kirinya dan melesat dengan deras masuk kesebelah kiri jaring gawangnya. Goooolllll ….

Jerman Mario-Gotze-Goal-Moment

Mario Gotze ketika mencetak gol tunggal ke gawang Sergio Romero

Stadion Maracana pun seakan pecah dengan teriakan dan sambutan fans Jerman merayakan gol penentuan yang cantik. Itu gol kedua Gotze dalam mengikuti Piala Dunia 2014. Dan itu lah gol yang menentukan kemenangan Jerman. Gol itu pulalah yang membuat Gotze menjadi player of the match.

TIM JERMAN
Jerman sungguh pantas merayakan kemenangannya. Itu adalah gelar juara dunia ke 4 kalinya, sama dengan yang dicapai Italia. Tidak hanya beberapa rekor menyertai tim Die Mannscaft. Pertama, Jerman menjadi tim Eropa pertama yang mampu mematahkan mitos, bahwa jika Piala Dunia diadakan di Amerika Latin, maka juaranya pasti negara Amerika Latin. Kedua, Miroslav Klose (36 tahun) mencetak rekor mencetak 16 gol selama dia mengikuti kejuaraan dunia, melewati Ronaldo yang mencetak 15 goal. Ketiga, kiper Jerman Manuel Neuer mendapat trophy Golden Glove, kiper terbaik World Cup 2014.
Ke empat, Thomas Mueller menempati peringkat kedua pencetak gol terbanyak 5 goal, dibawah james Rodriguez pemain Kolombia yang mencetak 6 goal selama pertandingan world cup.Thomas Mueller juga pemain kedua terbaik dibawah Lionel Messi diatasnya Arjen Robben Belanda.

PERAN PELATIH
Keberhasilan tim Jerman adalah hasil kerja keras semua anggota tim. Mereka bekerja sama dan saling mendukung satu dengan lainnya. Masing-masing menjadi bagian dari Tim Panser yang ditakuti lawan-lawannya karena permainan tim yang solid, staying power yang tanpa mengenal putus asa sebelum pertandingan berakhir. Tim Jerman bagaikan mesin yang semakin panas, semakin menunjukkan kinerjanya yang semakin baik.

Jerman Joachim Loew

Joachim Loew

Dan diatas semua kehebatan itu adalah peran si pelatih Jerman. Joachim Loew 10 tahun yang lalu adalah asisten pelatih Jurgen Klinsman yang sekarang melatih Amerika. Dialah yang mengatur pasukan dari tepi lapangan. Dialah dirigen yang mengendalikan tim.

Anda tahu apa yang dikatakan kepada Mario Gotze sebelum dia menarik Miroslav Klose ke luar lapangan dan menggantikan dengan dia? Dia berkata : “Saya percaya kamu bisa dan tunjukkanlah kepada dunia bahwa kamu lebih hebat daripada Messi”.

Ternyata pengaruh dari kata-katanya sungguh luar biasa dan mampu memotivasi Mario Gotze. Hanya beberapa menit kemudian, bola yang berasal dari tendangan kaki kiri Mario Gotze melesat keras menembus gawang Sergio Romero. Jerman pun menjadi juara! Mario Gotze memang hebat, tetapi bagi saya Joachim Loew lebih hebat lagi.

ANDAKAH PELATIH ITU?
Suatu tim selalu membutuhkan pelatih. Sebuah organisasi juga begitu. Apa yang dapat kita ambil hikmah dari pertandingan Piala Dunia? Itulah yang semestinya kita terapkan dalam kehidupan nyata. Tim Jerman menjadi suri tauladan bagi kita.

Sudahkah masing-masing kita memberikan yang terbaik? Sudahkan kita berjuang tanpa mengenal menyerah? Sudahkan anda, para pelatih memerankan fungsinya dengan benar dan akurat? Apakah anda sebagai pelatih juga terus belajar mengasah diri agar mampu memunculkan Mario Gotze lainnya yang membanggakan dan mengharumkan nama tim anda?

Selain itu sikap rendah hati Joachim Loew juga tampak nyata. Ketika Jerman membantai Brasil di kandangnya sendiri dengan skor telak 7-1 dan diminta berkomentar atas kemenangannya yang fantastis itu, Loew berkata : “It was important to meet this passion and these emotions with calm, courage and with our strength. They were shocked by our goals and it made the game easier for us”

Jadi bagi anda, para pemimpin mudah-mudahan tidak hanya larut dalam eforia Piala Dunia, tetapi anda seyogyanya mampu mengambil manfaat dan memetik hikmah dari peristiwa dunia itu.

Semoga …


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: