Posted by: Heru Legowo | December 7, 2014

Situs Megalitik Gunung Padang


3 Gerbang1

Adella Sekar Kinasih

Gunung Padang adalah lokasi megalitik terletak di desa Karyamukti, 40 km barat daya Cianjur. Kira-kira 6 kilometer dari stasiun kereta api Lampegan. Itu adalah lokasi megalitik terbesar di seluruh Asia Tenggara. Situs Gunung Padang yang terletak di ketinggian 885 meter diatas muka laut ini, diperkirakan dibangun di 4 tempat yang berbeda.

Situs Megalitik ini menutupi seluruh bukit bertingkat-tingkat dan dilengkapi tangga batu andesit pejal 400 m setinggi 95 meter. Situs ini ditemukan pada tahun 1914 oleh ahli sejarah Belanda N.J. Krom. Situs Gunung Padang dipercaya dibangun 5000 SM dan mungkin lebih awal lagi. Ada indikasi bahwa situs ini adalah bekas piramida purba dari nenek moyang kita.

Diperkirakan berdasarkan dari tahun pembangunannya, situs ini lebih tua dari priamida di Mesir. Dan orang Sunda percaya lokasi ini adalah tempat suci dimana Raja Siliwangi mencoba membangun istana dalam satu malam.

BAGAIMANA KESANA?

Gn Padang peta

Lokasi Gunung Padang

Pagi hari itu kami meninggalkan Sukabumi. Kami memilih rute melalui Sukaraja, karena ada perbaikan jalan pada rute yang lain, dan itu akan membutuhkan waktu lama karena macet. Hanya saja jika melalui rute ini, jalannya sempit. Benar saja jalan yang kami lewati sempit dan hanya dapat dilewati 2 mobil berpapasan, itu pun harus berhenti dulu. Mobil rekan saya yang didepan, hampir saja terjebak dalam selokan karena menghindari mobil lain yang berpapasan. Kami melewati Cireungas. Di stasiun Lampegan ada bonus yang cukup spektakuler. Di sebelah kanan jalan, ada terowongan kereta api terpanjang di Jawa Barat. Kami berhenti sebentar disini mengambil beberapa foto.

Setelah melewati Cilubang, kami sampai di perkebunan teh. Berhenti sebentar disini dan membuka bekal nasi timbel dengan ikan goreng dan lalapan. Hmmm maknyus! Asyik juga makan nasi timbel, di mana sekeliling kami hamparan kebun teh yang menghijau.

2 Lampegan

Stasiun Kereta Api Lampegan

 Setelah makan dan istirahat, kami menerus-kan jalan aspal yang mulus dengan kebun teh di kiri kanan jalan. Disebuah tikungan di perkebunan teh ada tanda Situs Megalitik Gunung Padang 2 km. Dan sebentar kemudian, kami sudah memasuki gerbang situs megalitik Gunung Padang. Setelah parkir saya cek spedometer, dari Sukabumi kesini 21.5 km. Tidak jauh sebenarnya, hanya jalannya yang tidak mulus dan sempit.

SITUS GUNUNG PADANG

Lokasi parkir mobil tidak begitu luas. Kira-kira hanya muat kurang dari 30 mobil seukuran Innova. Dari sini ke pintu masuk situs tinggal 600 meter. Sebenarnya mudah ditempuh dengan jalan kaki. Tetapi beberapa motor ojek sudah siap mengantar ke atas, dengan biaya Rp. 5 ribu rupiah. Jadilah ojek mempercepat kami sampai ke atas. Di pelataran parkir atas, yang mampu menampung sekitar 20 mobil, ada sebuah tenda yang akan dibongkar. Kemarin ada pesta rakyat di Gunung Padang.

3 Tangga naik

Tangga dekat puncak

Setelah membayar tiket masuk Rp. 2 ribu rupiah, kami bersiap naik ke atas. Sebenarnya saya memilih tangga yang asli, tetapi ada renovasi karena tangga batu itu sudah mulai labil dan butuh pemeliharaan. Jadi kami menggunakan tangga beton yang tampaknya baru selesai dibangun. Untunglah tangga itu dilengkapi pegangan pengaman dari pipa besi, di kiri dan kanannya sehingga lebih mudah menaikinya.

Perlu beberapa kali berhenti untuk menarik nafas, menaiki tangga yang panjang dan cukup curam ini. Perlahan tetapi pasti, akhirnya kami sampai ke atas. Setelah anak tangga terakhir, di depan kami ada tumpukan batu yang berserakan menggunung dan sebagian menutupi permukaan gunung. Saya ikuti petunjuk jalur langsung disisi gunung yang ke puncak. Saya terus melalui jalan setapak di sisi kanan gunung. Langsung menuju ke panggung pandang, yang berada di ujung kanan Gunung Padang. Saya naik ke lantai 2. Dari sini Gunung Padang tampak seperti berundak-undak dari bawah ke atas. Ratusan batu berserakan dan ada yang diatur membentuk pagar dan jalan setapak.

Saya melihat berkeliling. Gunung padang ini dikelilingi gunung. Yang didepan mata ada gunung kecil. Dan di belakangnya yang lebih tinggi adalah Gunung Gede, sayang puncaknya tertutup awan. Diam-diam saya merasa bersyukur, sudah pernah sampai ke puncaknya disana. Di belakang kami ada beberapa rumah penduduk jauh dibawah sana. Samar-samar ada bendera orange dibalik pepohonan, menurut Ahmad Saepudin penjaga situs, disitu ada helipad.

3 Lantai satu

PUNCAK GUNUNG PADANG

Saya turun dari atas gardu pandang ini. Jadi alih-alih menaiki Gunung Padang dari bawah ke atas, saya malah menyusuri situs dari atas turun ke bawah. Persis di bawah gardu pandnag ada sebuah warung yang menjual makanan kecil, minuman dan oleh2 sekedarnya. Saya beli destar, agar mirip sedikit dengan si Kabayan. Harganya Rp. 20 ribu. Yang jual membantu memakai kain batik itu menjadi destar.

Lalu eksplorasi di situs megalitik Gunung Padang pun dimulai. Untunglah ada pemandu wisata, yang di bajunya hitam tertulis penjaga situs Gunung Padang, namanya Ahmad Saepudin. Dia lalu menjelaskan kepada kami dengan antusias.

1 Batu Singgasana

Ahmad menjelaskan situs mehalitik Gunung Padang dikelilingi 5 gunung yaitu : Gunung Karuhun, Emped, Malati, Pasir Malang & Gunung Batu. Di lingkaran luarnya Gunung Pasir Pohor, Kencana, Gunung Gede dan Pangrango. Situs ini juga dikeliling 5 sungai, 2 sungai yang besar adalah Kali Cikuta dan Kali Cipanggulan.

Situs Gunung Padang ini terdiri dari 5 lantai. Dari bawah untuk ke lantai pertama anda akan melalui tangga batu utama dengan 378 buah anak tangga, tinnginya sekitar 800-an meter.m Pada lantai pertama anda akan sampai tumpukan batu menggunung di sebelah kiri, Gunung Masihit. Yang di sebelah kanan, ada semacam ruangan berukuran sekitar 4X10 M yang dikurung dengan batu yang ditanam berdiri mengelilinginya, Batu Meja yang berwarna Kuning. Di depan Gunung Masigit dan Batu Meja ini ada dua Batu Gamelan. Batu ini kalau dipukul mengeluarkan suara nyaring, seperti gamelan.

7 Jalan ke puncak

Dari lantai satu naik ke lantai dua. Mestinya ada tangga yang langsung lurus, tetapi ditutup karena mungkin batu-batu itu takut runtuh dan mencelakai orang. Oleh sebab itu melalui jalan buatan ke atas melingkar, dari sisi sebelah kanan. Tinggi ke atas sekitar 50 meteran. Di lantai dua ada dua yang tumbuh berdempetan, pohon kemenyan. Sambil beristirahat, rekan saya Endang Kartiwa membakar getah pohon dengan rokok, baunya wangi. Lokasi ini menurut Ahmad namanya Mahkota Dunia. Dari bawah pohon Kemenyan ini pandangan ke bawah sangat lepas dan Gunung Batu di kejauhan tampak jelas.

Dari lokasi ini ada jalan setapak yang dibatasi dua batu tegak semacam gerbang kecil. Kami berada di lantai 3. Disini ada Batu Lumbung dan Batu Maung yaitu batu yang ada lubang-lubangnya ada 6 lubang yang menyerupai bekas kaki harimau. Lalu ada Batu bekas telapak kaki yang agak tersembunyi untunglah Ahmad yang menunjukkan tempatnya. Batu itu berlekuk cukup dalam, seperti bekas kaki dengan 5 bekas jari-jarinya.

5 Adella Titiek

Selanjutnya memasuki lantai ke 4, lagi-lagi ada semacam gerbang kecil. Di sisi kiri ada sebuah batu yang seperti dipahat dan bentuknya menyerupai senjata Kujang. Tetapi bagi saya bentuk itu mirip tunas kelapa, seperti lambangnya pramuka. Setelah naik ke lantai ini, di sebelah kiri ada Batu Gendong atau Batu Kanuragan. Di tengah sebuah lokasi yang dikelilingi batu, dulunya ada Batu Kanuragan. Ada mitos barang siapa yang dapat mengangkat batu itu, maka semua keinginannya akan terkabul. Hanya saja batu itu sekarang sudah dipindahkan, karena ditakutkan menjadi syirik dan menimbulkan celaka bagi yang tidak kuat ketika berusaha mengangkatnya.

Pada lantai yang terakhir, disini ada Batu Singgasana Batu yang dipercaya dulu adalah singgasana Raja. Luasnya sekitar 3X5 meter. Saya mencoba duduk bersila disini, sambil membayangkan, pada jaman dahulu kala yang duduk disini pasti bukan orang sembarangan. Dan di bagian belakangnya ada batu-batu yang diatur berdiri seperti tempat bersandar. Sementara itu di belakang Batu Singgasana, ini ada Batu Pendaringan.

Jadi itulah lokasi Situs Megalitik yang tertua si Asia Tenggara. Di tepi puncak sini ditanami batu berdiri, yang menjadi semacam pagar pelindung.

TURUN & KEMBALI

Setelah beristirahat cukup sambil mendengarkan penjelasan Ahmad, kami bergerak turun. Rasanya lebih cepat turun, daripada ketika naik. Menjelang sore ternyata masah banyak juga yang datang dan akan naik keatas.

Kami kembali dan pulang melalui Cianjur. Dari lokasi Gunung Padang ke tepi jalan raya Cianjur-Sukabumi, jaraknya 20 km. Kami belok ke kanan ke Cianjur. Dari sini Cianjur masih 10 km lagi. Rute pulang ini lebih lancar dari pada melalui Lampegan.

 10 Singgasana HL

Akhirnya, bagi anda yang tertarik dengan hal-hal yang bernuansa masa silam dan tertarik mencari tahu bagaimana manusia dulu berasal dan bermula? Lokasi ini layak dikunjungi. Tumpukan batu-batu yang masif dan berat itu membuat saya bertanya-tanya : dahulu bagaimana membuatnya?

Sama halnya ketika saya tertegun-tegun dibawah Piramida Gizza di Mesir. Bagaimana mereka pada sekitar tahun 3500 SM membangun piramida dengan menumpuk batu-batu yang begitu besar dan berat. Didalamnya mereka membangun terowongan yang hanya pas untuk lewat orang merangkak dan ada ruangan kecil dengan sarcofagus ditengahnya? Ditengah ruangan itu, persis ditengah-tengah puncak Piramida; Pharaoh atau Fir’aun percaya dia akan abadi jika dapat bersatu dengan Dewa Ra, Amon Ra.

Dan … melihat batu-batu berserakan di Gunung Padang, jangan-jangan benar dulu disni juga ada bangunan kuno yang sophisticated. Apalagi jika benar luasnya 29 hektar … 15 kali lebih luas dari Borobudur. Waduh pasti situs ini menyimpan misteri masa purba yang menakjubkan. Rasanya pemerintah memang harus memberi perhatian lebih untuk mengeksplorasi lebih lanjut situs ini.

11 Menara

Berdasarkan penelitian, batu-batu itu bukan berasal dari Gunung Padang itu sendiri. Berarti mesti di angkut dari suatu lokasi yang entah darimana? Lalu caranya bagaimana, dengan teknologi ribuan tahun yang lalu? Lha kalau sekarang mau angkat batu yang kecil saja, orang nggak kuat … Padahal jaman dulu mereka mengangkat batu yang sangat berat dan naik ke atas gunung lagi!!!

Sungguh luar biasa!

Beberapa Fakta Situs Gunung Padang  :

  • Luas situs kira-kira 29 hektar, bandingkan dengan candi Borobudur yang hanya 1,5 hektar.
  • Situs Gunung Padang yang dipermukaan tanah umurnya 4,800 tahun. Yang berada di kedalaman 3–4 meter dibawah permukaan, umurnya 6.500 tahun. Dan di kedalaman 8 sd 10 meter, berumur 12.500 tahun!
  • Paling sedikit 15 meter ke permukaan ada bangunan dengan ruangan-ruangan yang besar.
  • Bangunan di sebelah Selatan dengan 5 teras batu, di sebelah Timur memiliki 100 teras batu dengan ukuran 2×2 meter. Sisi Barat juga memiliki teras batu tetapi masih tertutup dengan tanah dan perdu. Di sisi Utara ada teras dengan tangga batu selebar 1.5 meter.
  • Bangunan dinding mirip dengan Machu Picchu di Peru.
  • Ada struktur bangunan lain di sekitar struktur bangunan Gunung Padang, diperkirakan umurnya 16.000 tahun!

Responses

  1. Senang bisa menambah wawasan dr blog Bapak ini…salam dan hormatku

  2. Udah lama mau ke sini, tapi gak jadi-jadi.. (sok sibuk) heuheu

  3. Waaawh… kereeen nih Pak Heru. Saya didekat sana punya sanak family Pak. #mencintai dan melestarikan sejarah bangsa. Terima kasih Pak Heru utk inspirasi dr artikel ini.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: