SHINTA OBONG

Alkisah setelah melalui perjuangan berat, dan mengorbankan begitu banyak nyawa Rama akhirnya memenangkan pertempuran melawan Rahwana. Pertempuran mati-hidup untuk mendapatkan Shinta kembali. Perjuangan yang menguras tenaga dan mempertaruhkan nyawa.

Detik ketika kemudian Rama, harus menerima kembali Shinta. Dia mulai ragu apakah benar, Shinta tidak pernah ternoda? Setelah sekian lama dalam sekapan Rahwana, apakah Shinta tetap mencintainya? Apakah cintanya yang selama ini dibangun tidak ternoda. Shinta menangis. Sakit hati. Ternyata Rama – kekasih hatinya – meragukan kesetiaan dan kesuciannya. Tidak disangka, ternyata kekasihnya itu meragukan dirinya.

Dan … akhirnya Shinta bertekad akan membuktikan kesuciannya. Bahwa selama ini kesetiaannya utuh. Dan dia tak tersentuh oleh bujuk rayu Rahwana. Dia tetap suci dan hatinya tidak begeser seincipun dari Rama, pujaan hatinya. Hatinya tetap utuh, juga jasmaninya.

Shinta bertekad akan membuktikan cintanya, kesetiaannya dan kesuciannya. Dia minta diadakan sebuah upacara besar untuk pembuktian itu. Shinta minta upacara obong! Bakar diri!

Dan … setumpuk kayu menggunung di halaman istana. Atas perintahnya, ponggawa kerajaan segera membakar dan sejenak kemudian api menggelora hebat dan mengeluarkan panas yang dahsyat. Orang-orang nggak berani mendekat karena panasnya api yang bergelora. Shinta berdiri tenang di ujung tangga didekat api yang berkobar. Semua orang tertegun dan menyayangkan jika tubuh yang indah itu harus lenyap terbakar dan hancur oleh api yang menyala. Shinta tetap tersenyum. Ditebarkan pandangannya ke seluruh sudut. Semua orang memandang dan mengharapkan agar dia membatalkan niatnya. Di dekat panggung dia melihat Rama kekasihnya, pujaan hatinya mencoba menguatkan diri. Dia tahu bahwa sebenarnya Rama masih sangat mencintainya. Shinta menghormati keteguhan hati pujaan hatinya. Seorang Raja yang agung, harus memegang kata-katanya. Walaupun dia tahu bahwa Rama sebenarnya tidak tega, tetapi seorang Raja memang harus konsekuen dengan keputusannya.

Ketika api telah membesar dan berada pada titik yang paling panas, Shinta melihat berkeliling dan kemudian dengan hati yang mantap dia melompat ke arah api yang membesar! Sejenak kemudian, tumpukan kayu dan lidah api yang ganas itu menelan tubuhnya yang indah. Semua orang berteriak, menahan nafas dan sebagian menutup mukanya tidak kuasa melihat adegan itu

Beberapa saat kemudian, api pun padam. Bara api terserak disana-sini, asap mengepul meninggalkan bau yang khas. Dan ternyata … Shinta tetap berada disana! Utuh, bersinar dan tetap cantik! Api tidak kuasa menghancurkan kecantikannya. Shinta justru semakin bersinar dan kecantikannya muncul dari dalam dirinya seakan mengalahkan api yang mulai surut. Shinta tersenyum. Dan Rama … berteriak menghambur, memeluk kekasihnya. Rama menangis dan menyesali keraguannya tentang kesucian pujaan hatinya. Shinta ternyata mampu menjaga hati dan tubuhnya. Tetap menjaga diri dan setia kepadanya! Sungguh suatu kesetiaan yang tiada tara.

Pembuktian telah dilakukan. Shinta tetap suci, hati dan tubuhnya. Barangkali setelah Shinta Obong, tidak akan ada lagi pembuktian kesetiaan seperti yang ditunjukkan oleh Shinta. Kesetiaan memang sesuatu yang mahal harganya.

herulegowo@yahoo.com 09Sep2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: