Posted by: Heru Legowo | February 3, 2018

Digitalisasi Dunia Aviasi


Setelah berlalu 113 tahun, sejak Wright bersaudara mencoba menebangkan pesawat buatannya yang pertamakali, dunia penerbangan berkembang begitu cepat. Dalam waktu 113 tahun rata-rata 37 milyar penumpang terbang setiap tahun. Penerbangan berperan dalam menjalankan 1/3 perdagangan dunia, dan menyediakan 63 juta lapangan pekerjaan.

Teknologi penerbangan berkembang begitu cepat. Pesawat generasi yang terbaru lebih ringan, lebih cepat dan lebih senyap. Pesawat sekarang 75% lebih senyap dari generasi pesawat buatan tahun 1960 dan 70% lebih efisien.

Kemajuan teknologi itu dipacu oleh era digitalisasi hampir terjadi pada semua aspek kehidupan. Perlahan tetapi pasti era digital itu melakukan perubahan. Semula bergerak perlahan sampai tiba-tiba tanpa terasa, secara menyeluruh kita sekarang berada pada lingkungan digital. Perubahan itu  berlangsung sesuai adagium : Gradually then suddenly.

Read More…

Advertisements
Posted by: Heru Legowo | January 30, 2018

Lecturer Gathering STMT-Trisakti


Gathering Dosen STMT-Trisakti berhasil dilaksanakan di Hotel Novotel Bogor hari Minggu tanggal 28 Januari 2017. Panitia menyediakan bus yang berangkat dari Kampus STMT Trisakti, jam 06.00. Saya mengikuti gathering ini untuk pertama kalinya. Bersama teman-teman dosen yang lain saya berada di bus 1. Bus meninggalkan kampus jam 06.15 pagi. Perjalanan ke Bogor lancar, barangkali karena masih pagi. Hanya membutuhkan satu jam, bus sudah sampai di Novotel Bogor.

Setelah registrasi dan mengisi daftar hadir, peserta masing-masing mendapat kaos berwarna biru Benhur dan name tag. Cakep. Saya terlambat mendaftarkan diri melalui internet, sehingga nama saya belum di-print. Jadi harus menulis name-tag sendiri. Setelah berkumpul semua dan menikmati makanan kecil, acara dimulai di assembly hall.  Jumlah peserta sebanyak + 150 orang.

Read More…

Posted by: Heru Legowo | January 25, 2018

Soft Skill dan Masa Depan


Melihat dan mencermati film pendek Gerd Leonhard, mengantarkan para pemirsanya kepada kesadaran bahwa memang manusia tidak tergantikan. Kehidupan dunia bergerak perlahan tetapi pasti. Teknologi membuat semua yang diimpikan dan dirancang manusia menjadi sebuah kenyataan. Yang semula hanya dianggap sebagai Science Fiction sekarang sudah terwujud menjadi nyata, sebuah Science Fact!

Teknologi membuat lompatan rencana manusia menjadi begitu luas dan tidak terbatas kemungkinannya. Teknologi membuat Good is not enough, karena manusia terus mencari yang lebih baik. Teknologi menjadi alat manusia untuk terus mencari dan menemukan sesuatu yang lebih cepat, lebih murah, lebih akurat. Teknologi memungkinkan semua produk dan service menjadi mempunyai kualitas yang hampir sama, equally excellence.

Kehebatan teknologi membuat semua orang mampu bekerjasama, saling membantu dan melengkapi amplified each other sehingga menghasilkan sesuatu yang hampir sempurna.

Read More…

Posted by: Heru Legowo | January 22, 2018

Check Your Blind Spot


Membaca buku Never Fly Solo, sungguh sarat dengan inspirasi. Buku itu ditulis oleh Letnan Kolonel Rob “Waldo” Waldman seorang pilot pesawat tempur Angkatan Udara Amerika Serikat dan sekaligus seorang bisnisman yang sukses. Dia lulus dari Akademi Angkatan Udara Amerika dan juga mendapat ijazah MBA bidang perilaku organisasi. Buku itu menguraikan pengalaman Waldo selama 11 tahun sebagai seorang pilot pesawat tempur dan pernah terlibat langsung dalam Operation Dessert Storm di Irak.

Dia kemudian menggambarkan dan mengaplikasikan setiap situasi yang dialaminya, ke dalam perspektif manajemen dan leadership. Sebuah buku yang sungguh inspiratif dengan contoh-contoh yang nyata yang dialaminya sendiri secara langsung.

Pada chapter 3 di bukunya Waldo menguraikan mengenai Check SixWingmen: They Have Your Backand You Have Theirs. Saya mencoba memahaminya dan sharing kepada pembaca semuanya. Begini katanya :

Read More…

Posted by: Heru Legowo | January 22, 2018

Era Inovasi Disruptif


Inovasi Disruptif (Disruptive Innovation) adalah inovasi yang membantu menciptakan pasar baru, mengganggu atau merusak pasar yang sudah ada, dan pada akhirnya menggantikan teknologi terdahulu. Inovasi disruptif mengembangkan suatu produk atau layanan dengan cara yang tidak diduga oleh pasar, pada umumnya dengan menciptakan jenis konsumen berbeda pada pasar yang baru dan menurunkan harga pada pasar yang lama.

Istilah disruptive innovation mulai dikenal ketika Profesor Bisnis Clayton M. Cristensen dari Harvard Business School menerbitkan buku The Innovator Dillema tahun 1997. Pada awalnya Clayton menyebutnya dengan istilah Disruptive Technology, tetapi kemudian dia lebih mempopulerkan dengan istilah disruptive innovation.

Read More…

Posted by: Heru Legowo | September 22, 2016

Thawaf dan Sa’i


l1080306Persiapan Thawaf. Memasuki Masjidil Haram dan menjaga tetap berada dalam kelompok, ternyata cukup sulit. Tetapi kami terus berusaha keras untuk tetap berada dalam satu kelompok.

Masjid penuh sesak. Kami berjalan lambat, sedikit demi sedikit beringsut maju. Identitas yang dipakai, kalung ID hijau muda, tas kecil berwarna hijau, sangat membantu sekali untuk menandai teman dan kelompok sendiri. Setelah berjuang cukup keras, Kabah berada di depan mata kami. Di bagian bawah kiswahnya diangkat keatas, sehingga tampak lapisan putih dibawahnya. Itu untuk menghindari syirik. Banyak jemaah menggunting kiswah untuk dijadikan jimat. Subhanallah …

Inilah pusat dimana jutaan ummat Islam di dunia mengarahkan shalatnya. Jutaan ummat Islam berdoa, berharap dan menabung membumpulkan uang untuk bisa sampai kesini. Saya bersyukur dalam hati, masih diijinkan Allah untuk menjadi tamunya kali ini. Dan diluar perkiraan ternyata jemaah yang melakukan Thawaf penuh sesak sampai ditepi batas paling luar. Kami terus bergerak memasuki pelataran Thawaf. Ketika berada dalam satu garis antara lampu hijau, dan sudut Kabah yang diberi tanda khusus, kami pun memulai Thawaf dengan melambaikan tangan kecarah Kabah dan mengecupnya dari kejauhan.

Read More…

Posted by: Heru Legowo | September 22, 2016

Menuju Mekkah


l1070357Sabtu 3 September 2016 di sore hari yang sangat panas, bus kami mulai bergerak meninggalkan tempat parkirnya di Bandara King Abdul Aziz. Keluar dari bandara, kami langsung memasuki jalur bebas hambatan menuju ke Mekkah. Sepanjang jalan bukit-bukit batu disisi kiri dan kanan jalan berdiri menegaskan keberadaannya seakan mengucapkan selamat catang. Saya kecapaian, terkantuk-kantuk dan sempat tertidur sejenak.

Tahu-tahu bus berhenti untuk mengikuti semacam pemeriksaan. Ini terjadi beberapa kali. Pada waktu berhenti ada beberapa anak-anak dan pemuda yang membagikan air mineral, ada pula yang memberikan kotak berisi makanan. Mereka tidak berjualan, hanya membagikan saja. Saya bertanya-tanya, nanti ada yang menjelaskan itu adalah pemberian, orang sana menyebutnya sebagai “hadiah” dari orang-orang kaya yang ikhlas membagikan rejekinya.

Walaupun begitu, ada juga seorang anak yang minta imbalan uang. Saya tidak mengerti bahasanya, lalu saya kembalikan lagi botol kecil air mineral yang tadi dibawanya. Tapi dia menolak sambil menggelengkan kepalanya. Saya menduga dia hanya minta imbalan saja atas jerih-payahnya. Dia cukup beruntung, karena beberapa orang dari kami lalu memberi dia uang.

Read More…

Posted by: Heru Legowo | September 22, 2016

Berangkat ke Mekkah


SHIA AiprortAkhirnya tiba juga waktunya. Hari Jumat tanggal 2 September 2016 sore hari kami menuju menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Berkumpul di umrah lounge jam 7 malam. Begitu banyak jemaah calon haji yang bersamaan masuk ke lounge umrah ini, sehingga kesannya menjadi penuh sesak. Anak-anak mengantar sampai disini. Ketika registrasi selesai, para pengantar diminta menunggu di lantai 2 atas. Anak-anak menyalami kami berdua. Sudah sering pergi seperti ini, tetapi rasanya perasaan saya berbeda. Saya peluk mereka satu per satu. Dalam hati berdoa, semoga mereka diridhai Allah Swt! menjadi anak-anak yang bermanfaat bagi dirinya sendiri, keluarga dan masyarakat. Amin Ya Rabbal Alamin.
Kemudian ada beberapa kegiatan selama menunggu waktu boarding. Pak Bashori menjelaskan mengenai proses keberangkatan ke Mekkah. Secara rinci beliau menjelaskan langkah demi langkah yang akan dilakukan. Lengkap & jelas. Selanjutnya Pak Ustadz Ubaidillah al Hasani memberikan tausiah. Intinya beliau mengatakan perjalanan haji ini salah satu ibadah yang dapat disamakan dengan jihad fi sabilillah. Beliau mengingatkan agar jangan sombong apalagi takabur. Walaupun sudah sampai akan berangkat, masih belum ada kepastian. Read More…

Posted by: Heru Legowo | December 11, 2015

Pura Pakualam


Pakualam Gebang luarJum’at 4 Desember 2015 setelah beberapa hari di Jogja, saya sempat melihat dari dekat salah satu simbol kekuasaan dan kebudayaan masa lalu, Pura Pakualaman. Terletak di jalan Kusumanegara, bangunan Pura Pakualaman masih tampak megah. Dua pohon besar beringin sudah tinggal hanya yang di sebelah kiri. Halaman diluar dinding kompleks ini cukup luas dan dibiarkan kosong. Di sebelah sisi kanan ada cafe sayang lupa namanya. Di sebelah sisi kiri ada beberapa pedagang makanan dari berbagai jenis : soto ayam, gudeg, lontong sayur dsbnya.

Saya berjalan kaki pagi hari melemaskan kaki, dari rumah di Mergangsan. Kemudian istirahat sebentar di bagian sisi kanan halaman Pakualam. Duduk dibawah beringin tua sambil menikmati lontong sayur dan segelas teh panas manis. Alhamdulillah … Sepiring lontong sayur, sungguh nikmat dipagi yang sedikit mulai hangat ini.

Read More…

Posted by: Heru Legowo | August 27, 2015

Gunung Salak (II)


Gn PangrangoMinggu pagi 16 Agustus 2015, saya masih di puncak Gunung Salak ditemani Jipo. Jipo adalah salah seorang pemandu kami. Dia sudah bertahun-tahun berada digunung, dan terlibat secara aktif pada beberapa kali dalam operasi SAR pencarian korban kecelakaan di gunung. Sambil menunggu persiapan turun, saya ngobrol panjang lebar dengan Jipo. Dia juga terlibat pada saat operasi SAR pesawat Sukhoi SJ-100 yang menabrak puncak gunung Salak I ini. Saya meminta dia berceritera pengalamannya dalam operasi itu.

Melihat saya begitu antusias, Jipo lalu mengajak saya sedikit turun di sisi timur puncak untuk menunjukkan dimana Sukhoi jatuh. Di tebing yang curam dengan kemiringan hampir 80 derajat. Dia menunjuk ke bawah. Sekitar 600 meter dari puncak pesawat Sukhoi SJ-100 menabrak gunung ini, lalu reruntuhan dan serpihannya melorot kebawah.

Jipo salah satu orang yang membuka jalan akses ke lokasi. Kerika itu dengan tali dia turun dan menerabas hutan yang lebat. Setiap 100 meter berhenti dan tali disambung lagi lalu turun lagi, sambil membuka jalur evakuasi. Dia berada di lokasi 3 hari tanpa suplai logistik! Apalagi berada di lokasi yang pasti banyak mayat korban berserakan. Sungguh luar biasa Jipo ini. Memang akhirnya ada suplai logistik yang dijatuhkan dari pesawat atau helikopter, tetapi jatuhnya meleset jauh dari lokasi dimana dia berada. Jarak yang hanya ratusan meter di gunung dengan hutan lebat dan kontur yang curam, pasti susah mencapainya.
Read More…

« Newer Posts - Older Posts »

Categories