Posted by: Heru Legowo | June 14, 2018

Lupa Tuhan & Lupa Diri


Ditengah-tengah hiruk-pikuk suasana politik yang memanas, terasa sejuk dan menenteramkan hati melihat acara Mata Najwa, dengan tema Negeri Teka-Teki. Bintang tamunya KH. Mustofa Bisyri yang akrab dipanggil Gus Mus. Seorang ulama dan juga seorang penyair. Beliau adalah ulama pertama yang meraih penghargaan Yap Thian Hien.

Mengawali acara Gus Mus membacakan puisinya Negeri Teka Teki yang ditulis pada tahun 1997 pada awal reformasi. Sudah lama, tetapi maknanya masih relevan sampai saat ini. Salah satu baitnya berbunyi : Jangan tanya apa, Jangan Tanya siapa, Jangan tanya mengapa.Tebak saja!

Ketika ditanya Najwa, bagaimana perasaannya menerima penghargaan Yap Thian Hien? Gus Mus menjawab biasa saja. Itu barangkali karena Panitianya lebay. Beliau menjelaskan, siapakah dan apalah dia itu? Seorang dari kampung belajar di kampung dan gurunya juga dari kampung. Dia hanya menerima dan menjaga pesan gurunya : “Indonesia itu rumahmu, jaga dan rawatlah!”. Oleh sebab itu, jika ada orang yang melempari rumahnya sendiri, berarti dia itu orang gila!

Read More…

Advertisements
Posted by: Heru Legowo | June 10, 2018

Ki Gede Sebayu


Masyarakat Kabupaten Tegal banyak yang belum tahu atau tidak mengerti siapa sebenarnya cikal bakal, pendiri dan pejabat yang pertama kali mendapat kepercayaan Sultan Mataram untuk menguasai dan menyelenggarakan pemerintahan, pada awal-awal keberadaan Kabupaten Tegal. Berangkat dari kesadaran itu, saya menyempatkan diri ziarah ke Makam Ki Gede Sebayu yang dipercaya sebagai Tumenggung pertama wilayah Tegal. Keberadaan Ki Gede Sebayu dikukuhkan oleh Panembahan Senapati Sultan Mataram Pertama.

Setelah shalat Dzuhur hari Sabtu 19 Mei 2018, kami meluncur dari Tegal. Kata adik saya yang pensiunan ANS DPU Tegal, setiap ulang tahun Kota Tegal mesti berziarah kesana bersama seluruh karyawan kantor DPU Tegal. Barangkali ziarah tahunan itu dilakukan, karena kebetulan bendungan Danawarih letaknya sekitar 400 meter dari Makam Ki Gede Sebayu di ujung jalan inspeksi saluran air. Kami meninggalkan Tegal ke arah selatan. Rasanya sudah sangat lama sekali tidak pernah lagi melewati jalan ini. Ini salah satu jalan arteri memotong jalur dari pantai utara ke selatan menuju ke Purwokerto. Dengan adanya jalan tol yang hampir selesai seluruhnya, jalan arteri ini rasanya bakal lebih sepi dari sekarang ini. Jadi seperti nostalgia kami melewati Adiwerna, Pagongan, Banjaran, Slawi, Lebaksiu, dan Yomani.

Jalanan tidak begitu padat, lancar. Memasuki Slawi mulai gerimis dam kemudian hujan turun. Melewati tikungan jalan di Lebaksiu, hujan semakin deras. Maju sedikit dan di sebuah pertigaan kami berbelok kekiri. Ini jalan menuju ke lokasi pariwisata Pemandian Air Panas Guci yng cukup terkenal itu.  Setelah kira-kira 4 km, ada sebuah jembatan yang sedikit naik di sebelah kanan ada papan petunjuk Makam Ki Gede Sebayu.

Read More…

Posted by: Heru Legowo | June 7, 2018

Hormati Orang Tua


Menjadi tua mesti lebih bijaksana dan berhati-hati. Usia tua berarti dianggap sudah banyak makan asam garam. Banyak ragam kehidupan dan pengalaman yang telah dialami dan dilalui. Susah, senang, kecewa, bahagia, jerih, payah dan lain sebagainya semua sudah dialami. Ini membuat seseorang menjadi bijaksana. Peringkat bijaksana diperoleh setelah segala macam pengalaman hidup itu tadi.

Hanya saja ada sedikit stigma dari pengalaman hidup tadi. Apa itu? Pengalaman hidup yang beraneka ragam itu, lalu membuat orang tua tanpa sadar, menjadi merasa paling tahu dan serba tahu. Ini suatu hal yang bagus pada suatu sisi, karena dia lalu menjadi tempat bertanya dan meminta nasehat. Hanya saja pada sisi yang lain timbullah hal yang tidak mengenakkan hati, terutama barangkali bagi para generasi muda. Mengapa? Tanpa disadari mereka yang berusia tua, lalu menjadi terkesan seakan arogan. Sebabnya karena pengalaman membuat dia merasa benar sendiri. Apa benar begitu? Yang sudah senior lah yang merasakannya.

Read More…

Posted by: Heru Legowo | June 6, 2018

Bandara Baru & Kerja Keras


Sebuah bandar udara berperan sangat besar dalam menjadi pintu gerbang udara wilayah dimana bandar udara berada. Bandar udara menjadi sarana konektivitas vital dengan dunia luar dan secara langsung dan tidak langsung menjadi penggerak perekonomian wilayah. Dalam beberapa minggu terakhir ini kita menyaksikan, beberapa bandar udara baru diresmikan penggunaannya.

Tanggal 23 Mei Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati, lalu tanggal 24 Mei Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto di sebelah utara Samarinda Kalimantan Timur dan awal Juni ini Terminal Penumpang dan Tower Baru Bandara Ahmad Yani Semarang. Yang masih dalam proses pembangunan adalah New Jogjakarta International Airport di Kulonprogo dan juga bandara di Kediri yang dibangun PT. Gudang Garam. Bandara-bandara baru itu apik, artistik dan menarik. Wajar jika menjadi kebanggaan wilayahnya.

Read More…

Posted by: Heru Legowo | April 12, 2018

WAKTU


Waktu begitu sangat berharga. Di alam semesta ini Allah Swt menciptakan parameter yang sungguh luar biasa yaitu waktu! Tidak ada yang dapat menundukkan dan mengalahkan Sang Waktu. Waktu begitu berkuasa, kepada siapa dan apa saja. Tidak ada yang mampu melawan Sang Waktu. Dengan perlahan dan pasti, waktu menelan apa saja dan siapa saja tanpa terkecuali. Semua yang ada di alam semesta ini tunduk kepada Sang Waktu.

Begitu hebatnya Sang Waktu. Orang Jawa menggambarkannya sebagai Bethara Kala, Dewa Raksasa yang mampu memakan apa saja. Jika sedang marah dia akan memakan matahari dan bulan. Jika itu terjadi, maka terjadilah gerhana matahari dan gerhana bulan. Barangkali dengan metafora Sang Bethara Kala itu, kemudian muncul kata baru dari waktu adalah kala. Sang Kala memakan apa saja, dan tidak ada yang mampu menunda atau menolaknya. Jika Sang Kala tiba, semua akan berakhir sesuai batas-batasnya.

Read More…

Posted by: Heru Legowo | April 2, 2018

Belajar Memahami


Sudah semakin tua, belajar agama jangan hanya berlatih membaca Al Qur’an saja. Yang lebih penting lagi selain mengerti artinya, juga mencari apa sesungguhnya makna yang terkandung didalamnya. Bahasa Arab dalam Al Qur’an adalah bahasa langit, yang maknanya plastis. Tidak bermakna baku seperti yang tertulis. Bahasa Al Qur’an begitu luas maknanya, dan mempunyai arti sesuai kualitas dari orang yang membaca dan memahaminya. Oleh sebab itu seringkali Allah mengingatkan  agar orang membaca dan berfikir tentang segala sesuatu.

Allah SWT berfirman dalam (QS Ali-Imraan : 65) :

“Hai Ahli Kitab, mengapa kamu berbantah-bantahan tentang hal Ibrahim, padahal Taurat dan Injil tidak diturunkan melainkan sesudah Ibrahim? Apakah kamu tidak berpikir?

Pemahaman kita sudah jauh berbeda dengan ketika kecil dahulu, jadi semua pemahaman tentang sesuatu ketika kecil dulu, mesti sudah berubah ketika sudah tua. Kalau masih sama, berarti ada yang salah dalam memahami sesuatu. Pasti ada perubahan, mesti ada pemahaman baru yang lebih mendalam dan komprehensif, dibandingkan waktu kecil dulu.

Read More…

Posted by: Heru Legowo | March 29, 2018

Sego Pecel & Logistik


HL KPASudah lewat enam puluh tahun lebih, baru menyadari dengan sebenarnya apakah dibalik makna, bahwa hidup harus saling mengisi, menerima, memberi, membagikan dan menerima kembali. Rangkaian putaran itu kembali dan berlangung seterusnya. Suatu rangkaian yang tidak pernah berhenti dan semakin membesar dan memberi manfaat lebih banyak, kepada siapa saja yang dilewati rangkaian itu. Kemudian setelah itu barulah seseorang dapat bersyukur dengan tulus dan sebenar-benarnya. Sungguh saya melangitkan rasa syukur yang tak berhingga kehadiratNYA, atas kesadaran yang semakin utuh tentang hal itu.

Kesadaran itu semakin mengkristal, ketika diminta memberi mata kuliah Logistik dan Supply Chain Management. Semula tampak biasa saja, tetapi kemudian saya menyadari itu sungguh suatu rangkaian rantai (chain) yang luar biasa. Allah SWT menciptakan konsepnya. Kemudian semuanya mengalir, dan berlangsung seperti berjalan sendiri dengan otomatis.

Read More…

Posted by: Heru Legowo | March 1, 2018

Gemuruh Keheningan


Raga dan ruh adalah bagian dua yang bersatu, menyatu-padu dalam sosok seorang manusia. Keduanya saling membutuhkan satu sama lain. Raga sebagai wadah dan ruh yang berkeinginan dan menggerakkan raga. Ketika masih muda dahulu raga lebih dominan. Manusia mencoba segalanya dengan kemampuan raga yang kuat dan perkasa. Kadangkala atau justru seringkali raga begitu sangat dominan, membuat manusia sampai lupa untuk menengok ke dalam dirinya, dimana ruh bersemayam. Padahal ruh lah yang berkuasa penuh atas raga. Dan ruh bernilai sangat mulia, bahkan tidak ternilai harganya. Jika ruh keluar dari raga, selesailah kehidupan di alam fana ini.

Aa Gymnastiar dengan cermat menggambarkan hubungan ini dengan metafora yang sangat jelas sekali. Jika raga diibaratkan sebagai botol, maka ruh adalah isinya. Dan harga botol itu tergantung dari isinya. Jika isinya air mineral, harganya akan berbeda jika isinya jus, beda pula jika isinya madu Sumbawa, dan akan sangat berbeda jauh harganya jika isinya parfum.

Read More…

Posted by: Heru Legowo | February 25, 2018

Remote Virtual Tower


Tower Pengatur Lalu Lintas Udara barangkali dalam waktu dekat akan digantikan fungsinya dengan teknologi baru. Tekanan untuk mengurangi biaya dan modernisasi, memaksa penyelenggara pelayanan navigasi udara mencari konsep baru untuk manajemen lalu lintas udara. Konsep baru yang didukung oleh teknologi baru ini adalah Remote Virtual Tower (RVT).

Pergerakan pesawat di beberapa bandara dalam waktu dekat ini, segera akan dapat dikontrol oleh sebuah Tower ATC yang terletak di bandara lain. Jadi untuk menangani dan melayani lalu lintas udara di suatu bandara yang tidak begitu padat, seperti di bandara-bandara perintis misalnya dapat dilakukan dari bandara lain.

RVT digunakan pertama kalinya pada tanggal 21 April 2015 jam 12:00 siang. Bandara Örnsköldsvik/Gideå beroperasi menggunakan pelayanan remote ATC dari Sundsvall/Midlanda. Ini dilaporkan sebagai penggunaan pertama kali RVT di dunia. Sistem RVT ini telah di uji-coba di Leesburg Excecutive Airport, pada musin panas tahun 2015.

Read More…

Posted by: Heru Legowo | February 25, 2018

Allah ada dimana-mana


Manusia telah menerima kodratnya sebagai mahluk ciptaan Allah, dan menjadi khalifah-NYA di dunia yang fana ini. Dan setiap kali manusia sebagai mahluk–NYA, terus tergelitik, berfikir dan berusaha mengetahui siapa Sang Maha Pencipta ini? Lalu sebagai mahluk berfikir, manusia menggunakan akal, fikiran dan logikanya untuk mencari tahu siapa gerangan Sang Pencipta ini. Semakin manusia menggunakan akalnya dan semakin dia berusaha, manusia semakin mengerti dan menyadari betapa sangat amat kecil dirinya.

Juga semakin mengerti ternyata jika dibandingkan alam semesta yang tergelar di jaga raya ini, sebenarnya dia tidak tahu apa-apa. Akal dan logikanya tidak mampu menyingkap keberadaan Allah sesuai pemahamannya. Ilustrasi ini berlaku jika manusia ingin tahu keberadaan Allah Swt, secara fisik.

Read More…

Older Posts »

Categories