Posted by: Heru Legowo | February 15, 2018

Energi Berpasangan


Allah Swt menciptakan alam semesta beserta segala isinya dengan sangat luar biasa. Untuk menggerakkan dan menghidupkan alam semesta, semua diciptakan dalam keadaan berpasang-pasangan. (QS 36:36) : “Mahasuci (Allah) yang telah menciptakan semuanya berpasang-pasangan, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka sendiri, maupun dari apa yang tidak mereka ketahui “Siang-malam, panas-dingin, positif-negatif, jantan-betina, laki-perempuan dan pasangan-pasangan lainnya. Tidak begitu banyak yang menyadari bahwa dengan penciptaan berpasangan itulah, alam semesta ini hidup dan berkembang.

Penciptaan dalam kondisi berpasangan itu, kemudian muncul unsur gerak. Unsur gerak adalah indikasi adanya kehidupan. Gerak adalah indikasi penting dalam hidup. Tanpa adanya gerak semua mati, atau paling tidak dikatakan dan disebut sebagai mati! Jangan membayangkan yang bergerak itu yang dapat dilihat dan kasat mata saja, yang tidak kasat mata pun bergerak. Coba bayangkan bahkan pada benda sekecil atom pun, neutron-neutron, proton dan elektron yang ada didalamnya bergerak!

Read More…

Advertisements
Posted by: Heru Legowo | February 6, 2018

Nol Kilometer Sabang


Sabtu pagi yang cerah, sinar matahari terasa hangat menyentuh kulit. Kami tiba di pelabuhan ferry Ulee Lheue Banda Aceh. Saya ingin melihat kembali kilometer Nol di Pulau Weh Sabang, saya ditemani Sutrisno, Arifin, Dede dan Dwi. Kapal ferry cepat Pulau Rondo sudah siap di dermaga, jadwalnya dari pelabuhan Ulee Lheue jam 09.00 pagi menuju ke pelabuhan Balohan di Sabang, dan kembali nanti sore jam 04.30. Harga tiket ferry Pulau Rondo Rp. 45 ribu per orang.

Kami segera naik keatas ferry dengan kapasitas 200 orang ini, langsung naik ke lantai dua dan saya terus ke belakang ke buritan ferry. Maksudnya agar dapat melihat lebih luas pelabuhan Ulee Lheue. Disana sudah ada Mike dan Kathy, dua pasangan muda dari Jerman yang akan menikmati pantai-pantai pulau Weh. Saya bertanya, apakah mereka sudah pernah ke Bali? Mereka menggelengkan kepala. Dan saya berusaha meyakinkan mereka, suatu kali nanti mereka mesti ke Bali, the island of paradise. Dan mereka mengangguk-angguk. Di belakang ferry kami, ada dua buah ferry lain masih parkir. Saya melongok ke pelataran dermaga, dibawah sana masih ada beberapa orang yang bergegas naik ke ferry.

Read More…

Posted by: Heru Legowo | February 3, 2018

Follow, Flow & Glow (2)


Manajemen menjadi pengetahuan dasar bagi siapa saja dalam suatu organisasi juga dalam kehidupan bermasyarakat. Pengetahuan mengenai manajemen telah berkembang sedemikian rupa dengan segala macam corak dan jenisnya. Para pakar membahas, mengulas dan menemukan metoda dan cara-cara baru bagaimana manajemen diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Masing-masing sesuai dengan pengalaman, sudut pandang dan kepentingannya yang spesifik atau justru yang bersifat universal. Saya percaya semua pemimpin memiliki gaya dalam menjalankan manajemen untuk mendukung leadership yang dimiliki dan diterapkannya.

Berkenaan dengan hal itu, saya mencoba menuliskan pengalaman dalam berorganisasi. Rasanya pengalaman itu sebuah pengalaman yang panjang dan beragam. Saya mengalami bagaimana ketika saya menjadi staf, menjadi penyelia, pada saat berperan sebagai manajer, sampai akhirnya saya beruntung sempat menjadi pemimpin tertinggi disuatu organisasi yang mesti menggerakkan semua potensi untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan. Saya mensyukuri  dan menjalankan semua peran yang mesti saya lakukan dengan penuh semangat dan antusias.

Read More…

Posted by: Heru Legowo | February 3, 2018

Digitalisasi Dunia Aviasi


Setelah berlalu 113 tahun, sejak Wright bersaudara mencoba menebangkan pesawat buatannya yang pertamakali, dunia penerbangan berkembang begitu cepat. Dalam waktu 113 tahun rata-rata 37 milyar penumpang terbang setiap tahun. Penerbangan berperan dalam menjalankan 1/3 perdagangan dunia, dan menyediakan 63 juta lapangan pekerjaan.

Teknologi penerbangan berkembang begitu cepat. Pesawat generasi yang terbaru lebih ringan, lebih cepat dan lebih senyap. Pesawat sekarang 75% lebih senyap dari generasi pesawat buatan tahun 1960 dan 70% lebih efisien.

Kemajuan teknologi itu dipacu oleh era digitalisasi hampir terjadi pada semua aspek kehidupan. Perlahan tetapi pasti era digital itu melakukan perubahan. Semula bergerak perlahan sampai tiba-tiba tanpa terasa, secara menyeluruh kita sekarang berada pada lingkungan digital. Perubahan itu  berlangsung sesuai adagium : Gradually then suddenly.

Read More…

Posted by: Heru Legowo | January 30, 2018

Lecturer Gathering STMT-Trisakti


Gathering Dosen STMT-Trisakti berhasil dilaksanakan di Hotel Novotel Bogor hari Minggu tanggal 28 Januari 2017. Panitia menyediakan bus yang berangkat dari Kampus STMT Trisakti, jam 06.00. Saya mengikuti gathering ini untuk pertama kalinya. Bersama teman-teman dosen yang lain saya berada di bus 1. Bus meninggalkan kampus jam 06.15 pagi. Perjalanan ke Bogor lancar, barangkali karena masih pagi. Hanya membutuhkan satu jam, bus sudah sampai di Novotel Bogor.

Setelah registrasi dan mengisi daftar hadir, peserta masing-masing mendapat kaos berwarna biru Benhur dan name tag. Cakep. Saya terlambat mendaftarkan diri melalui internet, sehingga nama saya belum di-print. Jadi harus menulis name-tag sendiri. Setelah berkumpul semua dan menikmati makanan kecil, acara dimulai di assembly hall.  Jumlah peserta sebanyak + 150 orang.

Read More…

Posted by: Heru Legowo | January 25, 2018

Soft Skill dan Masa Depan


Melihat dan mencermati film pendek Gerd Leonhard, mengantarkan para pemirsanya kepada kesadaran bahwa memang manusia tidak tergantikan. Kehidupan dunia bergerak perlahan tetapi pasti. Teknologi membuat semua yang diimpikan dan dirancang manusia menjadi sebuah kenyataan. Yang semula hanya dianggap sebagai Science Fiction sekarang sudah terwujud menjadi nyata, sebuah Science Fact!

Teknologi membuat lompatan rencana manusia menjadi begitu luas dan tidak terbatas kemungkinannya. Teknologi membuat Good is not enough, karena manusia terus mencari yang lebih baik. Teknologi menjadi alat manusia untuk terus mencari dan menemukan sesuatu yang lebih cepat, lebih murah, lebih akurat. Teknologi memungkinkan semua produk dan service menjadi mempunyai kualitas yang hampir sama, equally excellence.

Kehebatan teknologi membuat semua orang mampu bekerjasama, saling membantu dan melengkapi amplified each other sehingga menghasilkan sesuatu yang hampir sempurna.

Read More…

Posted by: Heru Legowo | January 22, 2018

Check Your Blind Spot


Membaca buku Never Fly Solo, sungguh sarat dengan inspirasi. Buku itu ditulis oleh Letnan Kolonel Rob “Waldo” Waldman seorang pilot pesawat tempur Angkatan Udara Amerika Serikat dan sekaligus seorang bisnisman yang sukses. Dia lulus dari Akademi Angkatan Udara Amerika dan juga mendapat ijazah MBA bidang perilaku organisasi. Buku itu menguraikan pengalaman Waldo selama 11 tahun sebagai seorang pilot pesawat tempur dan pernah terlibat langsung dalam Operation Dessert Storm di Irak.

Dia kemudian menggambarkan dan mengaplikasikan setiap situasi yang dialaminya, ke dalam perspektif manajemen dan leadership. Sebuah buku yang sungguh inspiratif dengan contoh-contoh yang nyata yang dialaminya sendiri secara langsung.

Pada chapter 3 di bukunya Waldo menguraikan mengenai Check SixWingmen: They Have Your Backand You Have Theirs. Saya mencoba memahaminya dan sharing kepada pembaca semuanya. Begini katanya :

Read More…

Posted by: Heru Legowo | January 22, 2018

Era Inovasi Disruptif


Inovasi Disruptif (Disruptive Innovation) adalah inovasi yang membantu menciptakan pasar baru, mengganggu atau merusak pasar yang sudah ada, dan pada akhirnya menggantikan teknologi terdahulu. Inovasi disruptif mengembangkan suatu produk atau layanan dengan cara yang tidak diduga oleh pasar, pada umumnya dengan menciptakan jenis konsumen berbeda pada pasar yang baru dan menurunkan harga pada pasar yang lama.

Istilah disruptive innovation mulai dikenal ketika Profesor Bisnis Clayton M. Cristensen dari Harvard Business School menerbitkan buku The Innovator Dillema tahun 1997. Pada awalnya Clayton menyebutnya dengan istilah Disruptive Technology, tetapi kemudian dia lebih mempopulerkan dengan istilah disruptive innovation.

Read More…

Posted by: Heru Legowo | September 22, 2016

Thawaf dan Sa’i


l1080306Persiapan Thawaf. Memasuki Masjidil Haram dan menjaga tetap berada dalam kelompok, ternyata cukup sulit. Tetapi kami terus berusaha keras untuk tetap berada dalam satu kelompok.

Masjid penuh sesak. Kami berjalan lambat, sedikit demi sedikit beringsut maju. Identitas yang dipakai, kalung ID hijau muda, tas kecil berwarna hijau, sangat membantu sekali untuk menandai teman dan kelompok sendiri. Setelah berjuang cukup keras, Kabah berada di depan mata kami. Di bagian bawah kiswahnya diangkat keatas, sehingga tampak lapisan putih dibawahnya. Itu untuk menghindari syirik. Banyak jemaah menggunting kiswah untuk dijadikan jimat. Subhanallah …

Inilah pusat dimana jutaan ummat Islam di dunia mengarahkan shalatnya. Jutaan ummat Islam berdoa, berharap dan menabung membumpulkan uang untuk bisa sampai kesini. Saya bersyukur dalam hati, masih diijinkan Allah untuk menjadi tamunya kali ini. Dan diluar perkiraan ternyata jemaah yang melakukan Thawaf penuh sesak sampai ditepi batas paling luar. Kami terus bergerak memasuki pelataran Thawaf. Ketika berada dalam satu garis antara lampu hijau, dan sudut Kabah yang diberi tanda khusus, kami pun memulai Thawaf dengan melambaikan tangan kecarah Kabah dan mengecupnya dari kejauhan.

Read More…

Posted by: Heru Legowo | September 22, 2016

Menuju Mekkah


l1070357Sabtu 3 September 2016 di sore hari yang sangat panas, bus kami mulai bergerak meninggalkan tempat parkirnya di Bandara King Abdul Aziz. Keluar dari bandara, kami langsung memasuki jalur bebas hambatan menuju ke Mekkah. Sepanjang jalan bukit-bukit batu disisi kiri dan kanan jalan berdiri menegaskan keberadaannya seakan mengucapkan selamat catang. Saya kecapaian, terkantuk-kantuk dan sempat tertidur sejenak.

Tahu-tahu bus berhenti untuk mengikuti semacam pemeriksaan. Ini terjadi beberapa kali. Pada waktu berhenti ada beberapa anak-anak dan pemuda yang membagikan air mineral, ada pula yang memberikan kotak berisi makanan. Mereka tidak berjualan, hanya membagikan saja. Saya bertanya-tanya, nanti ada yang menjelaskan itu adalah pemberian, orang sana menyebutnya sebagai “hadiah” dari orang-orang kaya yang ikhlas membagikan rejekinya.

Walaupun begitu, ada juga seorang anak yang minta imbalan uang. Saya tidak mengerti bahasanya, lalu saya kembalikan lagi botol kecil air mineral yang tadi dibawanya. Tapi dia menolak sambil menggelengkan kepalanya. Saya menduga dia hanya minta imbalan saja atas jerih-payahnya. Dia cukup beruntung, karena beberapa orang dari kami lalu memberi dia uang.

Read More…

Older Posts »

Categories