Posted by: Heru Legowo | September 22, 2016

Thawaf & Sa’i


l1080306Persiapan Thawaf. Memasuki Masjidil Haram dan menjaga tetap berada dalam kelompok, ternyata cukup sulit. Tetapi kami terus berusaha keras untuk tetap berada dalam satu kelompok. Masjid penuh sesak. Kami berjalan lambat, sedikit demi sedikit beringsut maju. Identitas yang dipakai, kalung ID hijau muda, tas kecil berwarna hijau, sangat membantu sekali untuk menandai teman dan kelompok sendiri. Setelah berjuang cukup keras, Kabah berada di depan mata kami. Di bagian bawah kiswahnya diangkat keatas, sehingga tampak lapisan putih dibawahnya. Itu untuk menghindari syirik. Banyak jemaah menggunting kiswah untuk dijadikan jimat. Subhanallah … Inilah pusat dimana jutaan ummat Islam di dunia mengarahkan shalatnya. Jutaan ummat Islam berdoa, berharap dan menabung membumpulkan uang untuk bisa sampai kesini. Saya bersyukur dalam hati, masih diijinkan Allah untuk menjadi tamunya kali ini. Dan diluar perkiraan ternyata jemaah yang melakukan Thawaf penuh sesak sampai ditepi batas paling luar. Kami terus bergerak memasuki pelataran Thawaf. Ketika berada dalam satu garis antara lampu hijau, dan sudut Kabah yang diberi tanda khusus, kami pun memulai Thawaf dengan melambaikan tangan kecarah Kabah dan mengecupnya dari kejauhan.
Read More…

Posted by: Heru Legowo | September 22, 2016

Menuju Mekkah


l1070357Sabtu 3 September 2016 di sore hari yang sangat panas, bus kami mulai bergerak meninggalkan tempat parkirnya di Bandara King Abdul Aziz. Keluar dari bandara, kami langsung memasuki jalur bebas hambatan menuju ke Mekkah. Sepanjang jalan bukit-bukit batu disisi kiri dan kanan jalan berdiri menegaskan keberadaannya seakan mengucapkan selamat catang. Saya kecapaian, terkantuk-kantuk dan sempat tertidur sejenak. Tahu-tahu bus berhenti untuk mengikuti semacam pemeriksaan. Ini terjadi beberapa kali. Pada waktu berhenti ada beberapa anak-anak dan pemuda yang membagikan air mineral, ada pula yang memberikan kotak berisi makanan. Mereka tidak berjualan, hanya membagikan saja. Saya bertanya-tanya, nanti ada yang menjelaskan itu adalah pemberian, orang sana menyebutnya sebagai “hadiah” dari orang-orang kaya yang ikhlas membagikan rejekinya. Walaupun begitu, ada juga seorang anak yang minta imbalan uang. Saya tidak mengerti bahasanya, lalu saya kembalikan lagi botol kecil air mineral yang tadi dibawanya. Tapi dia menolak sambil menggelengkan kepalanya. Saya menduga dia hanya minta imbalan saja atas jerih-payahnya. Dia cukup beruntung, karena beberapa orang dari kami lalu memberi dia uang.
Read More…

Posted by: Heru Legowo | September 22, 2016

Berangkat ke Mekkah


SHIA AiprortAkhirnya tiba juga waktunya. Hari Jumat tanggal 2 September 2016 sore hari kami menuju menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Berkumpul di umrah lounge jam 7 malam. Begitu banyak jemaah calon haji yang bersamaan masuk ke lounge umrah ini, sehingga kesannya menjadi penuh sesak. Anak-anak mengantar sampai disini. Ketika registrasi selesai, para pengantar diminta menunggu di lantai 2 atas. Anak-anak menyalami kami berdua. Sudah sering pergi seperti ini, tetapi rasanya perasaan saya berbeda. Saya peluk mereka satu per satu. Dalam hati berdoa, semoga mereka diridhai Allah Swt! menjadi anak-anak yang bermanfaat bagi dirinya sendiri, keluarga dan masyarakat. Amin Ya Rabbal Alamin.
Kemudian ada beberapa kegiatan selama menunggu waktu boarding. Pak Bashori menjelaskan mengenai proses keberangkatan ke Mekkah. Secara rinci beliau menjelaskan langkah demi langkah yang akan dilakukan. Lengkap & jelas. Selanjutnya Pak Ustadz Ubaidillah al Hasani memberikan tausiah. Intinya beliau mengatakan perjalanan haji ini salah satu ibadah yang dapat disamakan dengan jihad fi sabilillah. Beliau mengingatkan agar jangan sombong apalagi takabur. Walaupun sudah sampai akan berangkat, masih belum ada kepastian. Read More…

Posted by: Heru Legowo | December 11, 2015

Pura Pakualam


Pakualam Gebang luarJum’at 4 Desember 2015 setelah beberapa hari di Jogja, saya sempat melihat dari dekat salah satu simbol kekuasaan dan kebudayaan masa lalu, Pura Pakualaman. Terletak di jalan Kusumanegara, bangunan Pura Pakualaman masih tampak megah. Dua pohon besar beringin sudah tinggal hanya yang di sebelah kiri. Halaman diluar dinding kompleks ini cukup luas dan dibiarkan kosong. Di sebelah sisi kanan ada cafe sayang lupa namanya. Di sebelah sisi kiri ada beberapa pedagang makanan dari berbagai jenis : soto ayam, gudeg, lontong sayur dsbnya.

Saya berjalan kaki pagi hari melemaskan kaki, dari rumah di Mergangsan. Kemudian istirahat sebentar di bagian sisi kanan halaman Pakualam. Duduk dibawah beringin tua sambil menikmati lontong sayur dan segelas teh panas manis. Alhamdulillah … Sepiring lontong sayur, sungguh nikmat dipagi yang sedikit mulai hangat ini.

Read More…

Posted by: Heru Legowo | August 27, 2015

Gunung Salak (II)


Gn PangrangoMinggu pagi 16 Agustus 2015, saya masih di puncak Gunung Salak ditemani Jipo. Jipo adalah salah seorang pemandu kami. Dia sudah bertahun-tahun berada digunung, dan terlibat secara aktif pada beberapa kali dalam operasi SAR pencarian korban kecelakaan di gunung. Sambil menunggu persiapan turun, saya ngobrol panjang lebar dengan Jipo. Dia juga terlibat pada saat operasi SAR pesawat Sukhoi SJ-100 yang menabrak puncak gunung Salak I ini. Saya meminta dia berceritera pengalamannya dalam operasi itu.

Melihat saya begitu antusias, Jipo lalu mengajak saya sedikit turun di sisi timur puncak untuk menunjukkan dimana Sukhoi jatuh. Di tebing yang curam dengan kemiringan hampir 80 derajat. Dia menunjuk ke bawah. Sekitar 600 meter dari puncak pesawat Sukhoi SJ-100 menabrak gunung ini, lalu reruntuhan dan serpihannya melorot kebawah.

Jipo salah satu orang yang membuka jalan akses ke lokasi. Kerika itu dengan tali dia turun dan menerabas hutan yang lebat. Setiap 100 meter berhenti dan tali disambung lagi lalu turun lagi, sambil membuka jalur evakuasi. Dia berada di lokasi 3 hari tanpa suplai logistik! Apalagi berada di lokasi yang pasti banyak mayat korban berserakan. Sungguh luar biasa Jipo ini. Memang akhirnya ada suplai logistik yang dijatuhkan dari pesawat atau helikopter, tetapi jatuhnya meleset jauh dari lokasi dimana dia berada. Jarak yang hanya ratusan meter di gunung dengan hutan lebat dan kontur yang curam, pasti susah mencapainya.
Read More…

Posted by: Heru Legowo | August 27, 2015

Gunung Salak (I)


Akbar Adel Lila Basecamp CidahuGunung Salak banyak diceritakan sebagai gunung yang angker. Apalagi pada tanggal 9 Mei 2012 pesawat Sukhoi super Jet 100 yang sedang melakukan joy filght dari Bandara Halim Perdana Kusuma, menabrak salah satu puncak gunungnya dan semua crew dan penumpangnya. Sebanyak 45 orang tewas, termasuk captain pilot Alexander Yablontsev, dan copilot Alexander Kochetkov, keduanya dari Rusia

Gunung Salak bukanlah nama dari buah salak, tetapi berasal dari bahasa sansekerta “salaka” yang berarti perak. Letusan terakhir gunung ini terjadi pada tahun 1938 berupa erupsi freatik yang terjadi di kawah Cikuluwung Putri. Gunung Salak memiliki 4 puncak, yang tingginya relatif tidak jauh berbeda.
Ketika Pak Endang Kartiwa mengajak saya untuk mendaki Gunung Salak, banyak calon peserta pendakian yang groggy karena keangkeran dan misteri Gunung Salak. Tadinya tercatat yang mau ikut 24 orang, akhirnya hanya 16 orang yang ikut. Pada pendakian ini, kami memilih mendaki ke puncak Salak I tingginya 2.211 meter, melalui jalur resmi Cidahu.
Read More…

Posted by: Heru Legowo | June 2, 2015

Kesombongan Spiritual


SmallerTanpa disadari orang-orang yang sukses dan mendapat banyak harta itu, telah memamerkan hartanya ke masyarakat. Mereka dilanda kesombongan yang barangkali tidak disadarinya, karena bagi mereka itu adalah sebuah success story. Sayangnya atau untungnya (?), televisi ikut menyiarkannya ke seluruh lapisan masyarakat. Dan semakin banyak saja dari waktu ke waktu.

Itu pada satu sisi. Pada sisi yang lain teknologi komunikasi membuat pertukaran data dan informasi berlangsung seketika. Semua bidang dimasuki. Pertukaran data dengan WA, bbm, sms, line, skype dan lain-lainnya terus berjalan. Pertukaran data dan gambar berlangsung sangat cepat. Mulai kejadian-kejadian, peristiwa, perjalanan, sampai dengan kata-kata bijak, bahkan ayat-ayat dari kitab suci meluncur dengan mulus melalui telepon genggam anda. Salah satu topiknya adalah tentang spiritual. Berbagai data, informasi, kata-kata mutiara, nasehat, quotes bertebaran di telepon genggam anda semua. Melalui wahana ini tausiah dapat dilakukan tanpa harus bertatap muka. Para ustdaz, guru, para penasehat dan penghayat spiritual, membagi ilmunya melalui sarana ini. Jadi telepon genggam canggih anda telah menjadi muara semua itu, dari yang duniawiah sampai yang ruhaniah. Semua bercampur-baur menjadi satu, mirip seperti dunia dalam skala kecil.

KESOMBONGAN SPIRITUAL

Pada mulanya hal-hal yang bernuansa spiritual dimulai dari mengingatkan, kemudian memberitahu, lalu menyarankan solusi dan kemudian memberikan nasehat. Walaupun begitu, tokh kita bisa membedakan mana yang asli dan mana yang hanya sekedar “copy-paste“. Saya memperhatikan fenomena yang berlangsung itu. Beberapa rekan yang mendalami masalah agama dengan lebih intensif dan serius, lalu menjadi sumber dan tempat bertanya. Mereka lalu memberikan saran dan nasehat, diminta maupun tidak diminta, melalui sarana tadi. Alhamdulillah teknologi telah mampu menjadi sarana untuk proses “meminta dan memberi nasehat” ini.

Setelah itu yang kemudian berkembang adalah beberapa orang yang terbiasa memberi nasehat, lalu bergeser dan mulai mengarahkan agar melakukan ibadah. Pada mulanya memberi kesan santun dan baik, lama kelamaan menjadi semacam memaksa secara halus. Lalu menakut-nakuti dengan menyebut beberapa ancaman, jika yang dinasehati tidak melakukannya. Perlahan-lahan tanpa disadarinya, atau justru malah disadari dengan sepenuhnya; si pemberi nasehat ini lantas merasa menjadi yang paling mengerti dan tahu akan sesuatu. Semakin banyak yang meminta nasehat, dia semakin eksis. Saya sedikitnya dapat merasakan bahwa orang-orang itu yang karena dianggap lebih tahu, telah terdorong masuk kedalam ujub. Selanjutnya mewujud dalam sebuah kesombongan yang hanya dia sendiri yang tahu. Sebuah kesombongan spiritual.

Kesombongan spiritual seperti halnya ujub dan riya’ sebenarnya adalah bagian dari penyakit hati. Yang tahu dan mengerti adalah justru penderitanya sendiri. Orang lain tidak akan tahu, karena itu tersembunyi rapat dalam hati kecilnya sendiri. Sombong artinya tinggi hati. Orang sombong ditandai dari beberapa hal : merasa berhasil, merasa lebih pintar dan lebih tahu daripada orang lain lalu menyepelekan / meremehkan orang lain, cenderung percaya kepada keyakinannya sendiri tanpa peduli nasehat orang lain dan merasa apa yang sudah diperoleh adalah karena usaha, kemampuan, dan pengalamannya sendiri.

AdigangSebenarnya mungkin dapat sedikit diterima, jika orang-orang yang sukses itu bersikap sombong. Mereka telah bekerja begitu keras, mengerahkan segala daya upaya dan tidak mengenal waktu. Itu jika berkenaan dengan duniawi. Tetapi jika terjadi dengan hal-hal yang bersifat ruhaniah lalu dia menjadi sombong secara spiritual, ini yang berat. Orang-orang itu merasa dirinya yang paling benar, dan yang salah adalah orang lain. Apalagi jika orang lain itu, tidak sesuai dengan keyakinan dan caranya. Kecerdasan, kemampuan dan keberhasilanya mendalami agama dan spiritual, justru telah membuta-tulikannya. Dia cenderung menjadi merasa paling tahu, dan mudah menyalahkan orang lain. Astaghfirullah

Semoga kita terhindar dari sifat-sifat sombong semacam itu, baik duniawiah maupun ruhaniah. Amin Ya Robbal Alamin.

Selasa, 2 Juni 2015
herulegowo@gmail.com

Posted by: Heru Legowo | March 31, 2015

Perjalanan Udara


Aiport Airline AirnavPerjalanan udara (air travel) selalu menarik karena kecepatan dan kenyamanannya. Dahulu untuk dapat terbang dan melakukan perjalanan udara, hanya dapat dilakukan oleh orang-orang tertentu, dan mereka yang memiliki uang yang berlebihan. Sejalan dengan perkembangan teknologi penerbangan dan terutama karena pengembangan airline berbiaya rendah, LCC (low cost carrier), maka semakin banyak orang dapat menikmati perjalanan udara dengan biaya yang relatif murah. Saya termasuk yang terkagum-kagum, ketika pertama kali Air Asia terbang di Indonesia dengan tag line yang terasa bombastis pada beberapa puluh tahun yang lalu: Now everybody can fly. Apalagi dengan teknik marketing, dimana beberapa tiket dapat diperoleh dengan sangat murah. Lebih murah daripada harga airport tax. Luar biasa. Kemudian Lion Air dengan tag line-nya : We make people fly. Lalu beberapa airline pun menyusul meramaikan dunia penerbangan berbiaya murah. Perjalanan udara menjadi terasa begitu murah, mudah dan menjangkau hampir seluruh kota di Indonesia. Tidak ada kesulitan lagi melakukan perjalanan ke semua wilayah dan seluruh pelosok Indonesia hanya dalam satu hari. Read More…

Posted by: Heru Legowo | December 7, 2014

Situs Megalitik Gunung Padang


3 Gerbang1

Adella Sekar Kinasih

Gunung Padang adalah lokasi megalitik terletak di desa Karyamukti, 40 km barat daya Cianjur. Kira-kira 6 kilometer dari stasiun kereta api Lampegan. Itu adalah lokasi megalitik terbesar di seluruh Asia Tenggara. Situs Gunung Padang yang terletak di ketinggian 885 meter diatas muka laut ini, diperkirakan dibangun di 4 tempat yang berbeda.

Situs Megalitik ini menutupi seluruh bukit bertingkat-tingkat dan dilengkapi tangga batu andesit pejal 400 m setinggi 95 meter. Situs ini ditemukan pada tahun 1914 oleh ahli sejarah Belanda N.J. Krom. Situs Gunung Padang dipercaya dibangun 5000 SM dan mungkin lebih awal lagi. Ada indikasi bahwa situs ini adalah bekas piramida purba dari nenek moyang kita.

Read More…

Posted by: Heru Legowo | August 8, 2014

Kinahrejo – Merapi


Adella di KinahrejoKaliurang menjadi salah satu lokasi rekreasi di Yogyakarta. Letaknya berada di kaki Gunung Merapi. Itulah yang menjadikan Kaliurang lokasi ideal awal pendakian ke puncak Merapi, dari sisi arah Selatan. Jalur lain dari arah utara adalah melalui Selo. Sebelum Merapi meletus dahulu saya sempat mendaki ke puncak Merapi dari arah Selo.

Banyak tempat rekreasi di Kaliurang, kami memilih melihat puncak Merapi dari Gardu Pandang. Sayang ketika kami tiba disana, puncak Merapi terhalang awan yang cukup tebal. Padahal saya yakin jika cuaca bagus dan tidak ada awan, puncak Merapi pasti sangat indah dilihat dari sini.

Read More…

Older Posts »

Categories